25.4 C
Padang
Selasa, Januari 20, 2026
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Keluarga Korban Geram, Aib Oknum Guru SMA yang melakukan Hubungan Sesama Jenis di Padang Terbongkar
K

Kategori -
- Advertisement -

Padang, beritasumbar.com – Sebuah kasus yang menghebohkan kembali terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat. Seorang oknum guru SMA berinisial “S” (58) tertangkap basah melakukan hubungan sesama jenis dengan seorang muridnya berinisial “LVS” di kamar mandi Masjid Syarif Cindakir, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, pada Senin, (15/12/25) sekitar pukul 10.45 WIB.

Kejadian itu sontak membuat warga berbondong-bondong mengerumuni Masjid Cindakir, dan membuat heboh masyarakat luas. Keluarga korban yang ditemui awak media, Hedisman Zalukhu S,H, menyampaikan bahwa mereka akan melakukan visum kepada korban untuk mengetahui kondisi fisik dan mental korban.

“Selanjutnya kita akan melakukan visum kepada korban, guna mengetahui kondisi fisik dan mental korban,” ucap Hedysman.

Ia menambahkan bahwa kejadian ini sangat berefek pada psikis korban, dan orang tua korban mendesak pihak kepolisian untuk segera memproses tindak pidana asusila ini.

Dari hasil investigasi dan keterangan korban di Polresta Padang, dengan Nomor Laporan Polisi LP/B/1080/XII/2025/SPKT Polresta Padang, Polda Sumatera Barat, tanggal 16/12/25 pukul 13.07 WIB, korban menyampaikan bahwa kejadian ini sudah berlangsung lama, mulai bulan September 2022, semenjak duduk di bangku SMA kelas 1 hingga tahun 2024, dengan terlapor berinisial “S”.

Pada hari Rabu, (17/12/25), Dokter RS Bhayangkara Polri Padang menanyakan kejadian yang dialami oleh korban, dan korban mengakui bahwa terduga pelaku telah memakai korban. Pengakuan korban ini membuat hati kedua orang tuanya hancur dan menangis histeris.

Keluarga korban akan meminta perlindungan ke KPAI guna membantu dan memulihkan psikis korban yang sedang down, serta memberikan dukungan dan kepastian hukum yang berpihak kepada korban.

Ditempat terpisah, tim LBH Lugas Patriot Hetili Zalukhu mengutuk keras kejadian itu, ia berpendapat bahwa kejadian itu tidak begitu saja terjadi, ada hubungan begitu lama diantara mereka.

“Ibarat orang yang pacaran, pertama ketemu, tidak langsung melakukan hal itu, tentu ada iming-iming dan ajakkan lewat pembicaraan yang mengarah ke hal-hal yang terjadi sekarang ini,” ucap Hetili.

Ia menambahkan kalau kita analisa secara logika, tidak ada murid yang berani minta gurunya untuk melakukan hal-hal yang tidak senonoh dan tidak terpuji ini, sangat tidak masuk akal. Maka dari itu, ia berharap kepada pihak kepolisian agar segera memproses dan mengamankan terduga pelaku, supaya tidak ada korban berikutnya. (FJM)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img