24 C
Padang
Rabu, Desember 1, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

BNN Tangkap Otak Pengedar Narkoba Di Lapas Sijunjung
B

Kategori -
- Advertisement -

Sijunjung, BeritaSumbar.com,- Badan Nasional Narkotika Kota Sawahlunto bekerjasama dengan Kepala Lembaga Permasyarakat Klas ll B Muaro Sijunjung berhasil mengamankan  (Dua) orang otak pengedar narkoba jenis ganja, kata Kepala BNN Kota Sawahlunto AKBP Erlis  SE, MH yang didampingi Kalapas Klas ll B Muaro Bistok Oloan Situngkir yang diruang kerjannya, Kamis (18/11).

Menurut Erlis, pada awalnya ada informasi dari Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sumatera Barat ada sindikat napi pengendali narkoba di Lapas Kelas II B Sijunjung. Berkat iformasi tersebut dilakukan koordiasi dengan pihak Lapas Sijunjung. Maka pada Sabtu (6/11) sekitar pukul 04.00 WIB dilakukan pengeledahan di dalam Lapas Sijunjung kepada Kedua napi berinisial (IH) dan (HP).

Berkat bantuan da kerjasama yang baik BNN Kota Sawahlunto dengan pihak Lapas Klas ll B Sijunjung, operasi pada pagi hari itu berjalan dengan lancar dan aman. Kedua Napi ini berhasil kita amankan dengan barang buktinya, jelas Erlis.

Terbongkarnya peredaran ganja yang dikendalikan kedua napi tersebut berawal ketika tim Direktorat Intel BNN dan BNNK Pasaman Barat menangkap seorang kurir yang membawa ganja seberat 200 kilogram. Barang haram itu diangkut dalam mobil Avanza warna hitam dengan nopol B 1417 UIV.

Kurir tersebut berinisial RA, warga Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Kepada petugas, RA mengaku membawa ganja 200 kg dalam mobil Avanza warna hitam dengan nopol B 1417 UIV.

“Ini kedua kalinya saya bawa, jika berhasil lolos dan sampai di Padang akan mendapat uang Rp30 juta dari pemiliknya. Saya tidak tahu pemilik ganja mereka hanya menelpon dan mentransfer uang dari dalam penjara,” katanya, Rabu (17/11/2021).

Saat membawa ganja dari Aceh, RA mendapat uang untuk biaya transportasi da… Awalnya kita menangkap RA (26) yang menjadi kurir membawa ganja dalam karung dengan mobil, ganja ini dari Aceh dan dibawa ke Padang,” kata Kepala BNNP Brigjend Pol Khasril, Rabu (17/11/2021).

RA ini merupakan warga Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kotap Padang. “Kita sudah melakukan pengintaian beberapa waktu dan baru ditangkap Sabtu (6/11/2021) sekira pukul 02.00 WIB di jalan Imam Bonjol, Kecamatan Kumpulan, Kabupaten Pasaman Barat,” ungkapnya.

Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sumatera Barat membongkar peredaran narkoba jenis ganja yang dikendalikan dua narapidana (napi) lembaga pemasyarakatan (Lapas) Sijunjung.

Kedua napi tersebut yakni berinisial IH dan HP. Keduanya pun terancam hukuman lebih berat yaitu seumur hidup.

Terbongkarnya peredaran ganja yang dikendalikan kedua napi tersebut berawal ketika tim Direktorat Intel BNN dan BNNK Pasaman Barat menangkap seorang kurir yang membawa ganja seberat 200 kilogram. Barang haram itu diangkut dalam mobil Avanza warna hitam dengan nopol B 1417 UIV.

Terungkapnya sindikat napi pengendali narkoba di Lapas Kelas II B Sijunjung berawal dari pengungkapan kasus itu, petugas menangkap seorang kurir berikut barang buktinya sebanyak 200 kg ganja dari Aceh.

Kurir tersebut berinisial RA, warga Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Kepada petugas, RA mengaku membawa ganja 200 kg dalam mobil Avanza warna hitam dengan nopol B 1417 UIV.

“Ini kedua kalinya saya bawa, jika berhasil lolos dan sampai di Padang akan mendapat uang Rp30 juta dari pemiliknya. Saya tidak tahu pemilik ganja mereka hanya menelpon dan mentransfer uang dari dalam penjara,” katanya, Rabu (17/11/2021).

Saat membawa ganja dari Aceh, RA mendapat uang untuk biaya transportasi alias upah yang cukup menggiurkan.

Awalnya kita menangkap RA (26) yang menjadi kurir membawa ganja dalam karung dengan mobil, ganja ini dari Aceh dan dibawa ke Padang,” kata Kepala BNNP Brigjend Pol Khasril, Rabu (17/11/2021).

RA ini merupakan warga Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kotap Padang. “Kita sudah melakukan pengintaian beberapa waktu dan baru ditangkap Sabtu (6/11/2021) sekira pukul 02.00 WIB di jalan Imam Bonjol, Kecamatan Kumpulan, Kabupaten Pasaman Barat,” ungkapnya.(*)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img