spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

BI : Konsumsi Rumah Tangga di Sumbar Meningkat
B

Kategori -
- Advertisement -

Padang – Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat angka konsumsi rumah tangga di daerah itu pada triwulan I 2015 meningkat mencapai 4,2 persen dimana pada periode sebelumnya hanya 4,1 persen.

“Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang pertumbuhan Sumbar karena andilnya mencapai 52,4 persen terhadap total pendapatan domestik regional bruto (PDRB),” kata Kepala Perwakilan BI Sumbar, Puji Atmoko di Padang, Rabu.

Menurut dia membaiknya daya beli masyarakat seiring terjadinya deflasi sepanjang triwulan I 2015 mendorong penguatan konsumsi rumah tangga.

“Turunnya harga-harga barang dan jasa selama tiga bulan pertama di awal 2015 mendorong optimisme masyarakat terhadap perekonomian Sumbar, “ujar dia.

Ia mengatakan mengacu kepada indeks keyakinan konsumen (IKK) sebagai salah satu hasil survei Bank Indonesia, menunjukkan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi Sumbar masih optimis, terlihat pada meningkatnya indeks menjadi 107,7 dari 106 pada triwulan IV 2014.

Selain itu membaiknya pengaruh pergerakan harga terhadap konsumsi rumah tangga juga tergambar dari Indeks Tendensi Konsumen (ITK) oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yang menunjukkan adanya perbaikan indeks pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi yang cukup signifikan di awal tahun, lanjut dia.

Puji mengemukakan meningkatnya konsumsi rumah tangga juga terlihat dari sejumlah indikator berupa meningkatnya laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga, yang dilihat dari naiknya pertumbuhan kredit konsumsi dari 11,4 persen pada triwulan IV 2014 menjadi 11,9 persen pada triwulan I 2015.

“Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit multiguna,” ujar dia.

Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat angka indeks tendensi konsumen di daerah itu mencapai 94,58 pada triwulan I 2015 atau turun dibandingkan triwulan IV 2014 yang berada pada angka 106.14.

“Turunnya indeks tendensi konsumen disebabkan oleh menurunnya variabel pembentuk yaitu pendapatan rumah tangga berada pada angka 84,16,” kata Kepala BPS Sumbar, Yomin Tofri.

Ia menjelaskan indeks tendensi konsumen merupakan angka yang menggambarkan harapan konsumen terhadap kondisi ekonomi pada triwulan yang sedang berjalan, dibandingkan dengan triwulan sebelumnnya dihimpun berdasarkan survei tendensi konsumen.

Menurut dia secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi Sumbar baik walaupun sedikit mengalami penurunan yang berpengaruh terhadap indeks tendensi konsumen.

 

[Ant/Oleh Ikhwan Wahyudi]
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img