spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

DKP Sumbar Dorong Petani Kembangkan Sistem Minapadi
D

Kategori -
- Advertisement -

Padang – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumatera Barat, mendorong petani mengembangkan sistem minapadi untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawah di daerah itu.

“Sistem minapadi lebih menguntungkan karena petani dapat memanfaatkan sawah untuk melakukan budidaya ikan, sehingga padi dan ikan dapat dipanen secara bersamaan,” kata Kepala DKP Sumbar, Yosmeri di Padang, Selasa.

Ia menjelaskan sistem minapadi yang dikembangkan di Sumbar ada dua jenis yaitu minapadi palawija dan minapadi tumpang sari.

Minapadi dengan sistem palawija setelah panen padi maka pematang sawah ditinggikan kemudian sawah direndam oleh air kemudian dimasukkan ikan untuk dibudidayakan.

Minapadi dengan sistem tumpang sari, setelah padi berumur satu minggu maka di sekeliling padi yang telah ditanam tersebut akan digali dengan lebar satu meter dan kedalaman satu setengah meter kemudian dimasukkan ikan yang akan dibudidayakan.

“Selama tiga bulan penanaman padi sehingga padi dan ikan dapat dipanen secara bersamaan. Ketika padi dipanen maka petani juga bisa memanen ikan,” katanya.

Ia menjelaskan keuntungannya dari minapadi ini tanah menjadi lunak sehingga tidak perlu dibajak dan memudahkan petani dalam menanam padi. Selain itu, tanahnya menjadi subur karena kotoran ikan yang dibudidayakan.

“Setiap daerah di Sumbar memiliki sistem minapadi yang berbeda-beda. Ada daerah yang menggunakan minapadi dengan sistem palawija atau tumpang sari,” ujarnya.

Ia menjelaskan minapadi sistem palawija banyak dikembangkan di Tilatang Kamang Kabupaten Agam, sedangkan minapadi sistem tumpang sari dikembangkan di Payakumbuh dan Limapuluh Kota.

Ia mengatakan ikan yang dapat dibudidayakan dengan sistem minapadi antara lain ikan lele, ikan mas, dan ikan nila. (Ant/Oleh Altas Maulana)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img