29 C
Padang
Saturday, October 31, 2020

dr Bahkrizal, Payakumbuh Kirim 700 Lebih Sampel Ke Labor FK Unand

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Sudah 4 hari tidak ada pengumuman melalui video conference (vidcon) antara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Payakumbuh dengan wartawan, biasanya kalau vidcon pasti pengumuman tentang adanya penambahan kasus positif.
Hari ini, Selasa (12/5), Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Payakumbuh dalam hal ini Wali Kota Riza Falepi melalui Kadis Kesehatan dr. Bakhrizal bersama Asisten III Amriul Dt. Karayiang dan Kadis Kominfo Jhon Kenedi menyampaikan kabar terbaru dalam video rilis di Aula Randang Balaikota.
“Kasus kita sebenarnya kemaren sudah 14 positif, namun karena 3 warga yang positif berKTP Kabupaten Limapuluh Kota, maka datanya pindah masuk ke Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Limapuluh Kota,” kata Bakhrizal.
Lebih jauh Bakhrizal menyampaikan sampai hari ini tidak ada penambahan positif di Payakumbuh, kasus masih bertahan di angka 11 positif Covid-19.
Kendati Payakumbuh sudah menjadi central kasus untuk Kabupaten Limapuluh Kota dan Agam, upaya yang dilakukan Pemko adalah pelaksanaan traking kasus Covid-19 di Payakumbuh yang tergolong cepat, setiap hari semua orang yang kontak dengan pasien positif diambil sampelnya untuk di tes Swab, hampir 50 orang perhari diambil.
“Kalau di daerah lain, traking dan pressing dari keluarga inti saja,” kata Bakhrizal.
Bakhrizal menyebutkan Pemko ingin mendahului kasus positif, artinya dengan kondisi seperti ini berharap penyebaran dapat di stop dan tak ada lagi kasus positif, kalau bisa kasusnya menurun.
“Jumlah Swab kita sudah diambil 700 lebih, sebagian belum keluar, di labor Unand masuknya sampel sampai ribuan, maka kita menunggu, kalau ada Swab kita yang positif saya pasti langsung ditelpon untuk diberi tahu,” ujar Kadis yang akrab disapa Pak Bek ini.
Disisi lain, yang manjadi persoalan adalah seandainya, stop kasus di Kota Payakumbuh apakah akan sukses dan berhasil?
Dijelaskan Bakhrizal dari sisi lain bisa begitu, namun dari sisi yang satunya lagi dengan konsep epidemiologi, saat ini proses penularan belum berakhir, baik di dalam maupun luar kota.
“Penularan di dalam kota kita serius mengantisipasi dengan sedemikian rupa, sedangkan penularan di luar kota yang mereka tidak terlalu serius menanganinya, ini yang kita takutkan. Lantas ketika suatu saat kasus tersebut dari luar kota masuk dan dia kontak dengan semua orang, kita akan menghadapi gelombang kedua,” terang Bakhrizal.
Ini yang ditakutkan karena ini yang menjadi persoalan besar. Bila di dalam Payakumbuh sukses namun kasus diluar tidak bisa membendungnya maka akan sia-sia kerja selama ini, karena Payakumbuh akan kembali kepada awal kasus dengan munculnya klaster baru.
“Penanganan penyakit ini harus dalam satu kawasan epidemiologis, bukan tatanan wilayah administrasi lagi. Berbicara epidemiologi, mengukur tingkat kekontakan, tingkat perjalanan person terhadap semua wilayah. Dengan konsep PSBB kita, konsep epidemiologi tidak terbatas Payakumbuh saja. Artinya harus serius seluruhnya, satu saja kota/kabupaten tidak menangani dengan baik, maka persoalan baru akan muncul,” ungkap Bakhrizal. (Humas)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Amrizal Munaf Pimpin Tim Pemenangan Darma Tani Batipuah

Tanah Datar,- Puluhan orang yang tergabung dalam barisan pemenangan darma tani berkumpul sambil santap siang dirumah makan pak martin kota padang panjang...

BPNB Sumbar Angkat Pangek Sumpu di Festival Kuliner Tradisional 2020 Tanjungpinang

PADANG - Beragam kuliner nusantara akan ditampilkan pada Festival Kuliner Tradisional yang akan digelar pada 23 - 26 November 2020 di Tanjungpinang, Kepulauan...

Gempa Magnitudo 7 Guncang Turki, BMKG Analisa Gempa Tektonik

Turki,  www.beritasumbar.com- Gempa berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang Provinsi Izmir, Turki pada Jumat (30/10). Hanya saja badan bencana Pemerintah Turki AFAD melaporkan kekuatan...

Alzam Deri : Ashelfine-Sarikal Dengan Rasa Satu Langkah Menuju Kemenangan Pilkada 2020

Bermodalkan Asa dan Rasa untuk perubahan Sijunjung, mereka bekerja sebagai relawan yang benar-benar sukarela, dan itu sangatlah berat. Tidak semua Paslon bisa...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Pecah Rekor Positif Covid-19 Di Payakumbuh, Muncul Klaster Tahanan Polisi

Payakumbuh, www.beritasumbar.com - Kasus Covid-19 di Kota Payakumbuh pecah rekor, dimana pada pada Jumat, 30/10 terkonfirmasi 30 orang warga positif virus corona...

Umumkan Hasil Seleksi CPNS, Pemko Padang Berikan Masa Sanggah Tiga Hari

Padang,beritasumbar.com - Perserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Padang, yang tidak lulus seleksi bisa melakukan sanggah dalam waktu tiga hari...

Tenun Balai Panjang Pukau Ribuan Pasang Mata Dalam ISEF 2020

Payakumbuh --- 12 desainer menampilkan karya terbaiknya dalam Fashion Show di hari ketiga gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang diselenggarakan secara...

Cerdik, Camat Payakumbuh Timur Genjot Penerimaan PBB lewat Program BPUM

Payakumbuh, --- Perpanjangan masa pendaftaran warga calon penerima bantuan presiden (Banpres) produktif bagi usaha mikro atau Bantuan Pemerintah untuk Usaha Mikro (BPUM)...
- Advertisement -