spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Ini Adalah Cerita Kelam Yang Pernah Terjadi di Lubang Mbah Soero Ketika Pejajahan Belanda
I

Kategori -
- Advertisement -

Kerja paksa dizaman penjajahan itu merupakan hal biasa yang dilakukan terhadap pribumi, demi membuat ataupun memberikan keuntungan kepada mereka yang menjajah pribumi dipekerjakan tak selayaknya.

Meninggal akibat beratnya pekerjaan tanpa makan itu sudah biasa terjadi pada zaman penjajahan dulu, seperti yang dirasakan pribumi Kota Sawahlunto. Lubang tambang Mbah Soero yang menghasilkan batu bara menjadi saksi bisu penyiksaan terhadap pribumi tersebut.

Lokasi Tambah Mbah Soero kini dibuka untuk wisatawan yang ingin mengetahui kisah suram yang dulunya pernah terjadi. Suasana gelap dan mencekam langsung terasa ketika pertama kali berada di dalam lubang. Meski begitu, Anda tak perlu takut karena wisatawan yang datang tidak akan sendirian. Seorang pemandu akan menemani perjalanan Anda dan menceritakan sejarah Lubang Mbah Soero.

Menurut cerita, selain menjadi lubang tambang, Lubang Mbah Soero dulunya juga dijadikan tempat penyiksaan. Pada zaman kolonial Belanda, Orang Rantai sebutan untuk pekerja paksa, mengangkut batu bara dari dalam lubang dengan menggunakan kereta roli.

Selain untuk menambang batu bara, tempat ini juga dipakai untuk membuang mayat-mayat pribumi yang dieksekusi Belanda.
Lubang Tambang Mbah Soero sebetulnya memiliki panjang hingga puluhan kilometer, namun untuk saat ini hanya dibuka sepanjang 186 meter untuk pengunjung. (Rido)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img