Padang Pariaman, beritasumbar.com,-Seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman agar memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, kalau di ibaratkan masyarakat adalah raja. Sedangkan seluruh aparatur dan para pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus memposisikan dirinya sebagai pelayan. Hal itu dikatakan oleh Bupati Ali Mukhni saat  launching program Sehari Semalam Bersama Masyarakat (Sabermas), Sabtu (15/12) yang lalu di Masjid Baitul Makmur Nagari Kapalo Koto, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, kegiatan itu diprakasai dan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan.

Katanya, inovasi Sabermas yang digagas oleh Dinas Kesehatan ini merupakan yang pertama di Indonesia. Untuk itu bupati bersama seluruh OPD berkomitmen “tiada hari tanpa inovasi”. Artinya, dalam melakukan dan memberikan pelayanan senantiasa menciptakan terobosan demi terobosan agar masyarakat menikmati kemudahan dalam berurusan dan tanpa beban biaya. “Tanpa melakukan inovasi sama dengan mayat berjalan, tentu kepada semua OPD agar bisa membuat inovasi tersebut,” kata Bupati Ali Mukhni penerima Inovation Government Aswara (IGA) – terbaik kedua setelah Kabupaten Banyuwangi – dari Menteri Dalam Negeri itu.


Dengan itu, Bupati Ali Mukhni mengajak seluruh aparatur pemkab untuk selalu merenung selama dua menit usai shalat subuh dan dua menit usai shalat isya atau menjelang tidur. Merenung pagi untuk memikirkan apa kegiatan atau inovasi yang hendak dilakukan hari itu. Sedangkan merenung menjelang tidur guna mengevaluasi apa yang telah diperbuat sepanjang hari. “Melalui program Sabermas, bisa memberikan solusi terbaik guna mengatasi berbagai masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Padang Pariaman Aspinuddin menyebutkan, program Sabermas dimaksudkan untuk melengkapi inovasi-inovasi sebelumnya yang telah dan terus berlangsung seperti Padang Pariaman Sehat dan Padang Pariaman Tanggap Kasus Gawat-Darurat (Papa Tangkas Gada) Public Service Centre (PSC) 119. “Pada saat Sabermas ada 12 indikator kesehatan masyarakat di Nagari Kapalo Koto yang telah tuntas dan di-launching Bupati Ali Mukhni. Dengan kata lain, dengan Sabermas ke-12 indikator tersebut sudah teratasi.

Jika ada satu indikator saja yang belum tuntas, maka pada saat Sabermas harus kami tuntaskan. Itulah sebabnya kami berada selama 24 jam penuh di nagari sasaran,” ujar Aspinuddin.

Dia menjelaskan, sesuai dengan Program Indonesia Sehat Berbasis Keluarga (PIS BK), 12 indikator utama tersebut adalah 1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB), 2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, 3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap, 4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif, 5. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan, 6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar, 7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur, 8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan, 9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok di dalam rumah, 10.Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), 11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih dan 12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.

Katanya, kegiatan Sabermas merupakan puncak aksi inovasi dan tim kami sudah melakukan intervensi untuk menuntaskan masalah terkait 12 indikator utama untuk penanda status kesehatan sebuah keluarga di Nagari Kapalo Koto semenjak bulan Oktober lalu. “Alhamdulillah… hari ini keduabelas indikator tersebut sudah kami tuntaskan. Dalam aksi interensi, tim kami menemukan ada 166 warga yang belum menjadi anggota JKN. Hal ini kami tuntaskan dengan mengajak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mendirikan posko di Nagari Kapalo Koto dengan partisipasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Padang Pariaman membantu dana,” ujar Jimi.

Dengan itu katanya, juga ditemukan sebanyak 21 unit rumah yang belummempunyai akses atau menggunakan jamban sehat. Masalah ini juga telah dituntaskan dengan pembuatan jamban sehat dengan bantuan dana Rp900 ribu perrumah dari Baznas. “Hari ini kami menyatakan Kapalo Koto sebagai Nagari ODF (Open Devecation Free) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan. Dengan kata lain, Kapalo Koto sudah merupakan Nagari STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat),” katanya. Terkait permintaan Bupati Ali Mukhni agar 102 nagari lainnya di Kabupaten Padang Pariaman bisa memperoleh program sabermas pada tahun 2019, kita siap melaksanakannya.

Kegiatan sabermas di Nagari Kapalo Koto berakhir Minggu pagi dengan shalat subuh berjamaah dan tausiyah yang disampaikan Ustadz Drs Basnil (Imam Masjid Baitul Makmur) serta berlanjut dengan senam pagi yang diikuti jajaran Dinas Kesehatan bersama masyarakat setempat. “Kami mengucapkan terimakasih sebesar besarnya kepada seluruh aparatur Dinas Kesehatan yang telah bekerja tanpa kenal lelah dalam menyukseskan kegiatan sabermas. Kepada masyarakat Kapalo Koto kami harapkan agar menindaklanjuti sabermas ini dengan cara senantiasa berperilaku hidup bersih dan sehat,” pinta Jimi. (bus)

loading...