Bukitinggi, beritasumbar.com – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional Sumatera Barat ke-41 tingkat provinsi memberikan dampak positif bagi berbagai sektor, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Bukittinggi. Kegiatan ini turut menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Sejak dimulainya acara MTQ di Bukittinggi pada Sabtu, (13/12/2025), lokasi MTQ selalu ramai dipadati pengunjung meskipun kota ini diguyur hujan. Lapangan Wirabraja, pusat kegiatan MTQ, dipadati peserta, ofisial, dan pengunjung dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Kehadiran ribuan tamu dimanfaatkan pelaku UMKM untuk menjajakan produk unggulan seperti kuliner khas daerah, kerajinan tangan, dan busana muslim.
“Biasanya omzet harian saya berkisar Rp1 juta sampai Rp1,5 juta. Alhamdulillah sejak MTQ dimulai naik hampir 5 kali lipat apalagi sejak usaha saya diberi apresiasi pihak panitia dan Pemerintah kota sebagai penyedia makanan untuk acara ini,” kata Afrizal St Bagindo (58), pelaku usaha rumah makan yang sudah lebih 10 tahun membuka kedai nasi di sebelah kantor Pol PP Bukittinggi.
Pengamat ekonomi syari’ah, Khairil Mujahid SE.ME, menilai keterlibatan UMKM lokal dalam even berskala besar seperti MTQ sangat penting untuk menjaga daya tahan ekonomi masyarakat.
“MTQ Nasional ke-41 di Bukittinggi ini sangat berperan sebagai stimulus ekonomi jangka pendek yang efektif khususnya di sektor perdagangan, kuliner, transportasi, dan jasa pariwisata pastinya,” ujarnya.
MTQ Nasional Sumbar ke-41 juga menghadirkan suasana religius yang kental. Lantunan ayat suci Al-Qur’an bergema di seantero Kota Bukittinggi, baik dari arena perlombaan, masjid, hingga pusat-pusat kegiatan masyarakat. Para qari dan qariah menampilkan keindahan tajwid, makhraj, dan penghayatan makna ayat.
Pemerintah daerah menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana syiar Islam dan momentum kebangkitan ekonomi masyarakat. Diharapkan kegiatan MTQ dapat terus memberikan manfaat berkelanjutan, baik dalam peningkatan keimanan maupun kesejahteraan masyarakat. (Mta)