27.3 C
Padang
Senin, November 29, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

MDN-G Hadir Diwaktu yang Tepat
M

Kategori -
- Advertisement -

Kebakaran pasar yang terjadi di Kota Bukittinggi selain telah menyebabkan kerugian materi, juga merenggut mata pencarian pedagang korban kebakaran, yang tentunya berdampak terhadap perekonomian rumah tangga mereka.

Oleh : Hamriadi

Kondisi demikian tersebut, apa lagi di masa pandemi covid19, semua orang tengah mengalami kesulitan ekonomi, musibah kebakaran yang dialami para pedagang merupakan cobaan sangat berat tentunya.

Kebutuhan hidup harian yang tadinya hanya menompangkan dari berjualan, kini terpaksa sementara waktu terhenti sudah.

Uluran tanggan dari dermawan, besar atau kecil bantuan yang didapat akan dirasakan bagi mereka korban kebakaran, sesuatu yang sangat luar biasa.

Bahkan dapat diibaratkan mereka para korban kebakaran, seumpama tengah sedang berada di padang pasir, diterpa pula cuaca panas matahari sehingga kehausan, berharap ada orang memberi air, mungkin hal itu lah yang mereka inginkan.

Sekiranya Minang Diaspora Network Global (MDN-G), dapat diumpamakan pahlawan yang didatangkan pemberi dahaga bagi mereka yang sedang kehausan tersebut.

Paling tidak atas dari bantuan dana yang telah diberikan MDN-G, sedikit telah meringankan korban kebakaran di pasar kota Bukittinggi akan kebutuhan ekonomi rumah tangga mereka.

Laporan adanya bantuan dari MDN-G, bagi mereka para korban kebakaran di Pasar Aur Tanjungkang tentunya para pedagang memiliki harapan besar, akan bisa menopang sementara waktu guna membeli kebutuhan yang akan diperlukan.

Penyaluran bantuan menurut rencana pada Rabu (24/11/2021), sebanyak 26 orang korban kebakaran tampak telah menanti kedatangan dermawan dari MDN-G ke lokasi kebakaran, sejak dari pagi.

Pedagang korban kebakaran menunggu kedatangan MDN-G, sebagian ada yang duduk di areal lokasi kebakaran, dan ada pula duduk di dekat tokoh yang ada di sekitar lokasi kebakaran itu.

Meski rasa tegar atas cobaan tengah mereka derita telah ditunjukkan, namun raut wajah kesedihan korban kebakaran tetap tak bisa disembunyikannya.Satu dari 26 orang korban kebakaran menarik perhatian media ini.

Pria paroh baya tampak tegar akan musibah yang dialami, tarlihat duduk di emperan toko yang berada di dekat lokasi kebakaran.

Kiosnya yang telah terbakar beserta kios para pedagang yang lain, Selasa (16/11/2021), sekitar pukul 08.15 WIB, meski sudah dibersihkan, serta telah juga direncanakan pemerintah untuk secepatnya dibangun kembali, namun kesedihan tetap tampak terpancar di wajah pria bersandal jepit tersebut.

Duduk tertunduk lesu di emperan toko dengan se sekali merundukkan kepala, dan menoleh kan pandangan mata nya ke areal lokasi kebakaran yang telah bersih dari material sisa kebakaran, pria berbadan itu, seakan berharap derita akan musibah kebakaran segera cepat berlalu.

Melihat pria yang baju kaos bercelana pendek tersebut, media ini lalu menghampirinya, dan mengambil duduk disebelah kirinya, lantas pria yang berkulit gelap ini, menyadarkan punggung nya ke dinding tokoh yang masih tertutup.

Se sekali ia tampak mengerutkan dahi terkesan tengah sedang berfikir panjang. Melihat media ini duduk disebelah nya, lalu ia mulai mengajak ngobrol.

“Dari mana pak, apa bapak rombongan dari Minang Diaspora,” ucapnya memulai pembicaraan kepada media ini.

Pria paroh baya yang rambut mulai memutih ini, rupanya bernama Hen (52). Ia mengatakan tak menyangka musibah kebakaran akan dialaminya.

Dengan mata memerah, ia mengaku pakaian berada di dalam kiosnya semuanya sudah hangus terbakar.

“Semuanya hangus terbakar. Di kios saya, tidak hanya pakai seken ada di dalamnya. Barang baru sekitar satu karung merupakan pakian seragam sekolah juga hangus,” ucapnya dengan tatapan mata yang kosong.

Lokasi kebakaran kini telah bersih. Sebagian dari para pedagang korban kebakaran, khususnya yang menjual pakian, memanfaatkan areal sudah bersih tersebut untuk menjajakan dagangannya yang masih bisa dijual.

Berharap dagangan diletakkan hanya beralaskan karung plastik akan ada pembeli datang berbelanja. Hingga siang menjelang sore, belum ada satupun dagangannya laku terjual.

Di tengah rasa risau tak sepeser pun uang akan dibawa pulang karena tak berjual beli. Dari kejauhan keramaian pasar, terlihat datang Wakil Bendahara MDN-G, Yeni Halim.

Melihat kedatangan Yeni didampingi anggota MDN-G, belasan pedagang yang tadinya sudah menanti, langsung menyambut wanita berhijab tersebut.

Di lokasi, Yeni terlihat memperhatikan lokasi yang terbakar. Setelah melihat lokasi yang terbakar, Yeni Halim yang bermaksud memberikan bantuan dari MDN-G ke korban kebakaran, menyampaikan keinginannya itu.

Bak gayung bersambut, para korban kebakaran yang tengah dililit rasa sedih akan memenuhi kebutuhan ekonomi, sedikit mulai sumbringah, gembira dan senang, seolah ada secercah harapan.

Rupanya benar, bertempat di Surau Gonjong, yang berada di lokasi kebakaran, Yeni lalu memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta untuk per masing-masing korban.

Yeni kepada para pedagang korban kebakaran berucap, sebagai pengurus Minang Diaspora, apa terjadi ke pedagang, Minang Diaspora sangat prihatin.

Menurut Yeni, MDN-G tadinya berniat akan memberikan bantuan uang tunai ke pedagang pada 3 Desember 2021.

“Karena para pedagang mengeluhkan jika tidak berjualan tidak bisa makan, akhirnya MDN-G memberikan bantuan Rp1 juta hari ini. Mudah-mudahan nanti ada tambahan,”

“Niat MDN-G, jangan sampai para pedagang meminjam modal ke rentenir. Meminjam uang ke rentenir nantinya tidak akan memberikan keberkahan, dan pedagang sendiri akan terjerat hutang yang tidak ada berkesudahan,” ucapnya.

Yeni juga mengucapkan rasa terimakasih kepada donatur, perantau Minang yang telah membantu para korban musibah kebakaran.

Usai menyerahkan bantuan ke korban kebakaran, Yeni juga menyempatkan diri mengunjungi lokasi kebakaran di Pasar Bawah, tepatnya di dekat kantor unit Pasar Bawah pada Rabu (24/11/2021), sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Di lokasi, Penanggungjawab Pasar Bawah, Salman juga tengah berada dilokasi kebakaran. Salman menyampaikan bahwa dalam peristiwa kebakaran, telah menghanguskan 20 lapak pedagang.

Ke-20 lapak yang terbakar yaitu, tempat pedagang berjualan kebutuhan harian, rempah-rempah, sayur-mayur dan menjual barang pecah belah.

Yeni kepada Salman berharap agar pemerintah segera memastikan jumlah korban kebakaran, karena jika MDN-G bakal akan memberi bantuan telah mendapatkan data yang jelas. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img