spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Payakumbuh Bertekat Menjadi Kota Zero NARKOBA
P

Kategori -
- Advertisement -

Kantor Kesbangpol Kota Payakumbuh bekerjasama dengan Kepolisian Resor Payakumbuh dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) kota ini,  saling bersinergi memberantas penyalah gunaan narkoba.  Tiga instansi ini menggelar acara sosialisasi yang bertajuk Pencegahan Peredaran/Penyalahgunaan Narkoba kepada masyarakat Payakumbuh. Kegiatan sosialisasi ini berlangsung  di Gedung Gambir Jalan Sudirman, setelah  dibuka  Plh. Setdako Yoherman, Rabu (2/3).

Sosialisasi itu juga dihadiri oleh Kepala BNNK  Payakumbuh AKBP. Firdaus ZN, S.Pd, M.Si, Kapolresta Payakumbuh  diwakili  Kasat Narkoba AKP. Romarpus Almi, SH, MH, serta ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Desemberi P. Chaniago. Ketiganya juga diundang sebagai pembicara dalam sosialisasi ini.

Disampaikan  Plh. Sekdako,  Yoherman, Payakumbuh termasuk kota yang rentan akan peredaran dan penyalahgunaan narkotika serta obat terlarang. Letak Payakumbuh sebagai kota perlintasan dari propinsi Sumbar ke propinsi Riau, menjadikan Payakumbuh sebagai target pendistribusian dan peredaran Narkoba, sebelum disebar lebih jauh ke berbagai kota lainnya di dua propinsi ini.

“Berbagai peristiwa penangkapan kurir narkoba yang mencoba mendistribusikan zat memabukkan itu di kota Payakumbuh, telah banyak terjadi. Hal ini menandakan, Kota Payakumbuh sebagai gerbang bagi gembong-gembong pengedar sebagai kota perlintasan dan peredaran narkoba tersebut. Kerjasama Pemko Payakumbuh bersama aparat keamanan dan BNN ini merupakan salah satu langkah dalam upaya pencegahan hal itu terjadi. Sehingga, tujuan kita menjadikan Payakumbuh sebagai kota dengan zero narkoba, bisa kita capai bersama,” ujar Yoherman.

Kepala Kantor Kesbangpol, Elfriza Zaharman mengatakan, sosialisasi tentang peredaran dan penyalahgunaan ini akan terus digelar oleh Kantor Kesbangpol bersama dinas instansi terkait, termasuk aparat keamanan. Untuk tahun 2016 ini, ditargetkan 750 peserta sosialisasi yang berasal dari masyarakat umum, guru-guru, serta tokoh masyarakat, bisa menjadi bagian dari benteng dari dampak buruk narkoba ini bagi masyarakat. Peserta  dibagi dalam 5 angkatan. Setiap angkatan 150 peserta, diawali para tukang ojek di Payakumnuh.

Angkatan berikutnya,  pengusaha hotel,  pengelola cafe dan kedai minuman. Berikutnya, tokoh/pemuka masyarakat, OKP, Ormas dan warga umum lainnya di  5 kecamatan.  “Kita berharap, semua masyarakat bersama pemko dan aparat keamanan saling bahu membahu memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba ini, untuk menjadikan Payakumbuh sebagai kota Zero Narkoba,”  tutup Elfriza.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img