25.2 C
Padang
Sunday, October 25, 2020

Kajati Sumbar Akui Satgassus Belum Berjalan Maksimal

Padang – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Barat, Sugiyono mengakui bahwa Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satgassus P3PTK) belum berjalan secara signifikan.

“Memang diakui jalannya Satgassus hingga saat ini belum signifikan, masih ada yang perlu ditingkatkan,” katanya usai melakukan pembentukan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), di Padang, Senin.

Ia mengakui hal tersebut dilihat dari pemrosesan kasus korupsi yang ditangani oleh Kejati Sumbar.

Dengan hal tersebut, lanjutnya, pihaknya akan segera melakukan evaluasi agar Satgassus dapat berperan lebih maksimal sesuai pembentukannya.

“Dengan evaluasi, diharapkan kinerja ke depan lebih bagus. Terlebih untuk 2016,” katanya.

Sebelumnya, Satgassus yang bertujuan untuk pemantapan tugas para jaksa dalam penagangan korupsi itu, dibentuk pada 30 Maret 2015.

Satgas terbagi dalam tiga kategori yaitu Tim Penyelidik dan Penyidikan, Tim Penuntutan, dan Tim Eksekusi Penelusuran Aset serta Pengamanan Barang Bukti.

Dengan rincian kategori penyidikan terdapat sebanyak 14 jaksa dengan koordinator Jaksa Badrut Tamam.

Sedangkan di penuntutan terdapat sebanyak delapan jaksa dikoordinatori oleh Mulyadi Sajaen, dan bagian eksekusi aset serta pengamanan barang bukti sebanyak tujuh jaksa dikoordinatori Mulyadi.

Pembentukan Satgassus P3PTK itu merupakan tindak lanjut dari pembentukan Satgassus di Kejaksaan Agung Republik Indonesia (RI), yang telah dibentuk terlebih dahulu pada Januari 2015 dengan 100 jaksa.

Setelah pembentukan Kejagung itu, kemudian Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus melalui surat tertanggal 4 februari 2015, meminta seluruh jajaran Kejati di Indonesia untuk membentuk Satgassus yang sama.

Pada bagian lain, pegiat anti korupsi dari Gerakan Lawan Mafia Hukum (GLMH) Sumbar, juga meminta agar kinerja dari Satgassus Kejati Sumbar itu dievaluasi.

“Pemrosesan kasus korupsi masih mandek, seharusnya dengan ada Satgassus prosesnya dapat lebih efisien. Evaluasi harus dilakukan untuk perbaikan,” kata Koordinator GLMH Miko Kamal. (Ant/Oleh Agung Pambudi)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Perbumma Adat Nusantara Kupas Prospek dan Solusi Peningkatan Penyediaan Pangan Nusantara

JAKARTA – Hari Pangan Sedunia yang ke XL pada tanggal 16-Oktober 2020, moment yang tepat bagi Perbumma Adat Nusantara dan KUP Suta...

Sultani : Petani Itu Adalah Kita

Tanah Datar,- Sultani, calon wakil bupati tanah datar mengatakan bahwa kita harus memperhatikan petani dengan memunculkan berbagai program yang menguntungkan dan membantu...

Operasi Yustisi Baru 9 hari! Satgas Covid-19 Tertibkan 196 Orang Pelanggar Di Kota Payakumbuh

Payakumbuh - Perda Provinsi Sumbar Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Dalam Pengendalian dan Pencegahan Corona Virus Disease 2019...

AKP Witrizawati Jabat Kasat Narkoba Polres Padang Panjang

Padang Panjang,- Serahterima Jabatan di jajaran Polres Padang Panjang bergulir. Selasa 20/10 pagi Kapolres Padang Panjang AKBP Apri Wibowo gelar sertijab Kasat...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Polres Inhil Ungkap Narkoba, 50 KG Sabu Berhasil Diamankan

Riau, - Sat Narkoba Polres Inhil patut diapresiasi karena berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis shabu seberat 50 kilo, di Perkebunan milik PT...

Sekolah Online Ditengah Pandemi, Masyarakat Sungai Salak Tanjung Emas Terhalang Jaringan

Tanah Datar,- Wabah virus covid 19 masih terasa efeknya hingga saat ini, bahkan kepelosok desa/ nagari sekalipun. Ditengah kasus...

Pimpinan Pondok Gontor Wafat, Alumni Gontor Berduka

KH DR ( HC) Syukri Zarkasy MA Selaku Pimpinan pondok modern darussalam gontor ponorogo jawa timur wafat dikediamannya pada hari rabu 21/10/20...

Perbumma Adat Nusantara Kupas Prospek dan Solusi Peningkatan Penyediaan Pangan Nusantara

JAKARTA – Hari Pangan Sedunia yang ke XL pada tanggal 16-Oktober 2020, moment yang tepat bagi Perbumma Adat Nusantara dan KUP Suta...
- Advertisement -