31.4 C
Padang
Tuesday, October 20, 2020

Biden Jangan Sok Kepedean, Pakar : 2016 Hillary Ungguli Survey, Buntutnya Tumbang

Dalam sejumlah jajak pendapat di Amerika Serikat (AS) jelang presidential election (Pemilihan Presiden) sang petahana Donald Trump masih tertinggal 8 bahkan 9 poin dari saingan beratnya mantan vice president era Barrack Obama yakni Joe Biden asal Delaware.

Menurut pakar politik internasional Jerry Massie, kedua capres baik Donald Trump dari Partai Republik dan Joe Biden (Demokrat) terus menarik simpati publik lewat kampanye ada yang tertutup adapula kampanye digelar secara virtual.

“Saya prediksi nasib Biden akan berakhir tragis seperti Hillary Clinton 2016 silam. Kendati menang popular votes selisih 2 juta suara, Clinton mendapat 63.964.956, sementara Presiden AS terpilih Donald Trump hanya 62.139.188 suara toh, Hillary kalah juga di fase penentuan yakni electoral college,” kata peneliti politik Amerika ini.

Hasil akhir 2016 lalu kata Jerry, Trump unggul 306 electoral college dan Hillary hanya meraih 232. Dia berhasil unggul saat electoral votes di daerah battleground state atau swing state yakni Michigan (16), Wisconsin (10) dan Pennyslavania (20).

Barangkali kata dia, banyak yang belum tahu beberapa tahun silam mantan Menlu AS ini 6 kali dibantu Trump. Bahkan Trump pernah berafiliasi dengan Demokrat dan hampir saja di calonkan sebagai presiden beberapa tahun silam.

“Medsos salah satu kunci kemenangan Trump ada 2016 lalu, pasalnya followers-nya cukup besar yakni 60 juta pengikut,” tutur dia.

Selain itu ucapnya faktor internal Trump, hal yang membuat banyak pihak tidak siap dengan kemenangan si pria oranye adalah poling-poling prediktif yang kebanyakan menunjuk Hillary akan menang pilpres

“Poling sebelum pemungutan suara dari Economist/YouGov, Bloomberg, IBD, ABC, Fox News, Monmouth, CBS News, dan Reuters mememenangkan Hillary menang dengan selisih 1 sampai 6 persen. Sedangkan poling yang memenangkan raja real estate ini hanya LA Times yang menggungulkan Trump pada angka 5 persen,” kata Direktur Political and Public Policy (P3S) Ini.

Oleh karena itu, dia mengingatkan saat Situsweb milik jurnalis data kawakan Nate Silver, Fivethirtyeight.com, mencatatkan probabilitas Hillary Clinton untuk menang ada pada angka 71,4 persen. Probabilitas Trump? Hanya 28,6 persen saja. Untuk popular vote, Hillary diperkirakan akan menang dengan selisih 3,6 persen dari Trump. Pada electoral vote, diperkirakan Hillay bakal menang dengan angka 302 lawan 235.

Sama persis saat ini ujar Jerry, yang mana semua lembaga survey menjagokan Biden. Hanya Rasmussen yang menempatkan Trump unggul 1 poin. Sedangkan YouGove +9, USC +7, Reuters +9, Hill +6, News Fox +5, JTN/RMG +5, CNBC +6, Mounmouth +7 semua bagi kemenangan Biden.

Jerry pun menyebut, salah satu pakar David Schultz, Profesor Departemen Ilmu Politik dan Departemen Studi Hukum di Universitas Hamline mengatakan, hasil survei secara nasional sejatinya tidak terlalu berpengaruh pada hasil pemilihan Presiden Amerika Serikat AS. Lantaran yang penting 270 electoral College yang bisa memenangkan kandidat capres.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

IKABAGAS Tanjung Pinang Hinbau Calon Dan timses Edukasi Masyarakat Saat Kampanye

Tanjungpinang, beritasumbar.com,- Ikatan Keluarga Batang Gasan (IKABAGAS) di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau meminta agar calon bupati dan wakil bupati Padang Pariaman dan...

Rival Pribadi Yakin, Darma Tani Kandidat Terkuat

Tanah Datar,- Rival Pribadi yang didapuk menjadi ketua tim pemenagan darma tani meyakini jika pertahana saat ini masih terkuat dari paslon lain...

Kasatlantas Polres Tanah Datar, Gelar Silaturahmi Bersama Wartawan

Tanah datar, - Puluhan wartawan yang bertugas di tanah datar, berkumpul mengadakan silaturahmi dan cofee morning bersama IPTU M Nasir Kasatlantas Polres...

Razia Hari Kedua, Satgas Covid-19 Tindak Lagi 25 Pelanggar Protokol Kesehatan, 2 Bayar Denda

Payakumbuh --- Upaya perang melawan corona terus digalakkan di Payakumbuh. Di hari kedua operasi yustisi yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Berdalih Karantina COVID-19, Migran Afrika Dibiarkan ‘Membusuk’ di Pusat Penahanan Arab Saudi

Salah satu negara terkaya di dunia, Arab Saudi, menahan ratusan bahkan ribuan Migran Afrika dalam kondisi mengenaskan. Penahanan ini berdalih sebagai upaya untuk menghentikan penyebaran COVID-19....

New Normal, 71 Putra Terbaik dari Berbagai Negara Diwisuda di Yaman

Wisuda atau upacara pengukuhan bagi orang-orang yang menempuh pendidikan merupakan salah satu momentum terpenting yang dinanti-nanti mahasiswa, sebagai tanda resmi selesainya masa...

Bahas Potensi Laut, Universitas Terengganu Malaysia Undang Pakar Maritim Dan Kelautan IPB

Malaysia -Prof Rokhmin Dahuri Pakar Maritim dan Kelautan dari IPB diundang secara khusus oleh Universitas Terengganu Malaysia. Rokhimin Dahuri diundang untuk membahas secara detail...

Muhammad Ja’far Hasibuan Juara Dunia CSITF dan WIIPA di Cina Berharap Bisa Bertemu Presiden

Jakarta,BeritaSumbar.com,-Indonesia pantas berbangga dengan lahirnya ilmuwan muda yang berhasil menggoncangkan dunia lewat penemuannya yang spektakuler yakni, Obat Kulit Bagi Manusia dan Hewan Luar dan Dalam. Sang...
- Advertisement -