29.4 C
Padang
Friday, September 18, 2020

Molases Tebu Atasi Kelangkaan Alkohol Saat Pandemik Covid-19

Mewabahnya Covid-19 membuat kebutuhan alkohol khususnya etanol sangat meningkat baik untuk kebutuhan sterilisasi maupun sanitasi. Namun, beberapa pekan ini telah terjadi kelangkaan alkohol di beberapa apotik dan rumah sakit. Untuk itu Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbangtan) turut bergerak membantu memproduksi alkohol dari produk-produk pertanian.
Menurut Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufri, arahan Menteri Pertanian meminta Balitbangtan menyediakan alhokol dari produk pertanian untuk membuat hand sanitizer, disinfektan, dan sabun cair antiseptik untuk dibagikan kepada pegawai, serta utamanya kepada masyarakat sekitar kantor.
Salah satu alkohol yang bisa digunakan yaitu bioetanol. Bahan baku untuk pembuatan bioetanol adalah sumber gula, sumber pati dan sumber serat (lignoselulosa). Molases tebu merupakan produk samping dari industri gula yang dapat dijadikan sebagai salah satu sumber gula.
Ketersediaan molases tebu yang berlimpah berpeluang untuk mendatangkan keuntungan pada biokonversi menjadi etanol. Molases ini memiliki kadar gula yang sangat tinggi, yaitu lebih dari 50%.
Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen), Dr. Prayudi Syamsuri mengatakan proses pembuatan bioethanol dari moleses tebu ini sederhana dan mudah diaplikasikan. “Pembuatan bioetanol dari molases hanya perlu melewati dua tahap, yakni fermentasi dan destilasi karena molases merupakan jenis bahan gula,” ujar Prayudi.
Mikroorganisme yang digunakan untuk fermentasi bioetanol ini adalah Saccharomyces cerevisiae. Spesies ini akan memecah bahan berkarbohidrat menjadi etanol dan karbondioksida. Penggunaan Saccharomyces cerevisiae untuk proses fermentasi memerlukan pengkondisian kadar gula awal.
Kadar gula sampel yang akan difermentasi tidak boleh melebihi 20% karena dapat menghambat aktivitas khamir dan tidak sempurnanya produksi bioetanol. Kadar gula yang terlalu tinggi mengakibatkan waktu fermentasi lebih lama dan terdapat kemungkinan tidak seluruh gula diubah menjadi alkohol.
Cara pembuatannya adalah molases tebu dengan nilai total padatan terlarut (TPT) sekitar 70-71oBrix diencerkan dengan penambahan aquades yang bertujuan untuk menurunkan TPT dalam molases menjadi 15oBrix,  pH molases yang sudah diencerkan diatur pada pH 5 dengan penambahan NaOH dengan tujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dari Saccharomyces cerevisiae dari penambahan fermipan. Fermentasi dilakukan pada suhu ruang selama 24, 48 atau 72 jam setelah ditambahkan urea dan fermipan. Setelah itu dilakukan destilasi selama 3-4 jam.
BB Pascapanen sudah dapat menghasilkan teknologi produksi bioetanol dari molases tebu dengan hasil rendemen bioetanol yang tinggi yaitu sekitar 40-45% dengan kadar alkohol diatas 90% dengan 1 kali proses destilasi. Teknologi tersebut sangat membantu dalam menyediakan ketersediaan etanol yang saat ini mengalami kelangkaan.(*)
 

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Hendrajoni, Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat

Pesisir Selatan,-Hendrajoni,  bupati Pesisir Selatan, akan kembali  maju di Pilkada 9 Desember 2020, ingin kembali memfokuskan pembangunan infrastruktur di Negeri sejuta pesona,...

Seorang Nenek ditemukan Meninggal Dunia Dengan Luka Tusukan

Payakumbuh,-Warga Payobadar Payakumbuh Timur pada Jumat 18/9 pagi digemparkan dengan penemuan mayar seorang nenek dalam warung tempat almarhumah sehari hari berjualan.

Wabup Tanah Datar Buka PBAK IAIN Batusangkar

Tanah Datar, Kamis-17/09-20. Dengan Mengusung Tema “Moderasi Beragama dalam Bingkai Kearifan Lokal Menuju Kampus Global di Era Industri 4.0”. 1.955 Mahasiswa Baru...

Rudi Hariyansyah, Tegaskan Prestasi Olahraga di Pessel Harus Maju

Pesisir Selatan,-Bakal calon wakil bupati Rudi Hariyansyah, sangat mendukung kemajuan prestasi olahraga di Kabupaten Pesisir Selatan,  maka hal tersebut menjadi perhatian serius...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Balitbangtan Siap Lepas Kacang Hijau Tahan Salin

Indonesia diperkirakan memiliki lahan salin seluas 0,4 juta hektare (ha) yang membentang sepanjang pantai utara dan selatan Pulau Jawa, Aceh, Nias, Sulawesi...

Jakob Oetama; Tokoh Wartawan Legendaris

Di tahun 2018 dalam Rangkaian Acara Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas ketika itu, salah satu narasumber kunci Usman Kansong Direktur...

Riwayat Pemilu 1955

Pesta Demokrasi yang diadakan pada Tahun 1955 merupakan Pemilu yang pertama dalam sejarah bangsa Indonesia. Waktu itu Republik Indonesia berusia 10...

Keluhan PDI Perjuangan Atas Perolehan Suara Di Sumbar Ini Komentar Jerry Massie

Pernyataan Puan Maharani atas kegagalan PDI Perjuangan yang gagal meraup suara di Sumatera Barat menuai kritikan dari berbagai kalangan. Direktur Eksekutif Political...
- Advertisement -