Limapuluh Kota,Beritasumbar– Alam Luak Limopuluah nan terkenal elok dan asri menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar adventure. Tak terkecuali pencinta mobil jeep adventure di daerah ini yang bernaung di bawah bendera Sinama Adventure Club(SAC).
Minggu 24/7 dengan 8 armada offroad dan 20 personil pertualangan menelusuri hutan dan sungai di Kenagarian Taram tepatnya di area wisata Kapalo banda di mulai. Dipimpin lansung ketua Harian Zul Bintang Kembar rombongan mulai meng gas menjelajahi hutan dan sungai.

Jalanan berbatu,lumpur dan belukar menjadi tantangan menarik,apalagi tanjakan dan turunan tajam menghiasi perjalanan. Pemandangan sejuk akan hijaunya perbukitan membuat mata nyaman memandang di saat lelah yang tak terasa.
Dalam pertualangan kali ini juga di ramaikan dengan rombongan motor trail Payakumbuh yang tergabung di Trapay. Raungan gas mobil dan motor trail membahana di dalam hutan Kawasan Taram tersebut menambah semangat para adventure.

Saat perjalanan memasuki belantara dan lereng perbukitan barisan di pinggir Sungai yang mengalir dari Buluah Kasok menuju Taram,rombongan di kagetkan dengan pemandangan yang amat menyedihakan. Hamparan Hutan yang biasanya hijau sudah rata oleh mata rantai mesin Sinsaw.

Potongan kayu bergelimpangan di hamparan tersebut. Sepertinya sedang berlansung pembabatan hutan. Kayu yang di babat di potong,entah untuk kayu api atau bahan baku kertas telur yang ada di Limapuluh Kota. Sementara sisa pembabatan di bakar.

Saat rombongan mendekati lokasi bukit yang sedang di babat,para pekerja yang menebang kayu hilang di telan belantara. Dilapangan tertinggal galon air dan sepatu mereka.

Terkesan rasa kecewa dari raut wajah para andventure saat melihat hamparan hutan perbukitan yang sudah gundul dan jadi abu. Wajar air di aliran sungai bila musim kemarau tiba selalu kerontang ujar para penggemar pertualangan di alam ini.
Tertumpang harapan para jeepoler dan offroder ini kepada instansi terkait dapat menyikapi kondisi hutan yang semakin memprihatinkan. Baru kemaren Bupati Limapuluh Kota memperingati hari Lingkungan Hidup dengan semboyan Lestarikan sumber daya Hayati dan Hewani.Tapi di lapangan situasi jauh berbeda. Pembabatan hutan dengan dalih pembuatan ladang semakin menjadi jadi. Sudah dipastikan hewani akan punah dengan sendirinya.(perjananan penulis bersama SAC)