30.1 C
Padang
Rabu, Mei 18, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Dua Orang Walinagari Tanjung Bonai Tidak Melanjutkan Kepemimpinan, Demi Apa?
D

- Advertisement -

Tanah Datar,BeritaSumbar.com,- Dalam kampanye politik pada pemilihan pemimpin, tentu banyak program-program yang mereka sampaikan kepada masyarakat, selain dari pendekatan dan lobi-lobi agar ia bisa menang dalam sebuah percaturan politik.

Biasanya dengan umbar janji, masyarakat pada tingkatan tertentu tidak akan terpengaruh dengan latar belakang dari calon pemimpin tersebut. Dan dalam memilih untuk bertarung pada pemilihan wali nagari, tentu juga bisa dilakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh politikus dalam meraih kemenangan.

Tanjung Bonai sebuah nagari yang cukup dikenal di Sumatera Barat dengan keberadaan nama-nama tokoh yang berkiprah di nasional, seperti Fasli Jalal dan rang sumando Muhammad Jusuf Kalla, mantan wakil presiden RI dua kali serta Eka Putra Wabendum Pusat Partai Demokrat yang saat ini menjabat sebagai Bupati Tanah Datar periode 2021-2026.

Dan patut rupanya seorang walinagari di Tanjung Bonai juga harus memiliki wawasan dan pendirian yang kuat dalam keinginan memajukan nagari Tanjung Bonai, yang merupakan nagari yang cukup luas di Tanah Datar. Serta memikirkan kemajuan nagari, tanpa embel embel lain.

Dalam catatan media, dua orang walinagari di Tanjung Bonai, terbukti tidak dapat menuntaskan pekerjaannya sebagai pemimpin. Dengan alasan keluarga dan kesehatan mereka terlalu enak meninggalkan amanah yang sudah diberikan oleh masyarakat.

Tanpa melihat dan memahami kerugian moral yang dialami oleh masyarakat Tanjung Bonai sendiri. Betapa masih ada permasalahan yang harus diselesaikan yang harus melibatkan walinagari, namun Lutfhi DT Majo Besar, berani mengikuti jejak walinagari sebelumnya, yakni Zul Irfan.

Zul Irfan juga meninggalkan tanggung jawab besar dari masyarakat hanya untuk bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Agama Tanah Datar.

Tanpa beban, namun kecamuk umpat dan sindir seakan tidak membuat hal ini dijadikan pengalaman oleh Lutfhi, yang sudah memimpin Tanjung Bonai selama hampir lima tahun.

Konflik kepercayaan ditengah mundurnya pemimpin di Tanjung Bonai, dirasakan oleh masyarakat sendiri. Disisi lain, menyebutkan memang ini adalah keputusan tepat melihat permasalahan yang belum dapat diselesaikan.

Publik tahu, pendanaan untuk koperasi PNPM tahun 2010 lalu, belum menampakan titik temu, kemana aluran dana hibah tersebut. Kedua tentang permasalahan bantuan galodo tahun 2018 lalu, investasi Bumnag dan robohnya bangunan dari sumber dana nagari harus dipertanggung jawabkan secara hukum oleh siapa saja, tanpa harus memandang dia siapa.

Hari ini, kembali hal itu menimpa nagari para tokoh nasional itu. Dinasti politik yang diciptakan hanya demi kepentingan sesaat belum mampu akan memenuhi kehendak warganya.

Dua pemimpin yang diharapkan mampu menjelma menjadi bapak pembangunan di Tanjung Bonai meninggalkan tanggung jawab sebagai walinagari Tanjung Bonai. Dan dalam catatan penulis, Lutfhi hanya mampu menghabiskan dana alokasi nagari yang ada, tanpa bisa meningkatkan pendapatan asli nagari.

Toh, jika itu yang dilakukan oleh para pemimpin di Tanjung Bonai ini, lebih baik tiadakan kehadiran mereka. Karena jika hanya ingin menghabiskan dana yang ada saja, cukup Tanjung Bonai memiliki kasi administrasi saja yang akan mengatur adm keuangan nagari.

Mungkinkah Bupati Eka Putra sedang mempersiapkan benteng pertahanan untuk menjaga posisi saat ini?? Dengan mempersiapkan Lutfhi DT Majo Besar yang notabene berasal dari orang pendidikan akan mengisi jabatan kosong sebagai Kabid Pembinaan SD, dimana pada jabatan tersebut merupakan jabatan basah. Yang tidak hanya mengatur bidang SD, namun juga tempat bernaungnya kegiatan fisik pada dinas pendidikan.

Mungkinkah dengan menduduki jabatan itu, Lutfhi mampu menerima tekanan, dari pimpinan, LSM, Wartawan dan bahkan dari rekan sendiri dan membuag kesehatannya juga akan memudar? Sementara, walinagari bisa bekerja tanpa tekanan, toh membuat kesehatan juga bermasalah.

Oleh : Aldoris Armialdi
Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia Kab. Tanah Datar
Ketua Balai Wartawan Tanah Datar
Pengiat Sosial
Putra Asli Tanjung Bonai

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img