28.9 C
Padang
Tuesday, December 1, 2020
Beritasumbar.com

Demo Mahasiswa, Demo Mengambang
D

Kategori -

Jakarta,-Pada intinya demo mahasiswa ini harus jelas arah tujuannya kemana baik secara esensi, eksitensi dan substansi. Kalau hanya gerakan emosional dan represif semata maka ini demo yang gagal. Begitu pula pertanyaannya siapa penggeraknya? Lantaran dilakukan secara massal.

Kalau saya pelajari ini demo terstruktur bukan hanya sekadar demo-demoan belaka. Ada indikasi menyerang presiden bahkan sampai ke arah penggagalan inauguration (pelantikan presiden). Barangkali pendekatan intelektual harus dikedepankan selain pendekatan persuasif.

Tapi, saya heran anak-anak di bawah umur sampai digerakan dan dengan uang Rp30 ribu serta nasi bungkus. Ini jelas melanggar Undang-undang Perlindungan Anak 2014. Dalam Pasal 15 menyebutkan Anak-anak harus dilindungi dari penyalah-gunaan politik pelibatan dalam gerakan kerusakan sosial dan pelibatan dalam peristiwa mengandung kekerasan.

Jadi ini bukan aksi mahasiswa lagi tapi anak-anak pun diikut sertakan. Ini bukan demo bagaimana menyampaikan aspirasi lagi tapi bagian anarkisme.

Demo 1998 saat rezim orde baru diruntuhkan secara esensi itu jelas lantaran sosial politik dan ekonomi bergejolak. Sebetulnya saya tidak apatis dengan kawan-kawan mahasiswa berdemo namun lebih baik hearing atau dialog terbuka di Kantor DPR atau DPRD itu adalah cara terhormat, bukan merusak dan membakar sarana prasarana yang ada. Pihak legislatif ingin minta masukan yang positif. Tidak ada undang-undang melarang aksi demo dan ini dijamin oleh Undang-undang.

Pasal 28 UUD 1945 tertera dan tercantum : ” Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengekuarkan pkiran dengan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang.
Begitu pula menyampaikan pendapat tercantum dalam Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.

Bentuk penyampaian dapat dilakukan lewat unjuk rasa atau demonstrasi, pawai , mimbar bebas dan rapat umum.

Namun, kali ini hanya sikap arogansi mahasiwa yang nampak yakni perusakan fasilitas negara. Kalau RUU KHUP di demo sah-sah saja apalagi terkait UU Pemasyarakatan yang jelas menguntungkan koruptor.

Jadi, poin penting perlu di kritik terkait rancangan UU ini. Demo tertib tak masalah yang penting tak anarkis. Saya nilai DPR sepertinya kejar target kalau di sinetron kejar tayang. Bagaimana mungkin RUU pangan dan penyiaran tak pernah kelar tiba-tiba tak ada angin dan badai mau revisi sejumlah Undang-undang. Secara akal sehat tak dapat diterima. Bagi saya imposible dalam beberapa pekan menyelesaikan sejumalah RUU. Ini saya kira taktik saja agar publik menilai DPR punya peran penting. Padahal ini saya kira pengalihan isu ada politik mengelabui saja. Sebaiknya, mahasiswa harus paham mana yang UU yang relevan lagi dan yang bukan.

Sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa harus lebih bijak dalam bersikap. Memang pelaku reformasi tapi ini tak ada lagi reformasi jilid II hanya ada penyampaian aspirasi. Tapi kenapa dilakukan jelang pelantikan presiiden yang aneh lagi UU ini mencuat secara bersamaan.Yang paling bahaya ada penyusup di balik aksi demo ini.

Dalam setiap demo ditumpangi kepentingan politik. Bahaya demo bermuara ke demo crazy. Jangan sampai demokrasi itu dibajak oleh oknum-oknum perusak demokrasi itu sendiri.

Oleh : Jerry Massie (Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Rangkaian HUT Kota Payakumbuh, Wako Riza Minta Jajarannya Siapkan Informasi Pelayanan P3K, Minimalisir Keramaian

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Wali Kota Riza Falepi, Rabu (25/11) menyebut telah memberi arahan agar iven peringatan 50 tahun hari jadi Kota Payakumbuh dilaksanakan dengan...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...

Walikota Buka Muzakarah MUI Kota Payakumbuh

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,— Walikota Payakumbuh yang diwakili Staff Ahli bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Ir. Syahril buka acara Muzakarah Majelis Ulama Indonesia (MUI)...

Curah Hujan Tinggi, Batang Aia Tembok Itam Lintau Meluap

Tanah Datar,BeritaSumbar.com,- Akibat curah hujan yang cukup tinggi dikawasan Lintau Rabu ( 25/11/20) sore hingga malam mengakibatkan polongan jembatan tembok itam jorong...

Bumerang Microplastic Di Masa Pandemi

Oleh : Annisa Vitri, Arin Simatupang(Mahasiswa Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Andalas, Padang) Seperti yang kita ketahui dunia...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang...

Nauclea Orientalis, Bunga Yang Mirip Virus Corona.

Oleh: Lidia Gusvita Nasra ~ Mahasiswa Biologi, Universitas Andalas, Padang Tak hanya perkembangan kasus virus corona yang dibicarakan saat...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

2021 Tatap Muka, Selamat Tinggal Kuliah Daring

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih ~ Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Sudah hampir 10 bulan semenjak Presiden...
- Advertisement -