Kawasan Bukit Panjang Patah Sambilan di Kelurahan Padang Alai, Kecamatan Payakumbuh Timur, dinilai tepat sejumlah tokoh masyarakat setempat untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan kota dan ekonomi baru di Payakumbuh. Warga berharap, ke depan kawasan ini menjadi perhatian serius pemko, untuk dikembangkan sesuai dengan Perda Tata Ruang dan Tata Wilayah Payakumbuh.
An. Dt. Rajo Indo nan Mamangun, salah seorang tokoh masyarakat setempat, di Balaikota Payakumbuh, Kamis (21/8), mengatakan, sejak 2008 lalu, pemko sudah melirik kawasan Bukik Panjang Patah Sembilan, untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Kementerian PU pun mengucurkan bantuan untuk membangun jalan, guna menghubungkan Kelurahan Kotopanjang Payobasung dengan Kelurahan Padang Alai. Konsepnya, membangun kawasan pertanian di tengah kota atau Agropolitan.
Pasangan Walikota Payakumbuh Riza Falepi dan Wawako H. Suwandel Muchtar, juga punya keinginan untuk melanjutkan pembangunan di kawasan Bukik Patah Sambilan itu. Karena, menurut walikota, puluhan hektar hamparan padang luas di daerah setempat, cukup bagus untuk dikembangkan buat lahan pertanian dan peternakan.
Walikota Riza Falepi, ketika dikonfirmasi, mengaku ketertarikannya untuk mengembangkan Bukit Panjang Patah Sambilan sebagai pusat pertumbuhan kota dan ekonomi baru ke depan. Karena itu, sejumlah SKPD terkait, sudah dimintai membuat perencanaan yang kongkrit. “Saya sudah perintahkan SKPD terkait untuk membuat perencanaan,” katanya.
Sejumlah anggota DPRD Payakumbuh daerah pemilihan setempat, seperti Nasrul dan Nasrul Suri dan YB. Dt. Parmato Alam, beberapa waktu lalu, mengaku akan memberikan dukungan yang kuat buat pemko untuk mengembangkan kawasan dimaksud. Karena, dinilai punya potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi akan berkembang pesat, jika pemko punya perencanaan yang matang untuk itu. “Kami siap memberikan dukungan politik untuk ini,” tegasnya.