Jorong Simpang Ampek, Nagari Batu Bajanjang, beritasumbar.com – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) JOSIAM (Jorong Simpang Ampek) melaksanakan serangkaian program kerja terpadu yang menyasar tiga sektor utama di Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, yakni pertanian, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta pengelolaan limbah rumah tangga. Ketiga program ini dirancang secara komprehensif untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan di wilayah tersebut.
Program ini dilaksanakan oleh 14 mahasiswa KKN JOSIAM yang terdiri dari: Tri Boy Zega (Ketua), Fermawati Zega, Melsi, Giscka Adrin Nanda, Aisyah Cahyani Pendry, Ghozan Fikri, Ufrizal Ipandi, Krisna Setiawan, Deni Eka Putra, Khairani, Nurhaliza Haby Bakhy, Delsria Salsa Ramadhani, Resky Valentian, dan Hetili Zalukhu.
Kegiatan KKN ini dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu: Dr. Hardinalis Kobal, S.E., M.M. Nina Ismayani, S.Pd., M.Pd.

Pada sektor pertanian, mahasiswa KKN JOSIAM melakukan pemetaan intensitas tanaman sebagai upaya mengenali dan menggambarkan potensi pertanian yang menjadi sumber daya utama masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, (14/8/2026), pukul 08.50–11.30 WIB di Aula Kantor Wali Nagari Batu Bajanjang. Melalui observasi dan pengumpulan data, jenis tanaman yang dibudidayakan masyarakat berhasil diidentifikasi, mencakup komoditas padi, tomat, terong, cabai, wortel, bawang, buncis, selada, kol, ubi jalar, jeruk, pisang, alpukat, dan pepaya. Data tersebut diolah dan disajikan dalam bentuk peta yang menggambarkan intensitas keberadaan tanaman berdasarkan kategori sering, kadang-kadang, dan jarang. Peta ini diharapkan menjadi informasi awal yang bermanfaat dalam perencanaan dan pengembangan potensi pertanian lokal secara berkelanjutan.

Selain pemetaan pertanian, kelompok KKN JOSIAM juga mengimplementasikan program pemberdayaan UMKM melalui dua strategi utama, yaitu pemasangan banner promosi dan pendampingan digitalisasi sistem pembayaran berbasis QRIS. Program ini dilatarbelakangi oleh minimnya identitas visual usaha dan rendahnya pemahaman pelaku UMKM terhadap teknologi transaksi digital di wilayah tersebut. Pada Minggu, (9/8/2026), pukul 09.10–15.00 WIB, mahasiswa membantu pembuatan dan pemasangan banner di sejumlah titik usaha strategis yang memuat informasi nama usaha, jenis produk, dan kontak yang dapat dihubungi. Secara bersamaan, pendampingan implementasi QRIS diberikan guna memungkinkan transaksi non-tunai yang lebih praktis, aman, dan terdokumentasi dengan baik. Perpaduan antara promosi konvensional dan inovasi digital ini diharapkan mampu memperkuat citra produk lokal dan meningkatkan daya saing UMKM di era ekonomi digital.

Melengkapi dua program tersebut, mahasiswa KKN JOSIAM juga menyelenggarakan penyuluhan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah dapur, khususnya kulit bawang merah dan air bekas cucian beras. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, (4/8/2026), pukul 16.00–18.00 WIB di Aula Kantor Wali Nagari Batu Bajanjang. Dengan pendekatan partisipatif, mahasiswa tidak hanya memaparkan materi mengenai manfaat pengolahan limbah rumah tangga, tetapi juga melibatkan warga secara langsung dalam praktik pembuatan POC. Demonstrasi mencakup tahap pengumpulan bahan, pencampuran, hingga pengaplikasian POC ke tanaman. Kulit bawang merah diketahui mengandung kalium, fosfor, kalsium, dan senyawa organik yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman, sementara air cucian beras menyediakan karbohidrat sebagai sumber energi bagi mikroorganisme selama proses fermentasi. Kegiatan ini bertujuan mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus menyediakan alternatif pupuk murah dan ramah lingkungan bagi warga.
Perwakilan kelompok KKN JOSIAM menyampaikan bahwa seluruh program ini merupakan wujud kontribusi nyata mahasiswa dalam mendampingi masyarakat Jorong Simpang Ampek mengelola sumber daya secara lebih bijak. Mulai dari pendataan potensi pertanian, penguatan sektor UMKM, hingga edukasi pengolahan limbah, semuanya diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
“Kami berharap masyarakat dapat terus mempraktikkan pembuatan pupuk organik secara mandiri, UMKM semakin dikenal dan siap bersaing, serta data pertanian yang kami hasilkan dapat dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan ke depan,” ungkapnya.
Dengan adanya dukungan ini, diharapkan Nagari Batu Bajanjang mampu menjadi wilayah yang mandiri, produktif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
