spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Ratusan Travelers Hadiri Pasa Harau Art & Culture Festival di Lembah Harau.
R

Kategori -
- Advertisement -

Limapuluh Kota, BeritaSumbar.com ,- Pasa Harau Art & Culture Festival Ke-8 Tahun 2026 berlangsung cukup meriah di Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat pada tanggal 30 Juli – 2 Agustus 2026.

Festival yang diselenggarakan oleh Komunitas Pasa Harau ini didukung oleh Program Dana Indonesiaraya, Kementerian Kebudayaan RI.

“Tahun ini kami didukung oleh Program Dana Indonesiaraya Kementerian Kebudayaan RI, dan juga dibantu oleh berbagai mitra kolaborasi dari berbagai sangar seni di Sumatera Barat, Yayasan Bintang Kidul, Yayasan Umar Kayam, dan Perkumpulan MPM”. Ujar Rahmad Fauzan, Direktur Pasa Harau.

Terlihat sejumlah wisatawan dari berbagai daerah di Sumatera Barat seperti Padang, Sawahlunto, Bukittinggi, Padang Panjang, Agam, dan berbagai daerah Indonesia lainnya seperti Riau, Jakarta, Yogyakarta, dan bahwa beberapa wisatawan mancanegara ikut menyaksikan festival di tengah Lembah Harau yang indah itu.

Pasa Harau adalah salah satu festival warga di Indonesia yang penyelenggarannya oleh warga dan komunitas budaya setempat.

Dalam sambutannya, Balai Pelestari Kebudayaan (BPK) Wilayah III yang diwakili oleh Robi Satria, M. Hum menyatakan bahwa BPK mengapresiasi penyelenggaraan festival yang sudah berlangsung 8 tahun.

“Tentu tidak mudah menyelenggarakan festival budaya seperti Pasa Harau ini. Banyak festival di Sumatera Barat atau bahkan di Indonesia yang tidak meneruskan akan melanjutkan kegiatan dari tahun ke tahun, namun Pasa Harau mampu untuk bertahan.” Kata Robi Septria dari BPK Wil III Sumatera Barat.

Lebih lanjut Robi Satria menyatakan bahwa Pasa Harau bukan sekedar perhelatan festival, ini merupakan perjumpaan antara tradisi dan kreativitas masyarakat adat, pelaku budaya generasi muda, dan pengunjung yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.

“Disinilah kebudayaan dipertontonkan, bahkan dihidupkan dari generasi terdahulu kepada generasi penerus.” Pungkas Robi Satria.

Sementara Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha yang hadir dalam Festival Pasa Harau menyatakan bahwa kebudayaan itu bukan semata tarian dan pakaian adat, tetapi ia harus menubuh. Contohnya dalah keramahtamahan terhadap semua tamu yang datang.

“Mari kita jadikan Pasa Harau sebagai inspirasi bahwa pariwisata yang maju adalah pariwisata yang bertumpu pada masyarakat, yakni masyarakat yang menghormati budaya, masyarakat yang menjaga alam, maka para wisatawanpun akan menghormati budaya dan alam kita, agar budaya dan alam kita yang indah ini lestari.” Kata Ahlul Badrito Resha, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Pemberdayaan Ekonomi UMKM Lokal

Syukriandi, Wali Nagari Harau menyambut baik penyelenggaraan Pasa Harau ke-8 tahun 2028.

“Penyelenggaraan festival kali ini tanda dukungan anggaran dari Nagari, karena kami sedang efisiensi dan keterbatasan anggaran nagari. Namun demikian, kami sangat mendukung kegiatan festival ini yang nyata-nyata berkontribusi dan mendorong pertumbuhan usaha kecil mikro menengah (UMKM) di Harau.” Kata Syukriandi, Wali Nagari Harau.

Syukriandi berharap, pada tahun 2027 mendatang Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota bisa ikut mendukung dan membiayai festival, karena anggaran nagari terbatas untuk berbagai program prioritas nasional.

Usi, seorang pelaku UMKM penjual pernik dan kopi yang ikut membuka stand di Pasa Harau menyatakan bahwa selama 3 hari festival, pendapatan cukup menyenangkan.

“Semoga tahun depan, Pasa Harau tetap terselenggara dan kami bisa turut serta memeriahkan bazar UMKM. Terimakasih kami kepada penyelenggara festival yang peduli dengan teman-teman UMKM di Lembah Harau.” Ujar Lusi.

Sementara Ibu Ina, pedagang lontong sayur menyatakan bahwa pendapatan dari usahanya cukup baik.

“Sayang kami tidak menyediakan menu sate lebih dari biasanya. Tapi tak apalah, semoga kedepan Pasa Harau menjadi lebih ramai dan dihadiri banyak wisatawan” Kata Ibu Ina.

Hari ketiga festival, Harau Walk Fest Ke-2 menjadi salah satu kegiatan favorit yang diikuti oleh 402 peserta dari berbagai kota di Sumatera Barat, Riau, dan Jakarta. Mereka menempuh rute 5 kilometer dan 10 kilometer mengelilingi lembah Harau yang cantik dan indah.

“Seru banget, apalagi disuguhi pemandangan Lembah Harau yang bagus. Kedepan, kami berharap panitia memperbanyak fotografernya agar kita tidak foto-foto sendiri.” Ujar Ayu, peserta Harau Walk dari Kota Bukitinggi.

Acara Harau Walk Fest adalah penyelenggaraan yang ke-2 setelah tahun 2024 lalu juga sukses dilangsungkan bersamaan dengan Pasa Harau. Rencananya tahun 2027 mendatang, Harau Walk Fest akan tetap dilangsungkan dengan pilihan route walk yang lebih menantang, sebagai kegiatan olahraga dan wisata sekaligus.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img