26.6 C
Padang
Monday, November 30, 2020
Beritasumbar.com

Molases Tebu Atasi Kelangkaan Alkohol Saat Pandemik Covid-19
M

Kategori -

Mewabahnya Covid-19 membuat kebutuhan alkohol khususnya etanol sangat meningkat baik untuk kebutuhan sterilisasi maupun sanitasi. Namun, beberapa pekan ini telah terjadi kelangkaan alkohol di beberapa apotik dan rumah sakit. Untuk itu Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbangtan) turut bergerak membantu memproduksi alkohol dari produk-produk pertanian.
Menurut Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufri, arahan Menteri Pertanian meminta Balitbangtan menyediakan alhokol dari produk pertanian untuk membuat hand sanitizer, disinfektan, dan sabun cair antiseptik untuk dibagikan kepada pegawai, serta utamanya kepada masyarakat sekitar kantor.
Salah satu alkohol yang bisa digunakan yaitu bioetanol. Bahan baku untuk pembuatan bioetanol adalah sumber gula, sumber pati dan sumber serat (lignoselulosa). Molases tebu merupakan produk samping dari industri gula yang dapat dijadikan sebagai salah satu sumber gula.
Ketersediaan molases tebu yang berlimpah berpeluang untuk mendatangkan keuntungan pada biokonversi menjadi etanol. Molases ini memiliki kadar gula yang sangat tinggi, yaitu lebih dari 50%.
Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen), Dr. Prayudi Syamsuri mengatakan proses pembuatan bioethanol dari moleses tebu ini sederhana dan mudah diaplikasikan. “Pembuatan bioetanol dari molases hanya perlu melewati dua tahap, yakni fermentasi dan destilasi karena molases merupakan jenis bahan gula,” ujar Prayudi.
Mikroorganisme yang digunakan untuk fermentasi bioetanol ini adalah Saccharomyces cerevisiae. Spesies ini akan memecah bahan berkarbohidrat menjadi etanol dan karbondioksida. Penggunaan Saccharomyces cerevisiae untuk proses fermentasi memerlukan pengkondisian kadar gula awal.
Kadar gula sampel yang akan difermentasi tidak boleh melebihi 20% karena dapat menghambat aktivitas khamir dan tidak sempurnanya produksi bioetanol. Kadar gula yang terlalu tinggi mengakibatkan waktu fermentasi lebih lama dan terdapat kemungkinan tidak seluruh gula diubah menjadi alkohol.
Cara pembuatannya adalah molases tebu dengan nilai total padatan terlarut (TPT) sekitar 70-71oBrix diencerkan dengan penambahan aquades yang bertujuan untuk menurunkan TPT dalam molases menjadi 15oBrix,  pH molases yang sudah diencerkan diatur pada pH 5 dengan penambahan NaOH dengan tujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dari Saccharomyces cerevisiae dari penambahan fermipan. Fermentasi dilakukan pada suhu ruang selama 24, 48 atau 72 jam setelah ditambahkan urea dan fermipan. Setelah itu dilakukan destilasi selama 3-4 jam.
BB Pascapanen sudah dapat menghasilkan teknologi produksi bioetanol dari molases tebu dengan hasil rendemen bioetanol yang tinggi yaitu sekitar 40-45% dengan kadar alkohol diatas 90% dengan 1 kali proses destilasi. Teknologi tersebut sangat membantu dalam menyediakan ketersediaan etanol yang saat ini mengalami kelangkaan.(*)
 

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Pembangunan Trotoar dan Harapan PUPR untuk Kota Payakumbuh Sebagai Kota Batiah

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Pembangunan tahap awal trotoar untuk pedestrian di jalan utama Kota Payakumbuh, Sumatera Barat telah selesai dikerjakan. Selain perwajahan kota...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

Pemko Payakumbuh adakan Bimtek Persiapan penyusunan laporan SPM kota Payakumbuh tahun 2020.

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Dalam rangka persiapan penyusunan laporan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2020, Pemerintah Kota Payakumbuh mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di...

Diterjang Banjir, Satu Jembatan Putus Di Tapan

Pesisir Selatan,BeritaSumbar.com,-Satu unit jembatan permanen sepanjang 4 meter di Nagari Binjai Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan putus diterjang banjir, Rabu (25/11)....

Tampil Di Pasar Ekraf 2020, Sanggar Kumbang Cari Harapkan Gamaik Diminati Anak Muda

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Para pemusik tuo-tuo legend (senior) dari Sanggar Gamaik Kumbang Cari asal Kota Padang yang tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang...

Nauclea Orientalis, Bunga Yang Mirip Virus Corona.

Oleh: Lidia Gusvita Nasra ~ Mahasiswa Biologi, Universitas Andalas, Padang Tak hanya perkembangan kasus virus corona yang dibicarakan saat...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

2021 Tatap Muka, Selamat Tinggal Kuliah Daring

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih ~ Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Sudah hampir 10 bulan semenjak Presiden...
- Advertisement -