31 C
Padang
Selasa, Juli 27, 2021
Beritasumbar.com

Ini Adalah Cerita Kelam Yang Pernah Terjadi di Lubang Mbah Soero Ketika Pejajahan Belanda
I

Kategori -

Kerja paksa dizaman penjajahan itu merupakan hal biasa yang dilakukan terhadap pribumi, demi membuat ataupun memberikan keuntungan kepada mereka yang menjajah pribumi dipekerjakan tak selayaknya.

Meninggal akibat beratnya pekerjaan tanpa makan itu sudah biasa terjadi pada zaman penjajahan dulu, seperti yang dirasakan pribumi Kota Sawahlunto. Lubang tambang Mbah Soero yang menghasilkan batu bara menjadi saksi bisu penyiksaan terhadap pribumi tersebut.

Lokasi Tambah Mbah Soero kini dibuka untuk wisatawan yang ingin mengetahui kisah suram yang dulunya pernah terjadi. Suasana gelap dan mencekam langsung terasa ketika pertama kali berada di dalam lubang. Meski begitu, Anda tak perlu takut karena wisatawan yang datang tidak akan sendirian. Seorang pemandu akan menemani perjalanan Anda dan menceritakan sejarah Lubang Mbah Soero.

Menurut cerita, selain menjadi lubang tambang, Lubang Mbah Soero dulunya juga dijadikan tempat penyiksaan. Pada zaman kolonial Belanda, Orang Rantai sebutan untuk pekerja paksa, mengangkut batu bara dari dalam lubang dengan menggunakan kereta roli.

Selain untuk menambang batu bara, tempat ini juga dipakai untuk membuang mayat-mayat pribumi yang dieksekusi Belanda.
Lubang Tambang Mbah Soero sebetulnya memiliki panjang hingga puluhan kilometer, namun untuk saat ini hanya dibuka sepanjang 186 meter untuk pengunjung. (Rido)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Kapolres Sijunjung Pimpin Gelar Patroli Skala Besar Pembagian Bansos Malam Ini

Sijunjung, BeritaSumbar.com,--Dalam rangka menggelar Patroli Skala Besar Pembagian Bansos pada malam hari ini Kamis malam, sesuai dengan Instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada seluruh Polda dan Polres se-Indonesia untuk menggelar Apel dengan dilanjutkan melakukan patroli skala besar pembagian bantuan sosial (bansos).
- Advertisement -

Ada Temaram di Pintu Aging

Cerita Berseri: Seribu Cerita untuk Bahagia Seri 1/1000 “Ada Temaram di Pintu Aging” Oleh : H. Nofrijal, MA  Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama/IV-e Sudah biasa dan terbiasa ada kata-kata...

Kunjungan Wagub Sumbar Ke Sijunjung, Ini Rangkaian Kegiatannya

Sijunjung, beritasumbar.com - Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy mengunjungi Kabupaten Sijunjung pada Kamis, 22/7 dengan sejumlah rangkaian kegiatan bersama pemkab setempat. Selama berada berada...
- Advertisement -

Padang Panjang PPKM Level 4, Kakankemenag Ikuti Rapat Bersama Walikota

Padang Panjang, BeritaSumbar.com,_Kakankemenag Kota Padang Panjang diwakili Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Wahyu Salim mengikuti Rapat Persiapan Pelaksanaan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 serta Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Padang Panjang, Rabu (21/07/2021)

Kakankemenag Padang Panjang Lansung Menyembelih Hewan Qurban di Hari Tasyrik

Padang Panjang, BeritaSumbar.com,_Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang H. Gusman Piliang bersama seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kankemenag Kota Padang Panjang melaksanakan Penyembelihan Hewan Qurban 1442 Hijriyyah / 2021 Masehi di Lapangan Parkir Kankemenag Kota Padang Panjang, Rabu (21/07/2021)
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Kampung Adat Terpopuler Versi API Itu Berasal Dari Kabupaten Limapuluh Kota

Labuan Bajo, beritasumbar.com - Kementerian Pariwisata RI anugerahkan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) dengan Anugerah  Pesona Indonesia (API) tahun 2020 yakni juara dua kategori Kampung...

HWK Sumbar Tampil di Konser Minang Bersuara II bersama Seniman dari 5 Negara

PADANG (BeritaSumbar.com)– Eksplorasi seni dan budaya dapat menjadi salah satu cara mengatasi banyak permasalahan. Seni dan budaya juga bermanfaat untuk menyukseskan program Pemerintah dalam...

BPNB Sumbar Sosialisasikan Persiapan Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau

Nagari Koto Gadang Koto Anau yang berada di kaki Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pernah jadi daerah yang kaya dengan hasil cengkehnya. Kekayaan daerah tersebut membuat kolonial Belanda pernah berdiam di sana. Perkembangan kerajaan di Minangkabau hingga perjuangan bangsa sebelum dan awal kemerdekaan juga punya catatan tersendiri bagi daerah tersebut.

Kapur IX Dan Pesona Wisata Alamnya

Saat ini wisata alam baik dalam bentuk tracking, adventure atau olahraga alam sangat banyak digandrungi masyarakat. Spot spot wisata baru jadi sasaran saat ada waktu libur. Kabupaten Limapuluh Kota yang memiliki 13 kecamatan dengan 79 nagari sangat banyak memiliki lokasi untuk wisata alam tersebut. Seperti halnya Kecamatan Kapur IX.

Jalan Puncak Pato Lintau Berubah Menjadi Objek Wisata Dadakan

Tanah Datar, beritasumbar.com- Puluhan warga masyarakat sekitar Kecamatan Lintau Buo Utara dengan Kecamatan Sungayang ramai mendatangi Jalan Puncak Pato karena menjadi objek wisata dadakan...

Warga sekitar kumpulkan donasi untuk menangkan Kampung Sarugo di API Award

Limapuluh Kota, beritasumbar.com - Guna memenangkan perkampungan wisata Kampung Saribu Gonjong (Sarugo) di Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2020 sebagai Kampung Adat Terpopuler warga...

Solok Selatan Luncurkan Seragam Daerah Bagi ASN Dan Pelajar

Padang Aro, beritasumbar.com - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) meluncurkan motif baju seragam daerah untuk Aparatur Sipil Negara (ASN)...

Kadis Pariwisata Payakumbuh: Ekraf Dapat Menjadi Ajang Promosi Makanan Tradisional

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Kehadiran Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh selain dapat menjadi ajang promosi wisata juga dapat menjadi ajang promosi untuk makanan...

Gamaik Kolaborasi Hoyak Pasar Ekraf 2020 Payakumbuh

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Grup Musik Gamaik Mandayu asal Kota Padang tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 di Agam Jua Art and Culture Cafe,...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman Nasional Komodo? Taman Nasional Komodo merupakan...
- Advertisement -