27 C
Padang
Sabtu, Oktober 16, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Dampak Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan
D

Kategori -
- Advertisement -

Fara Alfionis – Demina, M. Pd – Haniva syahfitri
(Mahasiswi dan Dosen IAIN Batusangkar)

Pandemi covid-19 merupakan musibah yang memilukan seluruh penduduk bumi. Seluruh segmen kehidupan manusia di bumi terganggu, tanpa kecuali pendidikan. Banyak Negara memutuskan menutup sekolah , perguruan tinggi maupun universitas, termasuk Indonesia. Krisis benar-benar datang tiba-tiba, pemerintah di belahan bumi maupun termasuk Indonesia harus mengambil keputusan yan pahit menutup sekolah untuk mengurangi kontak orang-orang secara massif dan untuk menyelamatkan hidup atau tetap harus membuka sekolah dalam rangka survive para pekerja dalam menjaga keberlansungan ekonomi.

Proses pembelajaran disekolah merupakan di alat kebijakan public terbaik sebagai upaya peningkatan pengetahuan dalam skiil. Selain itu banyak siswa menganggap bahwa sekolah adalah kegiatan yang sangat menyenangkan, mereka bisa berintekrasi satu sama lain. Sekolah dapat meningkatkan keterampilan sosial dan kesadaran kelas sosial siswa. Sekolah secara keseluruhan adalah media interaksi antar siswa dan guru untuk meningkatkan kemampuan integensi, skill dan rasa sayang di antara mereka.

Pada sebuah artikel yang ditulis oleh Carlsson menjelaskan dimana para remaja di Swedia memiliki jumlah hari yang bersedia untuk mempersiapkan diri menghadapi test penting. Perbedaan-perbedaan ini bersifat acak kondisional yang penulis coba belajar selama sepuluh hari sekolah dan hasil yang mereka dapatkan adalah meningkatkan skor pada tes pengetahuan mereka.

Hal serupa didukung oleh Lavy, yang merumuskan dampak pada pembelajaran karena perbedaan waktu pengajaran di seluruh Negara di dunia. Ia menstimlasikan bahwa total jam mengajar mingguan dalam matematika, Bahasa dan sains adalah 55% lebih tinggi di Denmark daripada di Austria. Perbedaan ini penting sebab perbedaan signifikan dalam hasil skor test sekitar 6% dari standar deviasi seperti disebutkan di atas. Sehingga jelas berapapun deviasi yang diterima oleh palajar Indonesia karena kehilangan waktu belajar di sekolah jelas berakhir pada kerugian siswa akan tergerusnya pengetahuan mereka.

Penerapan kebijakan belajar mengajar jarak jauh dari rumah atau belajar online Nampaknya tidak menjadi masalah bagi sebagaian perguruan tinggi yang sudah memiliki sistem akademik berbasis daring. Menjadi masalah bagi sebagian perguruan tinggi lain yang tidak memiliki sistem tersebut.

Di level pendidikan dasar, menengah dan atas secara teknis proses pembelajaran jarak jauh juga banyak mengalami kendala. Peserta didik dari keluarga yang tidak memiliki akses internet atau bahkan tidak memiliki handphone akan ketinggalan pembelajaran ketika tugas belajar disampaikan memalui aplikasi WhatsApp atau yang lainya. Menyikapi kondisi seperti itu, pihak sekolah seyogyanya memberikan ugas dalam bentuk kertas kerja.

Selain itu dampak lain dirasakan oleh peserta didik dari belajar dari rumah adalah beban pelajaran terlalu banyak. Pada saat yang sama peserta didik dituntut untuk dapat mencermati dan mempejarari mreti pelajaran sendiri dengan cepat. Kalupun diberikan ruang bertanya kepada guru melalui pesan aplikasi WhatsApp itu dirasakan tidak cukup waktu. Dan, yng paling mudah diamati oleh orang tua peserta didik, belajar mengajar dari rumah juga membuat peserta didik menjadi gampang bosan karena tidak bisa berintekrasi lansung dengan guru dan teman-temannya.

Karena it dengan belajar dari rumah, orang tua dituntut untuk memaksimalkan perannya dalam mendampingi putra-putrinya. Terutama jika mereka masih usia pra-sekolah dasar dan sekolah dasar. Karena di usia ny sifat mereka unik, energik, aktif, manja dan egosentris tinggi. Disinilah orang tua seyongyanya sehingga dapat pendampingi proses pembelajaran dari rumah berlansung dengan baik dan menyenagkan.

Pembelajara di rumah memungkinkan sebagian orang tua stress dalam mendampingi anak apabila kurang memahami karakter anak .orang tua merasa bahwa anak susah diatur, maunya main saja, malas belajar. Selain mendampingi perilaku anak dalam mendampingi belajar di rumah, orang ua juga dituntut dapat menjelaskan banyak hal terkait dengan mareri pelajaran, sementara tidak semua orang tua siap untuk itu. Belu lagi jika anaknya banyak dan orang tua harus bekerja mencari nafkah, orang tua menjadi lebih pusing.

Tak jarang ditemukan orang tua memberikan pendampingan beljar kepada putra-putrinya dengan cara keras, mengancam, memaksakan khendak, atau bahkan dengan memukul jika anak tidak menurut. Jika hal ini terjadi setiap hari maka ini akan menjadi momok bagi anak dalam belajar, meskipun tujuan orang tua baik supaya anak disiplin dan pandai. Pola asu yang demikian akan membentuk anak menjadi penakut, pemalu, pendiam, gemar melanggar aturan, penendam dan kurang memiliki inisiatif.

