31 C
Padang
Minggu, Mei 19, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Biaya Pengembangan Blok Masela Turun Signifikan
B

Kategori -
- Advertisement -

BeritaSumbar.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan telah melakukan berbagai perhitungan terkait biaya (cost) yang harus dikeluarkan pengembangan lapangan Abadi, Blok Masela dengan mekanisme kilang darat (onshore).

Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan akan terus mempercepat pengembangan blok yang berada dilepas pantai laut Arafura tersebut. Bahkan, Ia menuturkan dapat memperkecil biaya yang dikeluarkan untuk pengembangannya.

Dalam meeting beberapa waktu lalu dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang saat ini eksisting, Inpex Corporation, lulusan Institutt Teknologi Bandung (ITB) ini juga mengungkapkan, dari sisi komersial, biaya pengembangan Blok ini  dapat diturunkan.

“Selain bicara tentang teknikal, saya bicara tentang komersial. Nah sedikit update buat teman teman, bahwa beberapa data misalnya masalah cost komersial di Masela yang dulunya dionshore agak tinggi ya, alhamdulillah bisa kita kurangi sekarang dan signifikan kurangnya,” kata Arcandra di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu (14/8/2016).

Penurunan biaya yang sangat signifikan itu memang belum ia sebutkan besarannya. Namun, Arcandra menambahkan akan mengelaborasi angkanya. Inpex juga, menurutnya, sudah mulai bekerja untuk proyek Blok Masela tersebut.

“Nanti kita elaborate angka pastinya. Jadi mulai minggu lalu, minggu kemarin Inpex sudah bekerja kembali untuk proyek Blok Masela. Alhamdulillah,” pungkas Arcandra.

Sebelumnya, juga pernah dijelaskan oleh Arcandra bahwa  keputusan akhir investasi (Final Invesment Decision/FID) dipercepat 2018. Hal itu akan diikuti dengan tahap-tahap lainnya seperti pre-Front End Engineering Design (FEED) dan FEED bisa dikebut dalam waktu dua tahun.

Sekedar informasi, berdasarkan perhitungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bila pengembangan blok Masela digunakan dengan mekanisme kilang laut (offshore) akan memakan biaya USD14,8 miliar. Sedangkan bila menggunakan mekanisme kilang di darat akan memakan biaya USD19 miliar.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img