31 C
Padang
Selasa, Desember 7, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Kota Payakumbuh Dan Limapuluh Kota Menuju Destinasi Utama Randang Dunia
K

- Advertisement -

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,-Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota ke depan Insha Allah sedang menuju destinasi utama Randang Dunia. “Hal ini karena dari sejumlah kajian akademik telah terungkap bahwa sejumlah jenis rendang tradisional tertua dan sangat unik ada dan berasal dari sini,’ ungkap Noviyanty Awaluddin, SH.MM, Kepala Seksi Permuseuman Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, disela kunjungannya ke sejumlah lokasi spot Randang yang berada di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota sejak Selasa 3/9 lalu.

Besar dan menguatnya perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada masalah randang ini tentu saja terkait karena Randang telah berkali-kali dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia oleh sejumlah kantor surat kabar Internasional. Salah satu kantor berita yang sangat intensif memberikan apresiasinya seperti CNN Travel yang juga selalu mengekspos berbagai kuliner terkenal di dunia.

“Randang adalah kuliner khas tradisional Minangkabau yang dapat dijumpai di Rumah Makan Padang di seluruh dunia. Masakan ini sekarang tidak lagi hanya terkenal di lingkungan masyarakat Minangkabau, karena randang memang disajikan di berbagai upacara adat dan perhelatan istimewa masyarakat kita. Tetapi kini rendang juga mehnjadi masakan favorit bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Filiphina, Thailand dan mancanegara. Bahkan sejak tahun 2011, randang telah dinobatkan berkali-kali sebagai hidangan yang menduduki peringkat pertama terlezat dalam daftar World’s 50 Most Delicious Foods versi CNN International,” jelas Budayawan Yulfian Azrial,S.E, Konsultan Museum dari Balai Pembinaan Museum & Perpustakaan Indonesia, yang turut mendampingi Tim Kajian Museum Randang ini.

Museum Rendang Akan Segera Berdiri

Bertolak dari keberadaan randang yang telah menjadi trademark Minangkabau dengan segala keunikan dan citarasanya yang luar biasa, maka menurut Noviyanty Insha Allah dalam waktu dekat akan berdiri Museum Randang Sumatera Barat di Padang.
“Mendirikan Museum tentu adalah langkah yang sangat penting dan strategis. Sebab dengan berdirinya museum di Sumatera Barat tentu akan mengukuhkan Minangkabau sebagai Asal-usul randang dunia. Selanjutnya ke depan dengan adanya museum randang ini masyarakat kita terutama generasi penerus akan memiliki ruang edukasi, informasi, historical berupa media-media  ; Fotografi, Multimedia Audio Video, Display Buku, Info Grafis, dll, lalu media pamer alat/perkakas tradisional memasak (Randang) : seperti parutan, kacik (impitan), belanga, dll, yang terkait dengan randang,” ujar Noviyanty Awaluddin yang juga adalah Ketua AMIDA (Asosiasi Museum Daerah) Sumatera Barat ini.

Diungkapkan juga oleh Noviyanty S.H,M.M pada wartawan, bahwa sebelum fokus ke Payakumbuh dan Lima Puluh Kota sebagai lokus destinasi utama Randang, ia dan Tim Kajian Museum Randang juga telah melakukan penelitian ke berbagai spot randang lainnya, seperti ke Canduang di Kabupaten Agam, ke Pasaman serta ke Pesisir Selatan.

“Maka untuk kepentingan pendirian Museum Randang itu sekarang kita tengah melakukan serangkaian kajian menyeluruh, sehingga kita mendapatkan informasi yang lengkap tentang Randang. Dengan adanya Museum Randang ini nanti kita berharap museum ini tidak hanya sekadar menjadi ruang pamer, tetapi lebih jauh akan sangat bermanfaat sebagai ruang study kuliner minang, pelatihan, seminar, talkshow, dll,” tambah Noviyanti.

Payakumbuh dan Lima Puluh Kota Memang Luar Biasa

Kepada wartawan Noviyanty juga mengakui, ternyata keberadaan Kota Payakumbuh dan Lima Puluh Kota memang luar biasa. Bahkan menurut beliau, sampai saat ini baru Pemerintah Kota Payakumbuh yang memiliki unit khusus yang mengurus randang, yaitu  UPT Randang yang berada di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Ibu Noviyanty S.H,MM dan rombongan, saat meninjau peralatan modern Industri Randang Payakumbuh, didampingi Bode Arman, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota payakumbuh di Instalasi UPT Randang.

“Adanya UPT Randang ini jelas terobosan yang luar biasa. Mudah-mudahan menjadi inspirasi oleh Pemko dan Pemkab lainnya. Lima Puluh Kota dan Payakumbuh sepertinya tidak hanya menonjol dengan randang tradisionalnya, tetapi telah memiliki visi randang yang jauh ke depan dengan bahkan mempersiapkan mesin-mesin pengolahan yang didukung teknologi modern. Bagi saya hal ini jelas sangat suprise sekali,” aku Novi.

Sementara di Lima Puluh Kota Tim Kajian Museum Randang ini juag disambut sangat antusias oleh masyarakat. Bahkan di Sitanang Muaro Lakin, rombongan tidak hanya disambut meriah dengan tari gelombang, talempong pacik, dan arak iriang, tetapi juga disambut dengan hidangan adat dan arak ariang dengan tajuk “Jamuan Manjapuik Minantu”.

“Saya terharu sekali dengan antusiasnya dukungan masyarakat di sini. Apalagi masyarakat di sini tidak lagi hanya sekadar berwacana. Di Sitanang para Bundo telah menyerahkan beberapa koleksi yang akan dipajang nanti di Museum Randang,” tambah Noviyanty pula,  sosok ramah yang tak segan-segan berjabat tangan dan berpelukan dengan para Bundo yang menyambutnya.

(Ket Foto: Ibu Noviyanty S.H,MM dan rombongan disambut hangat oleh Para Bundo dan masyarakat Nagari Sitanang Muaro Lakin, Pusek Jalo Minangkabau)

Hal ini diakui oleh Bundo Yapriati, Ketua Bundo Kanduang Kecamatan Lareh Sago Halaban.
“Benar. Kami sangat mendukung sekali didirikannya museum randang tersebut. Bahkan kami ingin di Museum Randang itu nanti ada Pojok Randang Sitanang Muaro Lakin. Insha Allah kami juga yang akan mengisi pojok tersebut dengan berbagai koleksi yang kami miliki,” ujar Bundo Yapriati dan diamini oleh sejumlah Bundo-bundo yang hadir.

Di penghujung wawancara Noviyanty juga mengakui apa yang ia temui di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota ini jelas sangat luar biasa dan melebihi dari harapan mereka. Sementara Budayawan Yulfian Azrial juga sangat berharap semoga semua ini menjadi pertanda bahwa masyarakat dan para penentu kebijakan kita makin menyadari pentingnya keberadaan dan peran museum dalam mensukseskan pembangunan dan membangun peradaban.(*)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img