Meski tertatih-tatih, akhirnya Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Alqur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, melakukan wisuda perdana, Senin (15/6). Walikota Payakumbuh Riza Falepi memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang akan menyelesaikan pendidikannya di STAIDA. Walikota juga memberikan penghargaan kepada segenap civitas akademika yang berjuang keras untuk mempertahankan eksistensi STAIDA di kota ini.
Wisuda perdana itu, baru diikuti 10 dari 35 mahasiswa, angkatan I dan II. Sisanya, 25 mahasisa lagi tengah melakukan penyelesaian tugas akhir. “Kita merencanakan, enam bulan ke depan akan ada lagi wisuda kedua,” ungkap Ketua STAIDA Payakumbuh Ahmad Deski, MA, di Payakumbuh, Minggu (14/6).
Wisuda perdana yang diadakan di MAN II di Kelurahan Sungai Pinago, Kecamatan Payakumbuh Barat itu, diharapkan akan berlangsung cukup meriah. Keluarga wisudawan dan wisudawati dari provinsi tetangga, seperti Jambi, Sumsel, Bengkulu, Riau, Kepri dan Sumut, diperkirakan bakal memenuhi gedung wisuda aula MAN II. Sejumlah pejabat dan DPRD Pemko Payakumbuh dan Pemkab Limapuluh Kota, juga akan hadir.
Ketua STAIDA Ahmad Deski, mengaku, keterlibatan pemko dalam membidani lahirnya STAIDA ini cukup tinggi. Harapannya, diharapkan pemko terus membimbing atau membina perguruan tinggi bernuansa Islami ini sampai STAIDA mampu berlari kencang. “Kita masih butuh sentuhan pemko,” katanya.
Hingga memasuki tahun kelima, pihak pengurus yayasan bersama ketua dan dosen STAIDA, terus melakukan sosialisasi, mengajak masyarakat atau orang tua, untuk memasukkan putera-puterinya melanjutkan pendidikan di STAIDA. Misi yang diemban STAIDA, bagaimana melahirkan ulama serta qori dan qoriah yang mampu mencatat prestasi di pentas nasional. Misi ini, perlu dukungan semua elemen masyarakat dan pemerintah daerah, simpulnya.