30 C
Padang
Kamis, Desember 2, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Ketahanan Pangan di Sumbar Terkendala Distribusi
K

Kategori -
- Advertisement -

Padang – Badan Ketahanan Pangan Propinsi Sumatera Barat (Sumbar), melalui Kabid Kewasapadaan Pangan, Novian Jamil mengatakan bahwa masalah yang terjadi tentang ketahanan pangan Sumbar lebih pada terkendalanya pendistribusian komoditas ke daerah lain.

“Di Indonesia Sumbar termasuk daerah surplus pangan, namun dalam hal penyaluran komoditas dagang sedikit memiliki masalah,” kata Jamil, di Padang, Kamis.

Dia mengatakan kendala dalam distribusi ini berhubungan dengan budaya masyarakat Sumbar yang memiliki jiwa berdagang.

Menurutnya, masyarakat Sumbar lebih cenderung memasarkan komoditas pangan hasil produksi secara lokal.

Artinya komoditas pangan tersebut hanya menjangkau masyarakat di dalam wilayah Sumbar saja, katanya.

Akibatnya tidak terjadi penyesuaian harga dengan daerah lain, sehingga komoditas Sumbar ini sulit dipasarkan.

Hal ini kata Novian berlangsung terus menerus yang menyebabkan ketersediaan pangan lebih banyak berputar di wilayah Sumbar.

Secara pendapatan daerah katanya, hal ini tentunya mengakibatkan kerugian.

Sebab biaya produksi yang dialokasikan pemerintah nantinya tidak sebanding dengan pendapatan yang masuk.
Selain itu kerugiannya yakni tidak dikenalnya produksi pangan Sumbar di daerah lain, ucapnya.

“Kendala dalam distribusi ini memiliki keeratan dengan masalah keterjangkauan pangan nasional,” kata dia.

Selain kendala distribusi faktor lain yang mempengaruhi keterjangkauan pangan nasional ini yakni pendapatan yang kecil, tidak tersedianya sarana transportasi serta kurangnya inovasi teknologi.

Bila masalah ini tidak terselesaikan katanya, akan bermuara pada kemiskinan akibat sulit terjangkaunya pangan.

Itulah sebabnya keterjangkauan Pangan ini memperngaruhi suatu ketahanan pangan nasional yang ujungnya mencapai kedaulatan pangan, ucapnya.

Dia berharap adanya kajian dan diskusi dari perguruan tinggi dapat memberikan solusi dari permasalahan distribusi pangan tersebut.

Sementara itu Pengamat Pertanian, Fachri Achmad mengatakan bahwa salah satu upaya untuk mengantisipasi kendala distribusi dalam ketahanan pangan yakni dengan penyuluhan.

Menurutnya pemerintah dapat melakukan ajakan kepada para petani dan pedagang untuk melakukan pengelolaan komoditas yang terpadu dan berkelanjutan.

Upaya ini katanya harus dilakukan secara terus menerus dan menyeluruh meliputi seluruh aspek pertanian, ucapnya.

 

Sumber: Antara/M R Denya Utama
- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img