Padang Pariaman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman, menyatakan bahwa sulit untuk menyalurkan bantuan bagi masyarakat korban dari bencana banjir yang melanda Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), pada Senin (8/6).
“Bantuan untuk masyarakat korban banjir pada beberapa kecamatan sejauh ini belum bisa disalurkan karena masih sedikitnya persediaan logistik di tempat kami,” kata Kepala BPBD Padang Pariaman, Amiruddin di Padang Pariaman, Kamis.
Dia menjelaskan minimnya bantuan ini akibat rendahnya alokasi dana untuk kebencanaan yang didapat BPBD Padang-Pariaman.
Sebab sesuai SK gubernur Sumbar saat ini dana untuk korban bencana belum boleh dialokasikan. Akibatnya pada saat genting seperti ini pihak BPBD tidak dapat melakukan apa-apa, ucapnya.
“Hingga saat ini BPBD tetap melakukan pengawasan guna mengantisipasi adanya bencana lanjutan,” katanya.
Dia menyebutkan terdapat tiga kecamatan yakni Ulakan Tapakis, Enam Lingkung dan Batang Gasan yang sejauh ini masih belum mendapat bantuan.
Khusus di kecamatan Ulakan Tapakis masyarakat yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah, imbuhnya, namun sebagian besar harus rela berbagi meminjamkan peralatan rumah tangganya akibat beberapa kepunyaan mereka terbawa arus banjir.
Sedangkan di Batang Gasan, masyarakat terlihat memperbaiki rumah yang rusak, serta melakukan gotong royong membersihkan jalan dari lumput, ucapnya.
Salah satu penduduk korban banjir, Jon mengaku hingga tiga hari setelah bencana belum mendapat sedikipun bantuan dari pemerintah.
“Kami harus berbagi rumah dengan tetangga dan meminjam bajunya serta saling melengkapi untuk mencari lauk pauk untuk makan,” ucapnya.
[Ant/Oleh M R Denya Utama]