30 C
Padang
Kamis, Februari 25, 2021
Beritasumbar.com

Menteri politik Jokowi berwatak Orde Baru
M

Kategori -

Oleh : Didik Supriyanto

Sebulan berlalu, mulai tampak kerja nyata Kabinet Kerja bentukan Presiden Joko Widodo. Kementerian bidang kesejahteraan bergerak cepat mengeluarkan KIP, KIS, dan KKS sebagai jaring pengaman sosial atas kenaikan harga BBM bersubsidi yang dikalkulasi kementerian bidang perekonomian. Langkah cepat kementerian bidang maritim membuat kita sadar, betapa bayak salah urus di bidang martim ini.

Namun jika memperhatikan kerja kementerian bidang hukum dan politik, maka muncul catatan negatif. Tindakan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menghentikan sementara pembuatan e-KTP, memang bisa diterima. Sudah menjadi rahasia umum, banyak ketidakberesan di sini. Tetapi pernyataannya, bahwa server e-KTP ada di luar negeri, menunjukkan Tjahjo belum paham sepenuhnya masalah ini.

Sebelumnya, sehari setelah dilantik, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly mengesahkan kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di bawah Muhammad Romahurmuziy. Padahal kisruh di PPP sedang kuat-kuatnya sehingga diperlukan kebijakan yang sangat hati-hati untuk pengesahan kepengurusan ini.

Tentu saja keputusan super cepat Yasonna itu tidak lepas dari kepentingan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang tengah bersaing keras dengan Koalisi Merah Putih (KMP) di DPR. Namun justru di situ masalahnya: Yasonna lebih bertindak sebagai politisi daripada pejabat negara. Padahal seorang politisi harus segera membuang kepentingan politiknya begitu selesai mengucapkan sumpah jabatan.

Di tengah perpecahan Partai Golkar, Selasa (25/11), Menteri Koordinator Hukum Politik dan Keamanan, Tedjo Edhy Purdijatno, membuat pernyataan mengagetkan, “Saya sarankan Polri supaya tidak berikan izin di Bali tanggal 30.”

Maksudnya, Tedjo minta agar Polri tidak izinkan penyelenggaraan Munas Partai Golkar pada 30 November nanti. Inilah munas yang dihendaki kubu Aburizal Bakrie, tapi ditolak kubu Agung Laksono.

Pernyataan Tedjo itu mengingatkan kita pada cara-cara pemerintah Orde Baru mengendalikan gerakan partai dan ormas. Jika ada partai atau ormas berbeda dengan pemerintah, maka utusan pusat bersama ABRI akan memecah partai atau ormas itu. Caranya dengan menggunakan politik perizinan. Pihak yang berseberangan tidak diberi izin, sedang pihak yang bersekutu diberi izin, bahkan ditambah berbagai fasilitas lain.

Pemerintah pasca Orde Baru mungkin tidak perlu ngerecokin partai atau ormas agar pecah. Sebab, ketidakdewasaan para elit partai sudah dengan sendirinya menciptakan perpecahan. Lihat saja perjalanan partai-partai besar selama 15 tahun terakhir. Untungnya pimpinan ormas besar, seperti NU dan Muhammadiyah tidak punya penyakit ini, sehingga apa pun perbedaan di antara mereka, organisasi tetap solid.

Perpecahan Partai Golkar selalu berulang setiap kali selesai pemilu. Namun, para menteri Jokowi tidak perlu mengambil manfaat dari perpecahan ini. Bahwa gerakan KMP yang melawan KIH dan pemerintahan Jokowi-JK sangat dipengaruhi oleh Partai Golkar merupakan fakta politik yang harus dihadapi. Tetapi ikut bermain-main di tengah kecamuk Partai Golkar, justru menunjukkan ketidakdewasaan seorang menteri.

Sudah menjadi kewajiban negara untuk melindungan hak politik, hak berserikat, dan hak berkumpul setiap warga negara. Siapa pun orangnya, dari manan pun latar belakangnya, serta apa pun partai dan ormasnya, negara harus melindungi jika mereka mengadakan pertemuan. Negara harus menjamin keamanan dan keselamtan pada saat mereka berkumpul dan menyatakan pendapat.

Oleh karena itu, pernyataan dan tindakan Tedjo itu jadi ironi. Dengan dalih menjaga keamanan dan kenyamanan Bali yang sedang peak season wisata, Polri diminta tidak memberikan izin Munas Partai Golkar kubu Aburizal. Padahal, justru sebaliknya yang mesti dilakukan: siapa pun yang hendak berkumpul, negara wajib melindungi.

Alasan Tedjo bahwa Munas Partai Golkar akan menggangu bisnis wisata di Bali juga berlebihan. Sebab acara Partai Golkar itu tidak menyebar ke seluruh obyek wisata. Munas digelar di satu titik, di mana polisi bisa mengamankannya dengan baik.

