26.2 C
Padang
Selasa, Oktober 19, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Kemenkominfo Beberkan Dampak Positif Bermedia Sosial di Padangpariaman, Ini Kuncinya
K

Kategori -
- Advertisement -

Padangpariaman,BeritaSumbar.com, — Kemenkominfo RI menghadirkan sederet pakar internet dalam sebuah webinar di Kabupaten Padangpariaman, Sumbar. Kata para pakar itu, media sosial bila dikelola dengan baik, bisa memberi dampak positif.

Salah satu narasumber webinar, Dosen ITB, Dr Asril Pramutadi menjelaskan pemerintah telah berupaya mengatasi maraknya peredaran konten negatif di internet diantaranya melaui pemblokiran situs oleh Kemenkominfo RI.

“MUI menerbitkan fatwa MUI nomor 24 tahun 2017 tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial. Salah satu isinya mengharamkan setiap umat muslim untuk melakukan ghibah, fitnah, dan adu domba lewat media sosial,” katanya.

Dosen Luar Biasa Fikom Unisba, Aldin Aldama menjabarkan cara menjaga identitas pribadi di internet, antara lain jangan sembarangan mencantumkan atau memberikan data pribadi kepada pihak manapun.

“Luangkan waktu lebih dan teliti untuk membaca syarat dan ketentuan, berpikir matang dan tenang, hati-hati dengan link atau tautan yang diterima, gunakan password yang aman, gunakan software resmi dan lindungi dengan anti virus,” katanya dalam webinar tang digelar Senin, 16 Agustus 2021 lalu.

Kepala SMAN 1 Nan Sabaris, Edy Tyawarman menyebut komunitas akademik dalam pendidikan era digital, berperan menemukan metode pembelajaran yang inovatif.

“Sistemnya harus menarik minat siswa, bahan ajar berupa e-book, pelatihan menggunakan aplikasi, mengajarkan konsep abstrak dengan cara sederhana, serta mengajarkan agar siswa bisa melakukan pembelajaran aktif,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Kabid Persatuan Pemuda Mahasiswa Minang, Yosi Andika Putra mengajak peserta webinar untuk beretika saat berkomentar di media sosial. Caranya, kata Yosi, antara lain membaca unggahan atau melihat video secara utuh, lalu pertimbangkan dengan baik sebelum berkomentar.

“Gunakan bahasa yang sopan, mengkritik dengan isi yang berbobot, bukan menjatuhkan, serta tidak meninggalkan spam. Lalu, jangan lupa tanamkan sikap saling menghargai, selalu berpikir positif, serta ketahui, tindakan di media sosial selalu terekam pemerintah,” tutupnya.

Webinar diakhiri oleh Influencer dengan Follwers 24,9 ribu, Priscilla Gita yang menyimpulkan hasil webinar dari para narasumber.(rel)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img