spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Petani Budidayakan Jeruk Nipis di Lahan Tidur
P

Kategori -
- Advertisement -

Sawahlunto – Masyarakat petani di Desa Talago Gunung, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, membudidayakan tanaman jeruk nipis dengan memanfaatkan lahan tidur yang tersebar di desa itu sejak beberapa bulan terakhir.

Kepala Desa setempat, Alfi Syaputra di Sawahlunto, Jumat, mengatakan desa yang berpenduduk sebanyak 494 kepala keluarga dengan populasi mencapai 1.662 jiwa memiliki lahan yang belum dimanfaatkan seluas 900 hektare.

“Jumlah tersebut hampir setengah dari luas keseluruhan desa yang berlokasi di Kecamatan Barangin ini, yakni 1.854 hektare,” kata dia.

Dia menjelaskan saat ini program budi daya yang dilakukan masih dalam masa uji coba dengan memanfaatkan lahan seluas 50 hektare untuk tanaman tersebut.

Menurutnya, tanaman jeruk nipis lebih mudah dikembangkan karena tidak membutuhkan perawatan yang rumit, seperti tanaman lainnya, karena tidak rentan terserang hama serta bisa tumbuh dengan mudah dan sesuai dengan kondisi lahan pertanian di daerah itu.

“Sebelumnya, sudah ada beberapa warga yang mencoba menanam dan hasilnya cukup memuaskan, sehingga mampu memotivasi masyarakat petani lainnya,” ujarnya.

Di samping itu, lanjutnya, minat mereka juga tidak terlepas dari kestabilan harga jual jeruk nipis di pasaran. Dalam beberapa tahun terakhir mampu bertahan di posisi Rp6 ribu sampai Rp7 ribu per kilogramnya.

Dia mengatakan di samping memanfaatkan lahan tidur, masyarakat petani komoditas karet yang tersebar di desa itu juga memaksimalkan lahan perkebunan miliknya dengan menyisipkan tanaman jeruk nipis sebagai tanaman sela.

“Upaya tersebut diprediksi mampu meningkatkan produktivitas lahan dengan luasan yang sama, sehingga akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan petani dan mengurangi potensi kemiskinan di desa ini,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, Desa Talago Gunung tercatat memiliki 44 kepala keluarga miskin atau sembilan persen dari total penduduk.

Pihaknya berharap upaya budi daya tanaman jeruk nipis yang saat ini bisa mendapat perhatian oleh pemerintah, baik dalam sisi permodalan maupun menjaga ketersediaan pasar dan kestabilan harga jualnya.

“Apabila upaya ini berhasil, diperkirakan angka kemiskinan bisa ditekan menjadi empat persen,” kata dia.

Desa Talago Gunung berbatasan langsung dengan Desa Sulit Air Kabupaten Solok. Penduduk di desa itu hampir 80 persen berprofesi sebagai petani.

Selain tanaman jeruk nipis, petani di desa itu juga menanam padi, cokelat, pinang, karet dan beberapa tanaman hortikultura lainnya.

 

[Ant/Oleh Eko Fajri]
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img