Jika polisi bersikap tegas, siapapun yang akan mengganggu munas akan ditindak, maka kelompok-kelompok yang tidak setuju dengan acara itu, pasti tidak akan menggangu, apalagi bikin rusuh. Mereka pasti cari cara lain yang lebih beradab.

Itulah cara negara melindungi hak berserikat dan berkumpul warga negara yang dijamin konstitusi. Bahwa perserikatan atau perkumpulan itu mengkritik atau bersikap opisisi terhadap pemerintahan Jokowi-JK, ya harus dihadapi dengan cerdas. Sebab, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, jika semua pihak berniat menjaga Republik ini dan menyejahterakan rakyatnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Jadi Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto Dukung Penuh Program Presisi Kapolri

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menunjuk Komjen Pol Agus Andrianto menjabat Kabareskrim Polri. Sebelumnya, Agus menjabat Kabaharkam Polri.
- Advertisement -

Jadi Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto Dukung Penuh Program Presisi Kapolri

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menunjuk Komjen Pol Agus Andrianto menjabat Kabareskrim Polri. Sebelumnya, Agus menjabat Kabaharkam Polri.

Musda LPPKI DPW Sumbar Dibuka Langsung Ketum LPPKI Azwar Siri.SH

Lembaga Perlindungan dan Pemberdayaan Konsumen Indonesia (LPPKI) Dewan Pimpinan Wilayah Sumbar menyelenggarakan Musayawarah Daerah (Musda). di Meeting Room Kave Uj By Pas Kota Padang. Sabtu kemaren.
- Advertisement -

Tim Penilai Dari Provinsi Sambangi Dasawisma Melati 25 Padang Tinggi Piliang

Tim penilai Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sambangi Dasawisma Melati 25 Kelurahan Padang Tinggi Piliang yang merupakan wakil Kota Payakumbuh untuk lomba Dasawisma berprestasi tingkat Provinsi Sumbar yang akan bersaing memperebutkan posisi pertama dengan lima dasawisma lainnya di Sumbar.

KERANJINGAN JADI PEJABAT

“Setiap (pejabat) ketua atau sejenisnya adalah PemimpinTapi setiap Pemimpin belum tentu jadi pejabat,Karena Pemimpin adalah amanah terberat dari-Nya,Maka, tidaklah sulit menjadi pejabat ini dan...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

BANGKITKAN KESADARAN !!!

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...

SEBERKAS CAHAYA DI BUMI MEMPAWAH

“Segelap apapun dunia ini, pasti ada cahayaTergantung bagaimana kita menerimanyaKarena kita manusia dibekali akal fikiranOrang bijak kata; jika tak ada kayu rotanpun jadiMaka, setelah...

KERANJINGAN JADI PEJABAT

“Setiap (pejabat) ketua atau sejenisnya adalah PemimpinTapi setiap Pemimpin belum tentu jadi pejabat,Karena Pemimpin adalah amanah terberat dari-Nya,Maka, tidaklah sulit menjadi pejabat ini dan...

TAN GINDO; APA YANG ENGKAU CARI !?

“Mereka-dia yang berjasa dalam hidupmu,semua yang tersedia dalam jagat rayaSekecil apapun itu, sifat dan ragam bentuknyaSemua adalah ayat-ayat Tuhan yang berjalanBerbagai peristiwa adalah bentuk...

SEKOLAH MERDEKA-KU (2)

"Diri kita bukan hanya milik sendiri, tapi juga orang terdekat,bahkan, darah orang tua dan sanak saudara kita mengalir dalam nadi,namun ingat, ada teman-sahabat dan...

SEKOLAH MERDEKA-KU (1)

“Ketika ruh ditiupkan sang Khalik dalam Rahim ibumu dan diterima,Sebuah modal hidup; mata, mulut, hati dan fikiran dan lainnya sudah tersediaNamun, kenapa engkau penjarakan,...

CUDIN, SAHABAT YANG UNIK

“Siapapun orang disekitarmu atau diluar sana, Mereka adalah mereka, dia adalah dia…! jangan berharap mereka kan pernah menjadi dirimu atau dirimu akan menjadi seperti mereka dan dia berkacalah dan jadilah dirimu sendiri…”

Mama, Aku Pengin Jadi Pilot Pesawat Tempur

“Hidup tanpa cita-cita seperti berlayar tampa nahkoda, …maka bermimpilah, sebelum mimpi itu dilarang”

TAN GINDO NAMAKU

“Lanjutkan perjuangan hingga ajal menjemput, meski sedikit yang penting berarti, selebihnya berarti mati…”

Menanam Kejujuran Di Lahan Kebohongan

Ketika seseorang anak bayi lahir oleh siapapun orang tuanya atau di daerah manapun serta apapun suku bangsanya, didalam dirinya sudah tertanam sifat jujur, karena sifat jujur tersebut adalah suci. Ciri-ciri yang paling kentara dari kejujuran seorang anak kecil adalah ketika dia digendong oleh seseorang yang tidak dengan ikhlas atau sepenuh hati menggendongnya.
- Advertisement -