Padang – Akhirnya olahraga Tradisional Salaju Sampan di bangkitkan kembali setelah 12 tahun fakum. Salaju Sampan anak Rang Palinggam, alek ini di gelar bertepatan dengan Festival Siti Nurbaya sebagai Kalender kegiatan tahunan Pemko Padang.
Perlombaan Salaju Sampan dibuka dengan resmi oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di dampingi Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah SP dan Lantamal II Teluk Bayur, Muspida, Sekda Nasir Ahmad, Jajaran SKPD Kota Padang, ninik mamak, cadiak pandai, Bundo Kanduang, para tetua yang memotori di gelarnya lomba salaju sampan yang di pusatkan di Muaro Padang, tidak jauh dari jembatan Siti Nurbaya.
Salaju Sampan memiliki sejarah sangat panjang dan sebagai salah satu olahraga air yang telah menjadi olahraga tradisional anak nagari di Kota Padang dahulunya yang sudah turun menurun, elat ini diadakan setiap tahun sebagai pesta rakyat. Tentu kitalah yang akan mempopulerkan kembali sejarah tersebut.
Hal itu, di sampaikan Walikota Padang kepada pers, usai pembukaan acara perlombaan oleh Gubernur, Kamis (21/5). kita sangat bangga dan senang olahraga tradisonal ini kembali di gelar dan mendapat dukungan yang luar biasa, sebagai bukti warga kota tidak sabar lagi ingin menyaksikan jalannya perlombaan, di sepanjang bibir darmaga di penuhi masyarakat untuk menyaksikan perlombaan Salaju Sampan.
Walikota sangat berharap selama berjalannya perlombaan ini tidak terjadi masalah-masalah yang dapat merugikan kita semua, seperti yang sering terjadi antara peserta saling terjadi ejek mengejek dan juga dengan penonton, sehingga memancng suasana yang tidak kita ingikan bersama, ujar Mahyeldi.
Maka itu, para peserta lomba salaju sampan agar dapat menegakkan sportifitas sebagai seorang olahragawan, jangan mudah terpancing, peliharalah kesabaran di setiap perlombaan.
Kalah menang di setiap perlombaan dan di setiap pertandingan suatu yang wajar dan begitulah adatnya. jangan kotori olahraga tradisional Salaju Sampan yang kita banggakan dengan persoalan-persoalan yang tidak bearti. ujar Walikota mengingatkan. (*)