31 C
Padang
Selasa, Maret 9, 2021
Beritasumbar.com

Menakar keseriusan Mark Zuckerberg melindungi Muslim di Facebook
M

Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, menyampaikan bahwa dirinya akan berjuang untuk melindungi hak-hak para Muslim, dan menjamin mereka akan “selalu diterima” di Facebook.

“Bila Anda seorang Muslim dalam komunitas ini (baca: jejaring sosial Facebook), sebagai pemimpin Facebook, saya ingin Anda tahu bahwa Anda selalu diterima di sini, dan kami akan berjuang untuk melindungi hak Anda, serta membangun lingkungan yang damai dan aman,” tulis Zuckerberg, Kamis (10/12/2015).

Media menyebut pernyataan Zuckerberg itu sebagai respon terhadap Donald Trump, bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik. Baru-baru ini, Trump melempar ide untuk melarang Muslim memasuki AS, dan menuai banyak kritik karenanya.

Meski begitu, Zuckerberg tidak terang-terangan menyebut Trump dalam pernyataan itu. Ia justru memberikan konteks, ihwal situasi pasca serangan teroris di Paris, Perancis.

“Setelah serangan Paris dan kebencian pekan-pekan terakhir, saya bisa membayangkan rasa takut umat Muslim, merasa bahwa mereka akan dianiaya hanya karena tindakan orang lain,” demikian Zuckerberg menjelaskan latar pernyataan itu.

Miliuner 31 tahun itu turut menyinggung latar belakangnya sebagai seorang Yahudi. “Sebagai seorang Yahudi, orang tua saya mengajarkan kami agar berani melawan serangan terhadap semua komunitas. Bahkan bila serangan itu tidak ditujukan pada Anda hari ini, pada akhirnya serangan pada kelompok tertentu akan melukai semua.”

Status Zuckerberg itu menjadi viral. Jumat pagi (11/12), ada sekitar 1,3 juta pengguna memberikan tanda suka. Pun lebih dari 193 ribu orang telah membagikannya kembali.

Komentar juga riuh berdatangan. Umumnya memberikan apresiasi kepada Zuckerberg, seturut semangat melawan streotip negatif terhadap Muslim–yang hadir menyusul aksi-aksi terorisme.

I want to add my voice in support of Muslims in our community and around the world.After the Paris attacks and hate…

Posted by Mark Zuckerberg on Wednesday, 9 December 2015

Agaknya pernyataan itu juga tidak mengherankan, bila mengingat Facebook punya banyak pengguna di negara Muslim.

Patut pula dicatat bahwa Zuckerberg tidak memerinci bagaimana cara Facebook menjamin dan melindungi umat Muslim di layanan mereka. Lantas seberapa serius Zuckerbeg dengan pernyataan itu?

Hal tersebut, boleh saja ditakar dalam sejumlah kasus yang pernah terjadi di Facebook.

Pasca serangan bom di Paris, Perancis, Facebook dikritik sebagian penggunanya. Pasalnya, saat itu serangan juga terjadi di Beirut, Libanon. Sementara Facebook hanya menyediakan fitur “Safety Check” dan “Foto Profil Solidaritas” untuk Paris.

Beberapa pengguna turut mempertanyakan posisi Facebook terhadap kekerasan dan perang di negara muslim, macam Palestina.

Catatan lain datang dari The New York Times, yang menyebut bahwa secara teknis Facebook berusaha memisahkan antara diskusi dan serangan kebencian terhadap agama tertentu. Pada 2012, Facebook memblokir tautan ke sebuah video anti-Islam di Pakistan.

Balik ke tahun 2010, Facebook menolak menghapus laman yang berhubungan dengan “Everybody Draw Muhammad Day”, yang muncul karena pembelaan netizen seputar kebebasan berbicara, setelah dua kartunis yang membuat gambar Nabi Muhammad mendapat ancaman pembunuhan.

Facebook berargumen bahwa kampanye itu lebih serupa diskusi, ketimbang ujaran kebencian.

Pada kasus teranyar, kontributor Forbes, Emma Woollacot, mencatat Facebook tidak memenuhi permintaan pengguna untuk menghapus video pidato Trump–yang dianggap sebagian orang memuat ujaran kebencian.

Seorang juru bicara Facebook mengaku bahwa mereka tidak menghapus konten Trump, karena menganggapnya sebagai gagasan politik.

