spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Calon Gubenur Sumbar Irwan Prayitno Laporkan Kasus Pencemaran Nama Baik
C

Kategori -
- Advertisement -

Padang, 15/10 – Calon gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno melaporkan kasus pencemaran nama baik ke Kepolisian Daerah setempat atas penerbitan buku berjudul Sumatera Barat di bawah Irwan Prayitno Tanpa Kemajuan.

“Sebagai warga negara saya mengadukan pencemaran nama baik, karena isi dalam buku ini berisi fitnah dan kampanye hitam,” kata Irwan di Padang, Kamis.

Menurut Gubernur Sumbar periode 2010 hingga 2015 itu, isi buku setebal 117 halaman yang diterbitkan oleh Pelita Pelajar dan ditulis atas nama Forum Pemuda Penyelamat Sumbar banyak menghasut dan isinya tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Walaupun isi buku mengutip berita dari berbagai media terbitan lokal, tapi hanya diambil sepenggal dan tidak berimbang, ujar dia yang merupakan calon gubernur diusung oleh PKS dan Gerindra.

Ia menilai beberapa analisa dan komentar yang ada dalam buku itu telah mencemarkan nama baik.

“Saya mengadukan ini karena ingin pemilu kepala daerah (Pilkada) di Sumbar berjalan dengan bersih tanpa kampanye hitam, fitnah dan pelanggaran aturan,” kata dia.

Irwan mengatakan buku tersebut sudah beredar pada beberapa tempat seperti Padang, Padangpariaman yang diperoleh dari seseorang yang melapor kepada tim pemenangan Irwan Prayitno-Nasrul Abit.

Ia menilai buku tersebut ilegal, tidak ada pengarang, tidak ada penerbit yang jelas alamatnya sehingga dapat disebut sebagai buku kaleng yang sengaja dibuat secara sistematis dan serius.

“Saya minta kepolisian menyelidiki dan mengusut tuntas siapa yang mendanai, menulis, mencetak dan menyebarluaskan, serta menarik buku yang telah beredar,” kata dia.

Ia mengatakan buku tersebut berisi kumpulan berita dari media cetak dan online yang kemudian dipenggal sesuka penulis sehingga tercipta kesan selama Irwan memimpin tidak ada kemajuan.

“Melalui buku ini saya Irwan Prayitno dan calon gubernur Nasrul Abit dizhalimi,” ujarnya.

Saat ditanya apakah ada kemungkinan buku tersebut dibuat oleh kompetitor Irwan mengatakan hingga saat ini pihaknya masih berkomunikasi baik dengan pasangan calon gubernur Muslim Kasim-Fauzi Bahar.

“Walaupun kompetitor hingga saat ini saya masih berhubungan baik, dapat saja buku ini dibuat pihak ketiga sehingga pilkada menjadi cacat dan ternoda,” kata dia.

Buku bersampul hitam dengan latar foto Irwan Prayitno tersebut berisi kutipan berita dari media lokal seperti Koran Padang Ekspres, Singgalang, Pos Metro, Haluan serta media online seperti Covesia.com, Antarasumbar.com, Kliksiar, Klikpositif, Padangmedia, Bisnis.com dan lainnya.

Kedatangan Irwan ke Polda Sumbar didampingi tim hukum Zuldesni serta tim relawan yang diterima Kepala Siaga I mewakili Kepala SPKT Polda Sumbar Kompol Budi Prayitno.

Usai melapor ke Polda Sumbar Irwan melanjutkan laporan ke Bareskrim Polda guna pembuatan Berita Acara Pemeriksaan.

Sementara, Tim Hukum Irwan Prayitno, Zulhesni mengatakan dari judul saja sudah buku tersebut jelas mencemarkan nama baik dan fitnah.

“Buku tersebut penulisnya tidak ada serta penerbit tidak jelas berisi berita yang diragui kebenarannya,” kata dia.

Ia mengatakan pada halaman 87 terdapat foto serta tulisan Irwan Prayitno bersenang-senang dan menghabiskan waktu dengan drum, bernyanyi ditengah ekonomi masyarakat kian sulit, ini jelas merupakan fitnah.

Oleh sebab itu kami meminta polisi mengusut tuntas siapa yang mendanai, membuat, mencetak, menulis, serta menyebarkan dan melakukan proses hukum, ujar dia.

Sementara, Kepala Siaga I mewakili Kepala SPKT Polda Sumbar Kompol Budi Prayitno membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari Irwan tentang kasus pencemaran nama baik melalui buku tersebut. (Ant/Oleh Ikhwan Wahyudi)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img