Agam ,Beritasumbar.com, – Mahasiswa Universitas Andalas (Unand) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagari Sungai Puar, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tengah menjalankan program pengabdian kepada masyarakat Terintegrasi Kegiatan Mahasiswa PKM TKM Bacth II yang mengusung inovasi berbasis riset pertanian. Kegiatan ini mengangkat tema “Pengembangan Sistem Rekomendasi Komoditas Unggulan Tanaman Budidaya Berbasis Survei Kesesuaian Lahan untuk Pemberdayaan Petani Nagari Sungai Puar.”
Tema ini merupakan hasil diskusi dengan Walinagari Sungai Puar Yulifsonneri A.md dengan DPL Meisilva Erona S., SP., M.Si, yang sekaligus menjadi ketua kegiatan pengabdian. Program tersebut dirancang secara terintegrasi dengan kegiatan KKN mahasiswa, sehingga kegiatan mahasiswa di lapangan tidak hanya bersifat aplikatif, tetapi juga berbasis data dan kajian ilmiah yang mendalam.
Sebagai langkah awal implementasi program, pada tanggal 7 Juli 2025, mahasiswa bersama DPL dan Walinagari Sungai Puar melaksanakan pengambilan sampel tanah dari lahan pertanian milik masyarakat. Sampel-sampel tersebut kemudian dianalisis di laboratorium. Analisis tersebut menjadi dasar dalam menyusun sistem rekomendasi komoditas tanaman unggulan yang paling sesuai dengan karakteristik tanah setempat. Sistem ini diharapkan menjadi panduan ilmiah bagi petani dalam menentukan jenis tanaman budidaya yang paling menguntungkan dan efisien dari sisi kesesuaian lahan.

“Program ini kami rancang sebagai bentuk pengabdian dosen yang melibatkan mahasiswa secara langsung dalam proses riset dan edukasi masyarakat. Jadi KKN ini bukan sekadar pengabdian biasa, tetapi ada kontribusi ilmiah yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tani,” jelas Meisilva Erona, yang aktif mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan program.
Mahasiswa KKN daerah Sungai Puar, kecamatan Palembayan berjumlah 21 orang, salah satunya Anggi Kesuma Dewi Lubis, menyampaikan bahwa sistem rekomendasi ini diharapkan bisa menjadi terobosan bagi petani yang selama ini memilih tanaman berdasarkan kebiasaan atau tren musiman. “Dengan adanya data tanah dan analisis kesesuaian lahan, petani bisa menentukan jenis komoditas yang lebih tepat dan berpeluang pasar,” ujarnya.

Selain kegiatan teknis di bidang pertanian, mahasiswa KKN juga melakukan wawancara dan diskusi langsung dengan kelompok tani. Wawancara ini menggali informasi seputar tanaman yang biasa dibudidayakan, kendala dalam produksi dan pemasaran, serta potensi pengembangan komoditas lokal. Tanaman yang dominan dibudidayakan saat ini adalah cabai, bawang merah, dan padi.
Namun, kendala utama masih berkutat pada aspek pemasaran dan branding produk pertanian. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa turut memberikan wawasan dan strategi promosi, termasuk penggunaan media sosial, pengemasan produk, hingga peningkatan nilai tambah melalui diversifikasi olahan.
Selama lebih kurang 40 hari masa KKN, mahasiswa juga mengusung sejumlah program lain yang terbagi ke dalam empat bidang utama, yaitu Lingkungan, Pendidikan, Kesehatan, UMKM. Serta Mengusung Program Kerja Utama dengan Tema Sistem Informasi Website Nagari Sungai Puar, sebagai sarana informasi, promosi produk lokal, dan dokumentasi aktivitas nagari.
Walinagari Sungai Puar menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan mahasiswa dan peran aktif dosen pembimbing dalam merancang program yang relevan dengan kebutuhan nagari. “Kegiatan ini luar biasa. Mahasiswa tidak hanya belajar, tapi memberi solusi. Kami sangat terbantu, apalagi program ini menyentuh langsung kebutuhan petani dan masyarakat kami,” ujar beliau.
Dalam waktu dekat, tim KKN dan dosen pembimbing akan menggelar sosialisasi hasil analisis tanah dan sistem rekomendasi tanaman kepada kelompok tani. Diharapkan, sistem ini menjadi rujukan dalam perencanaan tanam ke depan serta bagian dari transformasi pertanian di Nagari Sungai Puar yang lebih berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kegiatan ini menunjukkan bagaimana program pengabdian yang dirancang secara kolaboratif antara dosen dan mahasiswa dapat menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh Meisilva Erona, “KKN ini kami arahkan agar menjadi ruang pembelajaran yang menyatu dengan kehidupan masyarakat. Ilmu yang kami bawa dari kampus harus memberi manfaat langsung, membumi, dan berkelanjutan.”