“Ketika kami meninjau laporan terhadap konten yang mungkin melanggar kebijakan, kami meletakkannya pada konteks sebagai pertimbangan. Konteks itu dapat mencakup nilai dari sebuah gagasan politik,” kata juru bicara Facebook itu. (Oleh : Muammar Fikrie )

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Arif Berbahagia, Usai Direhab Kunci Rumahnya Diserahkan Oleh Langsung Wawako

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Rifdi Yosanmanta atau Arif (38 tahun) dan istrinya Delfarita (36), warga Padang Palasan Kelurahan Sicincin tak kuasa menahan haru bahagia saat Wakil Wali Kota Erwin Yunaz menyerahkan kunci secara simbolis pertanda rumahnya telah selesai di rehab, Senin (8/3).
- Advertisement -

Rizki Kurniawan Himbau Untuk Membumikan Al Quran

Lima Puluh kota, BeritaSumbar.com, - Dalam rangka persiapan pengiriman kafilah MTQ Kabupaten Lima Puluh Kota untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota melalui Bagian Kesra melakukan rapat persiapan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Sarilamak, Senin, (8/3/2021).

SLB Negeri 1 Padang Lakukan Ujian Akhir Satuan Pendidikan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).
- Advertisement -

Safaruddin Dt. Bandaro Rajo Apresiasi Dasawisma Nagari Sungai Balantiak

Limapuluh Kota, BeritaSumbar.com,- Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo membuka secara resmi kegiatan pencanangan bulan bhakti dasawisma dan bulan bakti gotong royong masyarakat (BBGRM) ke XVIII tingkat Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2021, yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Lima Puluh Kota, mengambil tema "Kita perkuat semangat gotong royong untuk meningkatkan ketangguhan keluarga dalam masa pandemi COVID-19", Sarilamak, Selasa, (9/3/2021)

Pemko Payakumbuh Kembali Seleksi 159 Calon Paskibraka

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Pemerintah Kota Payakumbuh kembali menyeleksi sebanyak 159 orang siswa-siswa SLTA se Kota Payakumbuh sebagai calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2021, di Sekretariat Paskibraka, tepatnya Lapangan Pacuan Kuda Kubu Gadang, Senin (8/3).
- Advertisement -

Tulisan Terkait

USTADZ GURU; SANG KOMANDAN

“Pandai mengeluh sudah bawaan manusiaTak dipelajari sepertinya dia datang sendiriTapi jiwa optimis harus dilatih dan ditumbuhkanSebab alam mengajarkan semua makluk bisa bertahanBahkan manusia bisa...

CURHAT NYI BLORO; RATU LAUT KIJING

“Berani karena benar, takut karena salah,Rajin pangkal pandai (pintar), bisa karena biasa,Hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin,Maka pelajarilah sebab musababnya itu,& berharaplah takdir bisa...

BANGKITKAN KESADARAN !

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...

SEBERKAS CAHAYA DI BUMI MEMPAWAH

“Segelap apapun dunia ini, pasti ada cahayaTergantung bagaimana kita menerimanyaKarena kita manusia dibekali akal fikiranOrang bijak kata; jika tak ada kayu rotanpun jadiMaka, setelah...

KERANJINGAN JADI PEJABAT

“Setiap (pejabat) ketua atau sejenisnya adalah PemimpinTapi setiap Pemimpin belum tentu jadi pejabat,Karena Pemimpin adalah amanah terberat dari-Nya,Maka, tidaklah sulit menjadi pejabat ini dan...

TAN GINDO; APA YANG ENGKAU CARI !?

“Mereka-dia yang berjasa dalam hidupmu,semua yang tersedia dalam jagat rayaSekecil apapun itu, sifat dan ragam bentuknyaSemua adalah ayat-ayat Tuhan yang berjalanBerbagai peristiwa adalah bentuk...

SEKOLAH MERDEKA-KU (2)

"Diri kita bukan hanya milik sendiri, tapi juga orang terdekat,bahkan, darah orang tua dan sanak saudara kita mengalir dalam nadi,namun ingat, ada teman-sahabat dan...

SEKOLAH MERDEKA-KU (1)

“Ketika ruh ditiupkan sang Khalik dalam Rahim ibumu dan diterima,Sebuah modal hidup; mata, mulut, hati dan fikiran dan lainnya sudah tersediaNamun, kenapa engkau penjarakan,...

CUDIN, SAHABAT YANG UNIK

“Siapapun orang disekitarmu atau diluar sana, Mereka adalah mereka, dia adalah dia…! jangan berharap mereka kan pernah menjadi dirimu atau dirimu akan menjadi seperti mereka dan dia berkacalah dan jadilah dirimu sendiri…”

Mama, Aku Pengin Jadi Pilot Pesawat Tempur

“Hidup tanpa cita-cita seperti berlayar tampa nahkoda, …maka bermimpilah, sebelum mimpi itu dilarang”
- Advertisement -