Limapuluh Kota,Beritasumbar.com— Sebanyak 47 Niniak Mamak dari Nagari Simpang Kapuak mengikuti pelatihan adat dan budaya Minangkabau yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin, 30 Juni hingga Rabu, 2 Juli 2025, di Hotel Sago Bungsu 2, Lubuak Batingkok, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota melalui Bidang Kebudayaan ini terlaksana melalui Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota dari Fraksi PAN, daerah pemilihan Simpang Kapuak, Yori Anggara.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Lima Puluh Ritho Resha, dan turut dihadiri oleh **Camat Mungka **Ilda Subul Huriati, S.AP, M.Si serta Wali Nagari Simpang Kapuak Feliadi
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan dari empat tokoh adat dan budayawan Minangkabau, yaitu:
- Mak Katik
- Yurizal Yunus
- Zulhikmi
- Nurhasiswan
Materi yang disampaikan mencakup penguatan peran Niniak Mamak dalam struktur sosial Minangkabau, pembinaan generasi muda, serta penerapan norma-norma adat dalam kehidupan masyarakat nagari.
Kegiatan ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan peran Niniak Mamak sebagai titik pijak adat dan budaya Minangkabau;
- Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Niniak Mamak tentang adat dan budaya, khususnya di Kabupaten Lima Puluh Kota;
- Meningkatkan kemampuan Niniak Mamak dalam menerapkan norma-norma adat dan budaya di tengah kehidupan anak kemenakan.
Dalam sambutannya, Yori Anggara menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan partisipasi para Niniak Mamak, serta harapannya agar mereka terus menjadi panutan di tengah masyarakat.
“Kita berharap Niniak Mamak tidak hanya menjadi simbol adat, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membimbing generasi muda, menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat, dan menjaga nilai-nilai Minangkabau dari erosi budaya luar,” ujarnya.
Salah seorang peserta pelatihan, Irwanto dt Bandaro mudo, menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan ini.
“Pelatihan seperti ini sangat kami butuhkan. Banyak hal yang kami peroleh, termasuk penyegaran nilai-nilai adat yang mungkin mulai luntur di kalangan generasi muda. Kami berharap pelatihan ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak Niniak Mamak di nagari-nagari lain,” ungkapnya.
Dengan pelatihan ini, para Niniak Mamak diharapkan semakin siap menjalankan fungsinya sebagai pemangku adat, penjaga moral anak kemenakan, serta pengayom dalam kehidupan sosial masyarakat di nagari.