spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Benarkah Beras Palsu Sudah Beredar di Sumbar?
B

Kategori -
- Advertisement -

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), memastikan hingga kini belum ada beras palsu atau beras yang mengandung plastik yang beredar di provinsi itu.

“Kami selalu memantau dan melakukan pengecekan terhadap peredaran beras setiap hari, hingga saat ini kita belum menemui adanya beras plastik di Sumbar,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar, Zaimar di Padang, Kamis.

Pernyataan ini menyusul ditemukannya beras palsu yang terbuat dari bahan campuran kentang, ubi jalar dan resin sintetis industri alias plastik di Bekasi beberapa waktu yang lalu.

Ia mengimbau agar masyarakat melaporkan ke instansi pemerintah terkait, jika mendapati adanya beras sintetis atau beras yang mengandung plastik yang beredar.

“Bagi masyarakat yang menemukan atau terlanjur membeli, segera laporkan ke dinas perdagangan. Kami akan melakukan pengecekan setiap hari,” katanya.

Menurutnya, hal ini menyangkut kesehatan pangan yang nantinya akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) Sumbar.

Sebelumnya, anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, Hermanto, mendesak pemerintah melakukan langkah konkret mencegah beras palsu yang diproduksi di Tiongkok masuk.

“Pemerintah harus memberikan jaminan, jangan sampai beras palsu itu masuk ke Tanah Air, ini penting untuk menentramkan masyarakat yang resah karena isu beras palsu,” ujarnya.

Ia mengatakan jaminan yang diberikan pemerintah tidak cukup dengan pernyataan dan harus ada langkah konkret guna mencegah masuknya beras palsu ini ke Indonesia.

Menurutnya, ada dua cara beras palsu itu bisa masuk Indonesia, yaitu melalui impor beras atau pasar gelap.

“Dengan tidak melakukan impor beras, berarti secara tidak langsung telah menutup pintu legal bagi masuknya beras palsu itu ke Indonesia,” jelasnya.

 

Sumber: Antara/Oleh Junisman
- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img