Bukittinggi, beritasumbar.com – Walikota Bukittinggi Erman Safar berinisiasi atau bekerjasama (MoU) dengan Pemerintah Kota Solo. Hal itu disampaikan Rismal Hadi dalam sambutanya pada acara Musyawarah Kota dan Pelantikan (KADIN) Kota Bukittinggi digelar di Meeting Room Dangtuanku Hotel Pusako kota itu, Rabu (20/7).
Rismal Hadi, selaku Asisten ll yang mewakili Walikota Bukittinggi Erman Safar menyampaikan, saat ini Wako Erman tengah menjalin kerjasama Pemko Bukittinggi dengan Pemerintah Kota Solo terkait dengan pengembangan batik.
Menurutnya, hal ini merupakan sebuah peluang bagi KADIN Kota Bukittinggi bagaimana ke depannya kita mengembangkan batik yang sudah familiar di masyarakat.
“Batik yang ada di kota ini kebanyakan itu dari Solo, Pekalongan, Jogja, dan sebagainya. Namun kita belum mengambil pasar itu,” ungkap Rismal.
Atas dasar itu walikota berinisiasi atau bekerjasama (MoU)dengan Pemerintah Kota Solo, Selasa(19/7) untuk melakukan pendampingan pelaku usaha mikro maupun super mikro (terkecil)
Bersinergi terkait pemasaran, Pemko solo akan mendampingi pelaku usaha Bukittinggi.
Untuk menjual,mempromosikan batik yang diproduksi di kota ini.
Mengusung tema “Mewujudkan kemandirian ekonomi lokal dalam persaingan global untuk Bukittinggi sejahtera”. Ini merupakan Kata kunci, ini merupakan kemandirian ekonomi lokal
“Ini sangat sejalan sekali dengan program Pemda Bukittinggi,kita telah menetapkan RPJMD 2021-2026 kota Bukittinggi salah satunya program ekonomi lokal,” ungkapnya.
“Tinggal lagi bagaimana kedepannya Pemko dan Kadin berkolaborasi dan bersinergi, semakin padu untuk mewujudkan program-program Bukittinggi hebat,”harapannya.
Khususnya Bukittinggi juga cepat geliat ekonominya, pasca pandemi Covid-19.Dan pemko akan bantu pelaku usaha super mikro,” tutupnya.
Kadin Sumbar diwakili Yusni mengatakan,kadin merupakan posisi yang strategis untuk bermitra dengan pemerintah, sesuai dengan lahirnya kadin di Indonesia, insklusif dan kolaboratif, memperkuat keanggotaan dan struktur kadin pusat sampai ke kota kabupaten.
“Kadin tidak semerta-merta pelaku usaha besar namun juga mengayomi sampai pelaku usaha super mikro,”ungkap Yusni.
“Pemerintah dalam hal ini harus mendengar apa yang ada di lapangan,kenyataan,keluhan, masukan, dalam melakukan usaha tersebut,”harapannya.
Bukittinggi adalah kota yang ke 12 muskot, ini adalah kolaborasi antara pengusaha dengan Pemda Bukittinggi, untuk memilih ketua yang baru.
Ketua KADIN Bukittinggi Ferdian, Amd yang merupakan mantan ketua HIPMI Bukittinggi terpilih secara aklamasi menjadi ketua Kadin kota Bukittinggi, beserta ketua dewan pertimbangan Romi Aria Chandra dan ketua dewan penasehat Alfi Rezy, periode 2022-2027.
Hadir pada kegiatan tersebut, Walikota Bukittinggi Erman Safar yang diwakili Asisten ll Rismal Hadi,ketua caretaker Masrizal, Kabag administrasi pembangunan kota Bukittinggi Dedi Syahrizal, beserta tamu undangan lainnya. (Adil)