Pariaman, beritasumbar.com,- Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Pariaman terus berupaya dalam pemenuhan kebutuhan akan konsumsi ikan bagi masyarakat Kota Pariaman demi terciptanya peningkatan gizi masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Dasril melalui Kabid Kelautan dan Perikanan Citrha Aditur Bahri diruang kerjanya Senin, 06/01/20 menyampaikan “produksi ikan budidaya air tawar mencapai 318 ton lebih di tahun 2019 dari berbagai jenis ikan, seperti Ikan Lele, Nila, Patin, Gurami dan Ikan Lambau.

Peningkatan mencapai 2 ton dibanding tahun sebelumnya 2018 yang hanya mencapai produksi sekita 316 ton. Permintaan pasar akan kebutuhan ikan lebih dominan pada jenis ikan Lele yang sampai sekarang masih tertinggi dibanding ikan lainnya. Saat ini ada 27 peternak ikan tergabung dalam kelompok pebudidaya ikan kota Pariaman.

“Lebih lanjut Kabid mengatakan kepada Wartawan Media ini ” Kita berharap kepada masyarakat Kota Pariaman agar meningkatkan konsumsi ikan demi pemenuhi kebutuhan gizi, karena ikan memiliki nilai gizi yang lebih tinggi.

Prospek usaha bagi pengelola perikanan air tawar terus meningkat seiring dengan peningkatan permintaan pasar baik lokal maupun ekspor.

Disamping Budidaya Kelompok Masyarakat,Dinas Perikanan Kota Pariaman juga memiliki BBI ( Balai Benih Ikan ) untuk produksi benih ikan dalam peningkatan Pendapatan Daerah.

BBI selain sebagai penangkaran juga pusat pelatihan bagi pebudidaya ikan  yang ada keinginan untuk mendapatkan ilmu serta berbudidaya ikan air tawar.

Bibit ikan hasil pelatihan penangkaran tersebut boleh dibawa pulang untuk dibudidayakan ucap kabid.

Ekspor ikan produksi kelompok masyarakat Kota Pariaman sampai Keluar negeri seperti Malaysia, Singapura dan berbagai daerah  Sumatera Barat.” akhir Kabid. (Syamsul)

loading...