24 C
Padang
Senin, November 29, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Bukittinggi Adakan Jalan Santai Kerukunan Umat Beragama
B

Kategori -
- Advertisement -

Latarbelakang etnis, agama dan ras, janganlah dianggap perbedaan, apalagi ancaman yang sewaktu-waktu bisa saja memecah kedamaian masyarakat Bukittinggi. Justeru kemajemukan itu haruslah disikapi sebagai kekuatan dan mesti dijalani melalui suatu kerukunan dan kedamaian.

“Keyakinanan, suku dan warna kulit sah-sah saja berlainan, tapi yang pasti masyarakat Bukittinggi mesti rukun dan bersatu dalam kebinekaan,” tegas Walikota Ismet Amzis ketika melepas jalan santai kerukunan umat beragama, Sabtu (1/11) di depan DPKAD Jalan Sudirman.

Acara melepas dihadiri Wakil Walikota Harma Zaldi, Dandim 0304/Agam Letkol Arh Candy Christian riantory, kapolres AKBP Amirjan, ketua DPRD Beni Yusrial, kakan kemenag M. Nur, Ketua FKUB Drs. H. Salman, M.H dan sejumlah pimpinan SKPD. Menjelang melepas jalan santai itu, Wako Ismetpun membakar semangat peserta dengan yel-yel Bukitttinggi yes, pemuda jaya.

Pluralisme warga Bukittinggi, sebenarnya sudah teruji, seperti saat awal bergulirnya reformasi akhir 1990-an. Konlfik horizontal dan tindak kekerasan terjadi di mana-mana dalam kacamata nasional. Tapi, di Bukittinggi suasana tetap adem. Masyarakatnya tak terkotak-kotak, apalagi terlibat konflik dan aksi radikal. Kondisi itulah yang mesti dipertahankan dan dipupuk terus di masa datang. Ismetpun megapresiasi kiprah dan eksistensi forum kerukunan umat beragama (FKUB) sebagai wadah mendukung terwujudnya kerukunan antar warga itu.

Ia menilai jalan santai yang diikuti mahasiswa, pelajar, muspida, pimpinan SKPD dan umat beragama itu kegiatan positif untuk merekat rasa kebersamaan sesama umat. “Kiranya FKUB beserta jajaran pemuka agama dapat mengembangkan kegiatan ini di masa datang,”tegasnya.

Jalan santai, seperti diungkapkan Ketua Panpel Prof. A. Rahman Ritonga, diikuti sekitar 2.000 peserta. Khusus pelajar dari berbagai SMP dan SMA di kotawisata, sama sekali tidak terganggu belajar mengajarnya di sekolah, karena mereka sedang mengikuti jam pelajaran olahraga. Olahraga murah, meriah dan menyegarkan itu digelar memeriahkan Sumpah Pemuda ke-86, Hari Pahlawan ke-69 dan ulang tahun ke-230 Kota Bukittinggi. Panitianyapun beragam. Ada unsur Tionghoa, Batak, Mandailing, Jawa dan Minang.

Peserta sangat antusias. Yang muda, dewasa maupun yang gaek alias manula tetap semangat. Mereka melalui rute sekitar tiga kilometer antara lain Jalan panorama, Simpang Tembok dan Jam Gadang. Penat jalan kaki, merekapun ngaso di pelataran DPKAD sambil unjuk kebolehan melantunkan aneka tembang diiringi orgen di sela-sela penarikkan undian doorprize. (hi/efri)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img