26 C
Padang
Rabu, Mei 22, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Padang siontah asal Luak Limopuluah Riwayatmu?
P

Kategori -
- Advertisement -

Beritasumbar.com-Kalau kita berani mengaku sebagai orang asli luak limo puluah  jangan sekali –kali tidak tahu ataupun menyebut tidak pernah mendengar nama sebuah daerah  Padang Siontah , walau kita  tidak pernah sampai di lokasi tersebut namun bagai mana  pun  jua para tetua adat ataupun para orang tua pasti sering bertutur dengan anak kamanakan dikala  waktu-waktu ada pertemuan kaum  yang mengisyaratkan keberadaan Alam minang Kabau secara keseluruhan maupun keberadaan Luak nan Bungsu yang juga sering kita sebut Luah Limo Puluah.

Konon menurut Tutua nan Batarimo Warih nan Bajawek ( Tutur Yang didapat ,Waris yang Diwarisi ) tentang  cancang latiah niniak  Moyang kita sampai saat ini dari niniak turun ka mamak ,dari mamak turun kamanakan nan sabarih indah  buliah hilang nan saganggam indak buliah tingga .

Sebenarnya para niniak moyang kita sudah meninggalkan sejarah yaqng sangat fundamental bagi cucu mereka dikemudian hari  dan sekaligus sebagai titik tolak pengambilan dasar –dasar  undang dan perundangan adat serta pemetaan wilayah yang berdaulat dalam adat disebut Barih Balabeh suatu daerah atau nagari serta barih balabeh Luak masing-masing nya

Seperti kita ketahui Bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah sebagai titk tolak keberadaan suatau bangsa dengan perkembangan kebudayaan di suatu bangsa itu sendiri  . seperti halnya Negara kita republik Indonesia ,  berapa anggaran Negara yang diproyeksikan  untuk segala bentuk kegiatan  yang bernuansa mengingat perjuangaqn bangsa ini baik itu untuk para pelaku sejarah maupun simbol-simbol sejarah yang berbentuk monument dan sebagainya  bahkan untuk para tokoh para palaku sejarah yang sangat menonjol  Negara memberikan berbagai bentuk kopensasi kehidupn pada mereka  hingga akhir hayat mereka .

Dan bagi luak Limo Puluah atau kabupaten Lima Puluh kota saat ini pemerintah pusat sudah menampakkan perhatian nyang cukup serius dalam hal pengakuan sejarah sebagai daerah ini adalah salah satu daerah yang sangat penting  dalam perjuangan  melawan panjajah dan menegakkan NKRI  ini serta   para palakunya  banyak  putra yang berasal dari daerah luak nan bungsu ini . maka saat ini pamerintah pusat sudah menggelontorkan dana yang tidak sedikit jumlahnya untuk  membangun tugu perjuangan Di koto Tinggi kecamatan Gunuang Omeh yang sekarang masih dikerjakan. .

Dan kalau kita bertitik tolak dari hal yang serupa  yang bangsa Indonesia merdeka Pada tahun 1945 dan pada saat ini sudah menjadi Negara yang sedang berkembang  menuju negara maju yang ditopang dengan kemajuan tekhnologi modern.

Sebagai  kita anak nagari dalam luak limo puluah melihat pembangunan tugu PDRI itu sangat lah kita Apresiasi ,Namun  hal ini sangat berbanding terbalik dengan sejarah keberadaan  luak Limo puluah  , karena jauh sebelum adanya NKRI  yang kita bangga-banggakan saat ini   bahwa Luak limo Puluah sudah lerbih dari satu abad keberadaannya  kalau dibandingkandengan NKRI ini, yang konon kebedaannya   seiring dengan keberadaan Kerajaan Minangkabau yang diperkirakan oleh para ahli sejarah lebih kurang abad ke 6  masehi  dengan wilayah teritorialnya adalah Luak dan rantau  dengan sebutan Luhak Bapanghulu rantau nan barajo , ( Luak Tanah datar ,Luak Agam dan luak limo puluah serta rantaunya sampai kedaerah malayu sana  .)

Kono menurut Warih nan bajawek tutua nana batarimo  Bahwa asal Nama dari luak Limo Puluah adalah  semula berawal dari   turunnya niniak atau panghulu dengan pengikutnya sebanyak limo puluh orang dari Pariangan Padang Panjang  menuju arah dari utara  gunung merapi, mereka yang turun itu menuruni lurah dan mendaki bukit  yang sangat melelahkan  sehingga sampailah mereka  pada saat itu  disebuah kawasan yang cukup luas dan datar yang tidak mereka ketahui nama daerah  saat itu . dan apabila  ada diantara mereka yang bertanya dimanakah  dan apakah nama daerah ini maka dengan spontan   jawabannya adalah antalah .disanalah mereka beristirahat dan bermalam  untuk beberapa hari  sambil memikirkan kearah mana lagi rombongan ini akan dibawa .

