Minimalis, cantik dan cukup megah. Itulah bentuk fisik Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel) di Kelurahan Tanah Mati, Kecamatan Payakumbuh Barat. Letaknya pun berdampingan SD Al-Azhar kelurahan setempat. Peresmian bangunan itu, dilakukan Wakil Walikota Payakumbuh H. Suwandel Muchtar, ditandai dengan pembukaan selubung papan nama Poskeskel, Minggu (16/2).
Saat peresmian Poskeskel, juga hadir Kadis Kesehatan Elzadaswarman, Ketua GOW Hj. Ny. Rasyidah Suwandel, dua anggota DPRD Efri dan Abdul Khair, Camat Payakumbuh Barat, Nurdal, sejumlah Kepala Kelurahan, pengurus LPM dan tokoh masyarakat setempat.
Hadirnya Poskeskel di Tanah Mati, disambut hangat warga setempat. Dua warga, Warmi dan Beni Syaputra, atas nama tokoh masyarakat dan pengurus LPM, saat memberi sambutan, sama-sama mengucapkan terima kasih, atas kepedulian Pemko membangun Poskeskel. “Kami akan memelihara bangunan ini sebaik-baiknya pak Wawako,” kata kedua tokoh itu.
Wakil Walikota Suwandel Muchtar, dalam sambutannya, mengatakan, kehadiran bangunan Poskeskel tak lepas dari peran serta masyarakat, dengan menyediakan tanah tanpa meminta ganti kerugian. Poskeskel, katanya, sangat diharapkan warga, karena akan memudahkan publik mendapatkan pelayanan kesehatan. Pemko mentergetkan, seluruh kelurahan punya Poskeskel, katanya. Walau begitu, sebut Wawako, tindakan preventif atau mencegah lebih baik dari mengobati, simpulnya.
Kepala Dinas Kesehatan Elzadaswarman, melaporkan, bangunan Poskeskel itu dibiayai dana alokasi khusus lebih kurang Rp. 400 juta. Saat ini, ungkapnya, Payakumbuh sudah punya 15 Poskeskel. Dinkes akan berusaha mendapatkan dana pembangunan Poskeskel ke pusat, sepanjang pihak kelurahan bersama LPM mampu menyediakan tanah untuk ini, minimal 200 meter.
Poskeskel ini, katanya, dapat dimanfaatkan untuk konsultasi kesehatan bagi warga setempat. Karena, disetiap Poskeskel dilengkapi dengan seorang tenaga bidan, yang akan memberikan pelayanan lebih dekat dengan masyarakat.
