spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi UKM RI Lounching Perkampungan Galo Galo
D

Kategori -
- Advertisement -

Sijunjung, BeritaSumbar.com,- Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi UKM RI Eddy Satriya melaunching Perkampungan Madu Galo Galo, di Geopark Silokek Sijunjung, Minggu (5/6).

Adapun kegiatan Deputi selama berada di Sijunjung, mengunjungi perkampungsn adat, Melakukan temu usaha dengan pelaku usaha yaitu kelompok peternak Madu Galo Galo yang ada di Kabupaten Sijunjung di Geopark Silokek, kata Nasrul Sekretaris Dinas Perdagangan, Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sijunjung.
Kedatangan Deputi Usaha Mikro KemenkopUKM Eddy Satriya bersamaan dengan alumni SMAN 1 Bukittinggi yang melakukan Reuni Semua Lintas Angkatan (SLA) di Geopark Silokek.

Deputi Usaha Mikro KemenkopUKM Terpesona dengan keindahan Geopark Silokek yang telah terlewatkan selama ini.
Sekitar 61 ( enam puluh satu) persen Pendapatan Domestik Bruto (PDB) kita didukung oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), sehingga layaklah homestay maupun sektor pertanian sebagai potensi yang dimiliki menjadi primadona baru bagi perantau kita untuk dilirik menjadi ajang berinvestasi, kata Eddy Satriya.

Kesadaran akan makanan dan minuman sehat, semakin meningkat dewasa ini. Madu Galo-Galo berpotensi menjadi sektor ekonomi baru, karena ekonomi rakyat sangat mendukung perekonomian nasional, tambah Eddy Satriya sambilmencicipi madu galo-galo bersama Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir,.

Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir menyampaikan, sekitar 47,50 persen luas Kabupaten Sijunjung adalah kawasan hutan, sehingga muncullah ide untuk membuat destinasi Geopark Silokek ini. Tahun ini kita berjuang di Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) dalam rangka menuju UNESCO Global Geopark (UGGp), sekaligus mohon dukungan Pak Deputi agar terwujud pengembangan ekonomi masyarakat di Kabupaten Sijunjung” jelas Benny Dwifa Yuswir.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sijunjung Ir. Yulizar, MP dalam laporannya mengatakan, produksi madu galo-galo mencapai 200 liter per bulan dengan 250 orang pembudidaya di berbagai nagari. Mereka masih memanfaatkan lahan pekarangan secara terbatas namun sarana prasarana pasca panen masih terbatas dan belum memiliki akses pasar serta belum ada penganekaragaman produk, kata Kadis.( Alim)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img