Namun setelah rasa penat sudah hilang serta pemikiran untuk melanjutkan perjalan mencari daerah baru pun akan dilanjutkan sehingga dikumpulkanlah semua rombongan supaya tidak ada yang tertinggal dan supaya semuanya tahu arah mana yang akan dituju . akan tetapi setelah berkumpul ternyata  rombongan yang jumlahnya semula sebanyak Limo Puluah orang sekarang yang ada hanya 45 orang , dan spontan  sesama mereka saling bertanya kemana yang lima orang lagi ,. Pertanyaan itu selalu dijawab derngan kata antalah  yang mengisaratkan bahwa tidak satu orang pun tahu kemana  lima orang  pengikut rombongan mereka itu menghilangnya .

Sedari awal kedatangan mereka  ditempat beristirahat itu  yang selalu mempergunakan kata-kata antalah Maka kawasan tempat beritirahatnya niniak nan Limo puluah itu di sebut  Padang Siontah yang sekarang diperkirakan terletak dalam kenagarian situjuah batua kecamatan Situjuh Limo Nagari dan Kanagarian koto tangah batu hampa kecamatan Akbiluru sekarang

Karena lima dari mereka tidak tahu entah kemana maka keserluruhan mereka membagi wilayah untuk mencari teman mereka yang hilang tersebut  dengan perjanjian apabila sudah ditemukan  atau ada kabarnya maka disamapaikan pesan berantai kepada sesasma mereka yang 45 orang ini .

Dari penyebaran  niniak nan 45 orang ke berbagai arah dalam rangka mencari sanak mereka yang berlima itu  maka dengan   sendirinya mereka telah menemukan tempat atau daerah untuk mereka masing-masing yang akan dijadikan tempat menetap  yang sekarang telah menjadi nagari –nagari asal diluak limo Puluah .

Dalam perjalanan zaman kian berlalu maka diketahui belakangan bahwa Niniak nan balimo yang hilang pada saat di Padang Si Ontah ternyata Sudah menetap Di daerah Kuok ,Bangkinang  ,Salo ,rumbio Aie Tirih , Yang terkenal dengan pantun Sasuok Indak Kanyang ,sapiriang indak habih . kelima daerah ini sekarangh sudah menjadi daerah territorial kabupaten Kampar dalam propinsi Riau .

Kira-kira itulah sekelumit Tentang asal-usul nama dari Padang si Ontah yang konon cerita menjadi cikal bakal nama luak nana bunggsu ini atau sering di sebut Luak Limo Puluah  akan tetapi  sekarang daerah itu boleh dikatakan nagari antah barantah . yang belum pernbah  mendapatkan perhatian dari penyelenggara pemerintah baik daerah ini maupun tingkat propinsi dan pusat .

Kalau tingkat pusat tidak ada perhatian pada  Padang Siontah sangatlah logis dan karena pusat mungkin tidak mengetahui asal muasal ceritanya , namun yang kita sayangkan adalah Pemerintah propinsi Sumatera Barat yang membawahi langsung kabupaten lima  puluh kota dan kota Payakumbuh atau daerah luak nan bungsu  ini .

Sesungguhnya  yang paling bertanggung jawab dan harus bertanggung jawab itu adalah pemerintah Kabupaten Lima Puluh kota   dan pemerintah Kota payakumbuh serta para tokoh masyarakat dan tokoh adat serta para petinggi lainnya  ditambah deengan tokoh sejarah dan budayawan untuk membicarakan menkaji, memperhatikan memaparkan dan mencari tingkat kebenaran cerita ini sehingga kita sebagaim anak nagari yang berasal dari luak Limo Puluah ini Tidak akan kehilangan suluah dikemudian harinya .

Seperti kita ketahui beberapa dekade ini ada sebagaian tokoh adat dan masyarakat budaya yang secara simultan pernah menggelambungkan persoalan ini pada pemerintah lima Puluh Kota  baik itu disampaikan dalam forum- forum resmi atau pun  pembicaraan sanatai dibeberapa temapat pertemuan  baik itu langsung kepada tuan Luak limo puluah sendiri maupun pada para pengurus LKAAM kabupaten Lima Puluh Kota , diberbagai pertemuan dan musdanya . Memang pada saat itu responsif  dari para pesrta sangat dan bersemangat untuk mengangkat persoalan ini kepermukaan ,seakan –akan besok program ini akan diproses dan ditindak lanjuti.

