Syafrudin dari PT PLN (Persero) P3B Sumatera memperlihatkan merek karung kompos resmi dari CSR P3B Sumatera saat sosialisasi.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, maka PT PLN (Persero) P3B Sumatera melalui aksi Corporate Social Responsibility (CSR) membangun desa binaan yang sudah sukses juara II nasional dan kembali melalui program social enterpreuner, yang sekaligus mengawasi, mendorong pelaksanaan aksi pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan dan kebutuhan masyarakat petani atas kelangkaan pupuk saat ini. Melalui pola usaha tani dengan pemanfaatan kotoran ternak sapi (emas hitam).

Untuk melaksanakan kegiatan ini P3B Sumatera menjdaikan kabupaten Tanah Datar  sebagai pilot projek pad kelompok tani ternak di Kec. Rambatan, Kec. Tanjung Emas, Kec. Salimpaung  dengan nama program Kelompok Usaha Bayar Listrik Dengan Kotoran Sapi (KU BALI KOPI) yang di sosialisasikan lansung oleh Syafrudin dari PT PLN (Persero) P3B Sumatera di kelompok tani ternak Tanjung Lurah nagari Salimpaung Selasa (28/10) kepada Metrans yang dikuti oleh 75 orang anggota kelompok dan masyarakat.

Kelangkaan dan mahalnya harga pupuk yang dirasakan oleh petani, serta pemakaian pupuk kimia yang terlalu sering oleh petani dapat menyebabkan lingkungan tercemar dan tanah pertanian lambat laun semakin gersang, hal inilah yang melatarbelakangi  PT PLN (Persero) P3B Sumatera melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berusaha untuk membantu mengatasi kelangkaan pupuk dengan memberikan penyuluhan untuk mengalihkan pola usaha bertani masyarakat ke ramah lingkungan. Pemanfaatan kotoran ternak yang bernilai tinggi yang dikemas dalam bentuk kemasan karung pupuk trichokompos padat dan kemasan jerigen plastic cair melalui desa binaan yang berkelanjutan dan produktif.Sekaligus sebagai bentuk pastisipasi kemudahan petani untuk membayar listrik melalui lumbung kotoran sapi.

Kegiatan program unggulan CSR ini berupaya untuk mendapatkan hasil tani yang biasanya dilakukan secara sektoral perlu dilakukan secara terintegrasi, dengan harapan satu usaha dapat berkontribusi terhadap usaha lain, pola yang dilakukan dengan cara mengumpulkan kotoran sapi dari peternak/pengumpul disetorkan ke KU BALI KOPI yang dihargai oleh pihak PT PLN (Persero) P3B Sumatera Rp 200,-/ kg untuk diolah menjadi kompos, jelas Syafrudin pada sosialisasinya.

” Untuk satu petani satu ternak dapat menghasilakan kotoran sapi dalam satu hari antara 15-20 kg dikalikan Rp 200,-/kg maka satu hari satu sapi menghasilkan uang sebesar Rp4000,- , jika satu bulan menghasilkan Rp 120.000,- sedangkan untuk membayar listrik dengan 900Va / bulan rata-rata Rp 100.000,-  dengan demikian petani tidak lagi memikirkan untuk membayar listrik tiap bulannya, bahkan petani satu bulannya masih mengisahkan uang sebesar Rp 20.000,- itupun dapat ditabung di KU BALI KOPI untuk pembelian kompos hasil olahan kelompok itu sendiri “, ulas Syafrudin .

Tujuan dari program CSR PT PLN (Persero) P3B Sumatera ini adalah masyarakat akan menjadi pelopor pengembur tanah dengan membeli kembali kompos yang telah di olah oleh KU BALI KOPI dan ramah lingkungan karena tidak menggunakan lagi pupuk kimia dan untuk program tahap pertama ini PT PLN (Persero) P3B Sumatera memberikan bantuan berupa bibit, pupuk kompos, pelengkapan teknis/ sarana prasarana pengolahan kompos, ungkap Syafrudin.

Pada kesempatan tersebut  Syafrudin menghimbau kepada masyarakat khususnya peserta sosialisai untuk tidak lagi membuang kotoran sapi dan membakar jerami karena akan membuat tanah gersang. (humas tanah datar/hr)

loading...