spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Adipura Terancam Gagal, Jika TPA Tak Dibenahi
A

Kategori -
- Advertisement -

Piala Adipura bakal terancam gagal diraih Kota Payakumbuh, Tahun 2015 ini, jika sinergisitas Pemprov  Sumatera Barat dengan Payakumbuh dalam membenahi tepat pemprosesan sampah (TPA) Regional di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Payakumbuh Selatan, tak jalan. Gubernur Irwan Prayitno diminta turun tangan  memfasilitasi persoalan  TPA Regional ini.

Nilai Payakumbuh pada penilaian tahap pertama (P1), terbaik di Sumatera dan peringkat ketujuh di Indonesia. Hanya saja, nilai tertinggi itu tak berarti, jika TPA yang menjadi titik lemah pada P1 masih belum dibenahi sesuai ketentuan teknik.  “Ada sejumlah persoalan teknik yang cukup krusial yang harus dilakukan. Tapi, semuanya itu kewenangan provinsi,” ucap Kepala Lingkungan Hidup Payakumbuh Ir. Syamsurial, M.Si, Minggu (22/2).

Menurut pejabat yang sudah beberapa kali mengantarkan Payakumbuh meraih Piala Adipura ini, berdasarkan nilai P1 yang diterima dari pemerintah pusat, awal Februari lalu, posisi Payakumbuh memberikan gambaran yang cukup menggembirakan. “Kita senang dan sudah laporkan kepada Walikota Riza Falepi dan Wawako H. Suwandel Muchtar, jika Payakumbuh yang tertinggi nilainya di Sumatera,” sebut Syamsurial.

Namun, menurut Syamsurial, dari sejumlah objek penilaian, Payakumbuh punya kelemahan pada sektor TPA. Pemko Payakumbuh tak bisa  ikut campur dalam persoalan ini. Kewenangan TPA berada pada provinsi, karena merupakan UPTD Bidang Cipta Karya Dinas PU Sumatera Barat, ungkap Syamsurial.

Harapannya, pejabat berwenang seyogianya  mencari solusi buat menutup lobang kelemahan di TPA ini. Diperlukan duduk semeja lagi antara kedua SKPD terkait dalam menutup kelemahan ini. Agar keberadaan  TPA benar-benar sesuai  rencana awal, sebagai lokasi pemprosesan sampah, sistem sanitarylanfil bukan seperti lokasi penimbunan sampah atau open dumping, dan tidak menimbulkan dampak lingkungan.

Belum terlambat membenahi sistem pengelolaan  TPA Regional Payakumbuh, karena jadwal P2 diperkirakan sekitar April  mendatang. “Jadi kita masih punya waktu sekitar 40 hari lagi, menjelang tim penilai P2 tiba di kota ini. Kalau  kita gagal membenahi kelemahan TPA Regional ini, sudah pasti keinginan pasangan Walikota Riza Falepi dan Wawako Suwandel Muchtar serta warga kota merebut kembali Piala Adipura tahun ini bakal terwujud,”  simpul Syamsurial.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img