Oleh sebab itu orang tua harus berhati-hai dalam melakukan pendekatan selama mendampingi anak belajar di rumah. Orang tua seyogyanya dapat memperlakukan anak dengan kasing sayang, sabar, menerima anak apa adanya, tidak menghakimi, tidak memaksakan kehendak, memberikan kebebesan dan menghargai, serta toleransi putra-putrinya. Dengan demikian idak akan ditemui momok pendidikan yang menakutkan sebaliknya akan tercipta Susana belajar yang menyenangkan slama belajar.

Permasalahan lain dari adanya sistem pembelajaran secara online ini adalah akses informasi yang terkendala oleh sinyal yang menyebabkan lambatnya dalam mengakses informasi. Siswa terkadang tertinggal dengan informasi akibat dari sinyal yang kurang memadai. Akibatnya mereka terlambat dalam menympulkan suatu tugas yang diberikan oleh guru. belum lagi bagi guru yang memeriksa banyak tugas yng telah diberikan kepasa siswa, membuat ruang penyimpanan gadget semakin terbatas. Penerapn pebelajaran online juga membuat pendidik berfikir kembali, mengenai model dan metode pembelajaran yang akan digunakan, kemudian harus mengubah model pembeljaran tersebut.

Baik masalh dan keluhan tersebut, ternyata jga terdapat berbagai hikmah bagi pendidikan di Indonesia. Diantaranya, siswa maupun guru dapat menguasai teknologi untuk menunjang pembelajaran secara online ini. Di era disrupsi teknologi yang semakin canggih ini, guru maupun siswa dituntut agar memilki kemampuan dalam bidang teknologi pembelajran yang sangat bervariasi, menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Dengan adanya kebijakan Work From Home ( WFH), maka mampu memaksakan dan mempercepat mereka untuk menguasai teknologi pembelajaran secara digital sebagai suatu kebutuhan bagi mereka.

Tuntutan kebutuhn tersebut, membuat mereka dapat mengetahui media online yang dapat menunjang sebagai pengganti pembelajran dikelas secara lansung, tnpa mengurangi kualitas materi pembelajaran dan target pencapaian dalam pembelajaran. Berbagai media pembelajaran jarak jauh pun dicoba dan dignakan. Saran yang dapat digunaka sebagai media pembelajaran online antara lain, e-learning, aplikasi zoom, google classroom, youtube, maupun media sosial whatsapp.

Sarana-sarana tersebut dapat digunakan secara maksimal , sebagai media dalam melansungkan pembelajaarn seperti dikelas. Dengan menggunakan media online tersebut, maka secara tidak lansung kemampuan menggunakan serta mengakses teknologi semakin dikuasi oleh siswa maupun guru.

Setelah pendidik mampu menguasi berbagai sarana pembelajaran online, maka akan tercipta pemikieran mengenai metode pembelajran lebih bervariasi yang belum pernah dilakukan oleh pendidik. Misalnya, guru membuat konten video kreatif sebagai bahan pengajaran .dalam hal ini, guru lebih persusif karena membuat peserta didik semakin tertarik dengan materi yang dlakukan oleh guru malalui video kreatif tersebut. Peserta didik tentu akan dapat memahami apa yang dijelaskan oleh guru melalui video kreatif yang dibuat oleh guru tersebut. Sehingg dengn adanya pnerapan model pembelajaran di rumah ini, membuat siswa tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran secara online.

Penggnaan teknologi dalam menyelesaikan tugas pada siswa, juga dapat menimbulkan kreatif dikalangan siswa dalam mengembangkan pengetahuan yang telah mereka miliki. Dengan metode pembelajaran yang bervariasi dari guru, mereka dapar menciptakan suatu produk pembelajaran kreatif yang dapt mengembangkan pemikiran melalui analisis mereka sendiri, tanpa keluar dari pokok pembahasan materi yang telah disampikan pleh guru. adanya pandemic covid-19 juga memberi hikmah yang lainnya.

Pembelajaran yang mengawasi terhadap pengembangan belajar anak secara lansung. Orang tua lebih mudah dalam membimbing dan mengawasi belajar anak dirumah. Hal tersebut akan menimbukn komunikasi yang lebih intensif dan akan menimbukn hibungan kedekatan yang lebih eratantara anak dan orang tua. Orang tua dapat melakukan pembngbngan secara ansung kepada anak mengenai materi pembelajaran yang belum mengerti oleh anak.

Dalam kegiatan pembelajaran secra online yng dberikan ileh guru, maka orang ta dapat membentu sejauh mana kompetensi dan kemampuan anaknya. Kemudia ketidak jelasan dari materi yang diberikan oleh guru, membuat komukasi antara orang tua dengan anak semakain terjalin degan baik. Orang tua dapat membantu kesulitan materi yang dihadpi oleh anak.

Hikmah selaanjutnya yaitu penggunaan media seperti HP atau gadget, dapat dikonrol untuk kbutuhan anak. Peran orang tua semakin diperlukan dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaaan gadget. Hal tersebut memberikan dampak yang positif bagi anak, dalam memamfaatkan teknologi untuk hal-hal yang beranfaat.

Anak cenderung akan menggunakan HP untk mengakses berbagai sumber pembelajraan dri tgas yang diberikan oleh guru. sehingga akan membuat anak menggindari pengggunaan gadget pada hal-hal yang kurang bermanaat atau negative.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img