25.1 C
Padang
Wednesday, October 28, 2020

6 Fakta Menarik tentang Lagu Indonesia Raya

Lagu Indonesia Raya yang diciptakan Wage Rudolf Supratman selalu diperdengarkan dan dinyanyikan saat acara-acara kenegaraan berlangsung, termasuk saat peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 yang berlangsung hari ini, Senin (17/8/2020). Meski begitu, ternyata masih banyak fakta yang mungkin tidak kita ketahui mengenai lagu Indonesia Raya tersebut. Apa saja?
1. Diciptakan dari sebuah tantangan
Wage Rudolf Supratman atau yang kini kita kenal sebagai W.R Supratman, menciptakan lagu Indonesia Raya karena sebuah tulisan yang ia baca di majalah Timbul, yang menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan.
Lelaki yang berprofesi sebagai seorang wartawan di koran Sin Po ini kemudia menciptakan lagu tersebut karena jiwa nasionalisme yang tinggi. Hingga pada 1924, lahirlah lagu Indonesia Raya.
2. Dibawakan pertama kali di Kongres Pemuda II
Instrumental lagu tersebut pertama kali dibawakan dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928, yang kelak dikenal sebagai cikal bakal Hari Sumpah Pemuda.
Mulanya, W.R Supratman ditugaskan untuk meliput jalannya Kongres Pemuda II, namun bukan ia juga ingin membawakan lagu Indonesia Raya pada kongres tersebut. Ia pun menyebarkan salinan lagu itu kepada para pimpinan organisasi pemuda.
Pemimpin kongres saat itu, Sugondo, mengizinkannya membawakan lagu tersebut pada jam istirahat. Tapi ia meminta W.R Supratman membawakan lagu tersebut dengan instrumen biola saja, karena khawatir liriknya lagu tersebut bisa membuat pemerintah memboikot acara kongres.
3. Sempat dilarang untuk dinyanyikan
Setelah dibawakan pertama kali di Kongres Pemuda II, lagu ini kemudian semakin dikenal, karena akhirnya dinyanyikan dalam kesempatan-kesempatan besar. Ini membuat resah pihak Belanda. Mereka takut jika lagu tersebut mampu membangkitkan semangat kemerdekaan.
Karena itu, pada 1930, lagu itu dilarang dan tak boleh dinyanyikan dalam kesempatan apa pun. Alasannya, lagu tersebut dapat mengganggu ketertiban dan keamanan. Namun, setelah diprotes dari pelbagai kalangan, pemerintah Hindia Belanda mencabutnya dengan syarat hanya boleh dinyanyikan di ruang tertutup.
4. Kembali dinyanyikan pada 17 Agustus 1945
Lagu Indonesia Raya kembali bergema setelah Sukarno membacakan teks Proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1945. Sayangnya, W. R. Supratman meninggal pada tanggal 17 Agustus 1938. Ia tidak sempat mendengar lagu gubahannya dikumandangkan pada Hari Kemerdekaan Indonesia. Sebagai bentuk penghormatan, pada 16 November 1948, dibentuklah Panitia Indonesia Raya.
5. Ada sikap khusus saat menyanyikan lagu Indonesia Raya
Ya, kita diwajibkan untuk berdiri tegak dengan sikap hormat saat menyanyikan lagu ini, yakni dengan berdiri tegak di tempat masing-masing dengan sikap sempurna, meluruskan lengan ke bawah, mengepalkan telapak tangan, ibu jari menghadap ke depan merapat pada paha disertai pandangan lurus ke depan.
6. Merekam lagu ke dalam piringan hitam
Yo Kim Tjan adalah orang yang pertama kali merekam lagu Indonesia Raya ke dalam piringan hitam. Saat itu, alunan lagu kebangsaan itu menyertakan suara WR Soepratman. Piringan hitam asli rekaman lagu Indonesia (dulu berjudul Indonesia Raya) tersebut masih disimpan oleh Yo Kim Tjan sampai tahun 1957. Yo Kim Tjan menyimpan piringan hitam asli tersebut sesuai dengan pesan WR S.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Irfendi Arbi inginkan masyarakat taati Aturan Protokol Kesehatan

Lima Puluh Kota,- Bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi terus berupaya mensosialisasikan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Pakai masker bila keluar rumah,...

Dana Transfer Daerah Menurun, APBD Payakumbuh Tahun 2021 Berkurang 100 Miliar Lebih, OPD Dan DPRD Siap Terpangkas

Payakumbuh --- Kota Payakumbuh defisit anggaran di Tahun 2021. Akibat dana alokasi umum (DAU) dan dana intensikasi daerah (DID) yang turun signifikan,...

Tanyakan Kinerja DPRD, Aliansi Mahasiswa Tanah Datar Gelar Unjuk Rasa

Tanah Datar,- Aliansi Mahasiswa Tanah Datar kembali lakukan aksi masa ke DPRD setempat. Lain halnya dengan aksi unjuk rasa tolak omnibuslaw lalu,...

Program Unggulan ASA, Niniak Mamak Bahagia

Ashelfine, SH, MH yang telah diberigelar oleh kaum atau suku dengan gelar Rajo Parpatiah dari Suku Chaniago Nagari Pematang Panjang. Kamanakan Datuak...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Cuaca Ekstrim, Pemko Tata Pohon Pelindung Yang Berpotensi Tumbang Dan Patah

Payakumbuh --- Petugas kebersihan dinas lingkungan hidup Kota Payakumbuh tampak membenahi beberapa pohon pelindung yang ada di sepanjang Jalan Soekarno Hatta. Upaya...

Menteri PPN Soroti Ketersediaan Air Bersih di Pulau Jawa Pada Acara International Workshop on Coastal Reservoir

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas menjadi narasumber dalam acara International Workshop on Coastal Reservoir: “Water Availabilty, Coastal Security and Sustainability” yang...

Polres Inhil Ungkap Narkoba, 50 KG Sabu Berhasil Diamankan

Riau, - Sat Narkoba Polres Inhil patut diapresiasi karena berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis shabu seberat 50 kilo, di Perkebunan milik PT...

Sekolah Online Ditengah Pandemi, Masyarakat Sungai Salak Tanjung Emas Terhalang Jaringan

Tanah Datar,- Wabah virus covid 19 masih terasa efeknya hingga saat ini, bahkan kepelosok desa/ nagari sekalipun. Ditengah kasus...
- Advertisement -