“Ben, besok (Minggu kemarin, Red) jemput ambo ke BIM dengan oto ambulance yo. Ambo ingin pulang santai dari bandara ke rumah.” Itulah percakapan terakhir Sekdako Payakumbuh Benni Warlis dengan almarhum ayahnya, Sabtu (6/9), sekitar pukul 13.00 WIB.
Cerita dr. Hj. Merry Yuliesday, isteri Benni Warlis, permintaan mertuanya itu ditangggapi biasa-biasa saja oleh suaminya Benni. “Iya Yah. Kalau itu maunya ayah, nanti awak bawa oto ambulance ke BIM,” jawab Benni santai.
“Tak ada firasat yang aneh dari Bapak. Karena selama ini, keduanya sering bercanda,” ungkap Merry yang juga Staf Ahli Walikota Payakumbuh itu, disaat persiapan pemakaman mertuanya di Panampuang, Kecamatan IV Angket, Agam, Minggu (7/9).
Hanya berselang 2,5 jam kemudian, Sekdako Benni Warlis, menerima sambungan telepon lagi dari HP keponaannya di Jakarta. Dari balik gagang telepon itu, disampaikan H. Waham Amir Dt. Maruhun, SH, orang tua Sekdako, meninggal dunia di rumah cucunya di Kemanggisan Jakarta, sekitar pukul 15.30 WIB. Almarhum meninggal dengan tenang, tanpa sakit, dalam usia 79 tahun.
“Ikolah maksud ayah ruponyo. Ooh. Inilah yang dimaksud ayah rupanya,” jelas Benni kepada isterinya. Sabtu sore itu juga, Benni Warlis langsung menjemput mayat ayahnya ke Jakarta, dengan pesawat terakhir di BIM, setelah mendapat izin dari Walikota Riza Falepi dan Wawako Suwandel.
Berita kematian orang tua lelaki Sekdako Payakumbuh itu, langsung tersiar luas lewat SMS dan mulut ke mulut. Semuanya menyampaikan dukanya yang dalam kepada Sekdako Benni Warlis dan keluarga. Sepekan sebelumnya, almarhum datang ke Jakarta, guna menghadiri wisuda cucunya pada sebuah perguruan tinggi negeri.
Minggu (7/9), Walikota Riza Falepi, Wakil Walikota H. Suwandel Muchtar, bersama isteri, Asisten I Setdako Yoherman, Asisten II Amriul memimpin Pejabat dan Staf Pemko datang melayat ke rumah duka di Panampuang, Kecamatan IV Angket, Agam. Walikota dan rombongan Pemko serta kaum kerabat dan keluarga, menunggu mayat dan ikut memakamkan jenazah di makam keluarga.
Ikut datang melayat dan menghadiri pemakaman jenazah almarhum, sejumlah pejabat, anggota dewan, dari Provinsi Sumbar serta daerah tetangga. Almarhum meninggalkan seorang isteri, 3 anak yang sudah dewasa serta lima orang cucu.