Namun  apa yang hendak dikata seperti kita ketahui sudah berapa kali pertukaran pemimpin luak limo puluah, kabupaten/ wali kota  berganti, tidak satupun  dari para beliau-beliau tersebut  terlintas dalam pemikiranya untuk mengkaji, membicarakan, jangankan membangun daerah asal muasal niniak moyang kita ini , Tidak satu pun program mereka mengarah pada sejarah keberadaan luak nan bungsu ini  walau sekarangmasih  ada bangunan bekas pasar ternak  dikawasan ini yang terkesan  sebuah proyek gagal perencanaan .Bangunan pasar ternak di kawasan padang Siontah ini sebenarnya adalah sebuah pelecehahan sejarah terhadap lauak limo puluah ini

Tanggapan  Dr (HC) Syawaludin ayub  Budayawan  minang  asal luak Limo puluah  pada penulis tentang persoalan Padang Siontah mengatakan bahwa Harapan  bahwa sebenarnya,harapan rakyatuntuk  pemimpin luak limapuluah ini sedapat mungkin  adalah seorang  figur Datuak atau penghulu  atau sekurang-kurangnya mengetahui adat dan  sejarahnya ,karena masyarakat berasumsi bahwa seorang yang bergelar datuak atau penghulu akan sangat cepat memahami persoalan in ,disamping itu dengan seorang pemimpin yang memahami persoala itu maka  keinginan rakyat secara keseluruhan dapat dipahaminya .dan harapan itu sangatlah logis yakni   agar terwujud kesejahteraan yang hakiki ,pemantapan pemahaman agama, pelestarian adat serta fungsinya ditengah-tengah masyarakat seiring  program  pelestarian sejarah.

Tapi apa keinginan dan  tumpuan masyarakat  tak pernah terwujud bak pepatah  jauh panggang dari api,kalau daerah tidak ada sejarah,bisa di katagorikan daerah siluman,daerah yang tidak ba asa usua, sepertinya tidak ada yang akan kebanggaan  atau sebagai tolak ukur bagi   generasi mendatang   ,contohnya  sepertti   yang sering di kumandangkan niniak mamak,,dima titiak palito,di baliak telong nan bantali,dari ma asa niniak kito,dari lereng gunuang marapi(Pariangan padang panjang ) ini membuktikan bahwa asal muasal mulai dari keberadaan Minang Kabau  beserta luaknya ada rentetan sejarah yang telah kita ketahui secara umum .Namun kenapa di luak lima puluah tidak ada nawaitu  pemimpinnya untuk  memproklamasikan daerahnya sendiri  seperti daerah lainnya di Ranah Minang atau Sumatera Barat  Coba kita lihat Kabupaten Dharmasraya  yang hasil pemekaran kabupaten Sawah Lunto sijunjung,  dimana masyarakatnya sangat antusias dan bangga  dengan nama kabupatennya yang  berasal dari nama kerajaan Dharmasraya tempo dulu  walau  cukup lama masyarakatnya menantikan  daerah otonom sendiri  hingga terujud  juga apa yang jadi cita-cita mereka tercapai  dengan sempurna walau sekian tahun lama terkubur ditelan waktu ,akan tetapi yang namanya  emas mulia tahan uji .

Semoga  pemimpin yang terpilih jadi tuan luak  sekarang ada sedikit perhatian dalam hal sejarah Luak Limo Puluah ,Situjuah namo nagori,ba luak lareh Sago Halaban,asa usau niniak di warisi Padang Siontah urang namokan,

semestinya para pemimpin daerah ini baik kabupaten/wali kota di dalam ranah luak Limo Puluah  kalau dapat gubernur sumatera barat memikirkan Minang  Kabau ini Jangan hanya Sumatera barat Saja  (dalam tanda Petik),apalagi daerah minang ini sudah banyak melahirkan cendikiawan-cendikiawan ternama,semuanya itu tidak bisa lepas dari peninggalan keberadapan yang di warisi niniak moyang kita yang mengiinginkan anak cucunya bisa berguna untuk bangsa  yang berdaulat dan melestarikan sejarahnya sendiri,seperti mamang orang tua kita dulu,rancak nagari dek pangulu,rancak tapian dek urang mudo,rancak alek dek tungganai, Tutur pakar Randai sumatera barat,mengakhiri. (Saiful hadi)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img