25 C
Padang
Jumat, Januari 21, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Lima Kecamatan Di Payakumbuh Berebut Gelar Juara B3A
L

Kategori -
- Advertisement -

Lima TP-PKK kecamatan di Kota Payakumbuh, saling berebut gelar juara dalam Lomba B3A (Beragam, Bergizi, Berimbang dan Aman) 2014. Lomba ini berlangsung di halaman Kantor Camat Kecamatan Payakumbuh Timur, Jum’at (22/8). Pemenangnya, akan mewakili Payakumbuh ke lomba yang sama tingkat Sumatera Barat, sekitar September atau Oktober mendatang.

Lomba B3A tersebut dibuka Walikota Payakumbuh diwakili Staf Ahli Walikota dr. Hj. Merry Yuliesday, dihadiri Ketua TP-PKK Payakumbuh Ny. Dr. Henny Riza Falepi, Kepala BPMP-KB Drs. Harmayunis, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Ir. Syahril dan Camat Payakumbuh Timur Edvidel Arma, S.IP serta sejumlah undangan lainnya.

Tujuan lomba, seperti disampaikan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Syahril, untuk memotivasi masyarakat dalam mengkonsumsi makanan yang sehat, beragam, bergizi, berimbang dalam jumlah yang cukup, tidak berlebih dan berkurang. Gerakan dan kampanye konsumsi pangan B3A perlu dilakukan terus menerus, di antaranya lewat lomba ini. Setiap kecamatan menampilkan dua paket menu B3A, sehingga makanan yang dinilai berjumlah 10 paket.

Untuk mensosialisasikan kampanye konsumsi B3A, Kantor Ketahanan Pangan menggandeng TP-PKK yang banyak berdekatan dengan kaum ibu kelurahan. Makanya, dalam lomba tersebut tim penilainya langsung dipimpin Ketua TP-PKK Ny. Dr. Henny Riza Falepi, melibatkan unsur SKPD terkait dan pengurus TP-PKK lainnya.

Menurut ketua tim penilai Henny Riza Falepi, hidangan yang disajikan peserta, tidak hanya dilihat dari bentuk fisiknya. Tapi, benar-benar memperhatikan karakteristik makanan yang sesuai dengan pola B3A. Dikatakan, impian setiap individu ingin hidup sehat, sejahtera, aman dan produktif. Untuk hidup sehat dan produktif, manusia memerlukan pangan berupa karbohidrat, protein, vitamin, lemak dan mineral. Masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda, ada yang sebagai sumber tenaga, sumber zat pembangun, dan sumber zat pengatur.

“Dahulu dikenal dengan pola makan 4 sehat 5 sempurna, seiring dengan berjalannya waktu, kebutuhan dan perubahan tingkat ekonomi, maka saat ini dikenal dengan pola makan B3A (Beragam, Bergizi, Berimbang dan Aman),” jelas Ny. Henny Riza.

Lomba cipta menu pangan B3A, diharapkan berbasis sumberdaya pangan lokal yang seyogianya dilakukan rutin setiap tahun. Tujuan yang ingin dicapai, mendorong dan meningkatkan kreativitas masyarakat, umumnya kaum ibu rumah tangga, dalam memilih, menentukan, menyusun, dan menciptakan menu dengan pola B3A. Keluarga yang mampu memelihara pola makan B3A akan mampu menciptakan SDM yang berkualitas, simpulnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img