spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Kemenag Sawahlunto Terbitkan Edaran Internal Hentikan Aktifitas Saat Azan, Perkuat Peran Mushalla Lewat Titian Muhibah
K

Kategori -
- Advertisement -
SAWAHLUNTO, Beritasumbar.com – Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto kembali selenggarakan kegiatan Titian Muhibah antar sektor, sebuah ajang dialog dan pembinaan puluhan pengurus mushalla serta ormas Islam se Kota Sawahlunto di Mushalla Baitul Ikhlas Kelurahan Lubangpanjang, Kecamatan Barangin, Selasa, (28/7/2026).

Kegiatan ini merupakan gagasan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto Dr.H. Zulkifli, S.Ag, M.M dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi, komunikasi dan kolaborasi bersama seluruh pengurus mushalla dan kalangan tokoh penggerak organisasi Islam di Sawahlunto.

Titian Muhibah menurutnya merupakan jembatan kasih sayang bagi sesama umat Muslim. Ini adalah pertemuan kedua yang sebelumnya dilakukan di Aula Kankemenag bulan lalu yang menghasilkan beberapa rumusan dan akan disampaikan secara luas melalui surat edaran dari Pemerintah Kota Sawahlunto.

Kemenag Terbitkan Surat Edaran

Meski demikian, untuk lingkungan Kementerian Agama, kata Zulkifli, sudah diterbitkan Surat Edaran nomor : B-295/KK.03.1./07/2026 tanggal 20 Juli 2026, dengan lima poin penting yang disepakati dalam pertemuan Titian Muhibah bersama para pimpinan ormas Islam sebagai berikut :

1. Menghentikan Aktifitas : Seluruh pegawai/karyawan yang beragama Islam diwajibkan untuk menghentikan sejenak segala aktifitas /pekerjaan saat adzan berkumandang

2. Melaksanakan sholat berjamaah : Berkenan dengan hal tersebut, pegawai dihimbau untuk segera menunaikan ibadah sholat fardhu secara berjamaah di mesjid atau mushalla terdekat

3. Penyesuaian Jadwal Kegiatan : Baginunit kerja atau bidang yang sedang menyelenggarakan rapat/kegiatan agar menjadwalkan ulang atau mengistirahatkan rapat sejenak pada waktu sholat tersebut

4. Pelayanan Masyarakat : Bagi pegawai yang sedang bertugas memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, diharapkan dapat menyampaikan himbauan penundaan pelayanan inindrngan cara yang baik dan sopan, untuk kemudian bergantian melaksanakan sholat

5. Jumpa Berlian : Jumat pagi bersihkan lingkungan.

Ini merupakan representasi Sawahlunto sebagai kota peradaban yang tak berorientasi kepada pembangunan kota secara fisik dan ekonomi, tapi perlu kebangkitan moral, spiritual, serta karakter masyarakat berlandaskan nilai agama untuk menjawab rapuhnya akidah, iman, dan tauhid generasi muda saat ini.

“Hal ini merupakan pondasi yang harus di berikan sebagai modal awal bagi orang tua terhadap anaknya. Dengan iman yang kuat dia akan terarah untuk menjalankan kehidupan dunia di bawah kerangka nilai nilai keislaman. Aqidah dan tauhid sebagai filter dalam membedakan yang hak dan yang bathil.” Tegas Zulkifli.

Mushalla Sebagai Pusat Pelayanan

Ketua MUI H.Fadlih Rifenda, S.Ag,M.A pengurus mushalla adalah pelayanan umat dan tugasnya hanya pengabdian. Walau demikian diharapkan kepada beliau diharapkan mampu menjadikan mushallanya lebih bersih, dan proaktif dalam mencari sumber-sumber dana kebutuhan untuk pengembangan kegiatan mushalla.

Ingatkan kalau ada bantuan-bantuan infak untuk Palestina tolong di cermati betul, apakah ini benar-benar dilakukan secara preventif agar dana tersebut jangan sampai dimanfaatkan dan diselewengkan oleh oknum-oknum tertentu.

Tercekik Tangan Rentenir

Ketua BAZNAS Sawahlunto H.Edrizon Efendi mengapresiasi gagasan Kankemanag H.Zulkifli. Seperti dikemukakannya, Titian Muhibah merupakan sarana komunikasi, informasi, serta kolaborasi untuk pengembangan BAZNAS dalam membangun kemaslahatan ummat dalam program pendidikan keagamaan baik untuk didalam maupun luar negeri.

BAZNAS sangat prihatin melihat kondisi saat ini terkait aktifitas tangan-tangan rentenir yang mencekik masyarakat, dimana pengguna manfaatnya merupakan kalangan pedagang kecil maupun dari kalangan lain yang butuh biaya sekolah dan lainnya. Bahkan, ada seorang ASN tanpa menyebut nam tercekik uang riba rentenir tersebut hingga Rp 1,2 miliar.

“Korban-korban rentenir ini adalah sebuah persoalan yang kita hadapi, tidak cukup dengan penanganan bantuan dari BAZNAS, tapi merupakan upaya dan tangungjawab bersama. Kami BAZNAS siap mendukung setiap kegiatan positif dalam mensyiarkan agama Islam di Sawahlunto.” Ungkapnya.

Menurut penyelenggaran kegiatan, saat ini di Sawahlunto 282 mushalla tersebar diberbagai lokasi, baik dilingkungan kantor, perumahan, dan lainnya. Tapi yang diundang dalam program Titian Muhibah hanya 60 pengurus mushalla di lingkungan masyarakat dan aktif melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan.

Tampil sebagai pemateri Kankamenag H.Zulkifli, Ketua BAZNAS H.Edrizon Efendi, Ketua MUI H.Fadlih Rifenta, dan Manager Cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) Fadil Fuadi. Acara juga dihadiri Kabag Kesra Zulkifli, dan Pengurus Mushalla Baitul Ikhlas H.Zainul Arizal Bandaro Putiah yang mengungkapkan, mushalla ini buka 24 jam, sebagai tempat kegiatan syiar agama Islam.***
- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img