31 C
Padang
Kamis, Juni 13, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Yuk Kenali Hama dan Cara Pengendaliannya Pada Tanaman Kopi
Y

Kategori -
- Advertisement -

Oleh: Dr. Silvia Permata Sari S.P., M.P.
Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Bertani kopi saat ini menjadi salah satu peluang usaha tani yang cukup menjanjikan. Apalagi ditunjang dengan menjamurnya cafe cafe saat ini.

Tentu butuh keilmuan juga dalam bercocok tanam kopi ini. Selain memahami kondisi tanah dan ketinggiannya dari permukaan laut, juga harus bisa mengenali hama yang menyerang tanaman kopi ini. Dengan mengenali hama tentu juga harus paham cara pengendaliannya. Supaya hasil panen sesuai yang diharapkan didapat nantinya.

Serangan hama ini merupakan salah satu kendala dalam budidaya kopi. Serangan hama pada tanaman kopi dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman kopi, menyebabkan pembusukan, serta rontokya dan buah muda tanaman kopi. Jika masalah hama tidak segera ditangani dengan cepat, maka dapat menurunkan hasil panen tanaman kopi. Oleh karena itu, perlu tindakan pengendalian hama yang cepat dan tepat untuk mengatasi hama kopi di lapang.

Beberapa jenis-jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman kopi dan cara mengatasinya:

1) Hama Bubuk Buah Kopi (Hypothenernus hampei Ferr.) atau Penggerek Kopi

Hama ini biasanya adalah sebuah kumbang kecil yang hanya menyerang buah kopi, baik yang masih muda maupun yang sudah tua. erangga ini adalah serangga dewasa berwarna coklat hitam dengan panjang betina sekitar 2 mm dan jantan 1,3 mm. Disebut juga dengan serangga penggerek buah kopi atau bubuk buah kopi. Serangga ini akan masuk ke dalam buah dengan membuat lubang di sekitar diskus. Hama yang masih menjadi family Scolytdae dan berodo Coleoptera bisa dikendalikan dengan sanitasi, pembiakan dan juga pelepasan parasitoid Cephalonomia stepiana dan bisa menggunakan jamur Beauveria basaiana.

Sanitasi dapat dilakukan dengan petik buah (mengambil semua buah yang rusak di pohon), rampasan (pengambilan semua buah yang di panen) dan lelesan (mengambil buah yang ada di tanah). Untuk pencegahan terjadinya hama ini, maka buat atau atur naungan tidak menjadikan kondisi lahan gelap. Untuk mengendalikan hama ini, petani dapat memotong batang buah yang banyak terserang atau mengumpulkan buah untuk kemudian dimusnahkan. Selain itu, petani juga bisa menggunakan insektisida merk Argothion, Dimecron 50 CW, dan Tamaron.

2). Hama Bubuk Cabang Batang Kopi

Hama ini menyerang bagian batang tanaman kopi, biasanya pada bagian ranting kecil yang baru memiliki diameter 3 cm dan bagian pucuk tanaman muda. Gejala yang muncul jika hama ini sudah menyerang adalah daun menjadi rontok, daun berubah menjadi kuning, dan batang kering yang khusus ada pucuk. Biasanya, serangga ini menyerang bubuk kopi pada saat penyimpanan. Untuk mengatasi hama ini, petani bisa menyemprotkan larutan pestisida secara rutin sampai hama benar-benar hilang total.

3). Penggerek Batang Merah (Zeuzera Coffeae)

Penggerak batang merah disebabkan oleh Zeuzera Coffeae dikendalikan dengan memotong batang yang terserang atau dikendalikan dengan cara kimia dan biologis lainnya. Cara hama ini menyerang yaitu dengan Ngengat betina yang meletakkan telur yang berada di permukaan kulit batang kopi, kemudian setelah telur tersebut menetas, maka larva menggerek bagian batang atas. Ketahuilah bahwa larva akan melakukan pengeboran kulit kayu hingga bagian kambium dan juga menggerek sampai ke bagian xylem dan terus secara vertikal hingga tanaman mengalami kematian. Cara pengendaliannya bisa menggunakan Insektisida kimia yang memiliki bahan sebesar 80% Dichlorvos EC (1:100). Kemudian bisa juga menggunakan insektisida nabati BIOTRIS yang memiliki bahan aktif alpha-eleostearic acid. Semprotkan pada bagian yang terkena serangan hama ini.

4). Hama Kutu Dompolan Putih dan Hijau

Hama kutu dompolan menyerang bagian buah kopi hingga buahnya terlihat seperti terlilit bubuk putih. Biasanya, hama ini menyerang karena adanya pohon naungan yang terlalu gelap. Untuk mengendalikannya, potong sebagian ranting pohon di sekitar tanaman kopi supaya membuka celah udara dan sinar matahari untuk menyinari kopi. Selain itu, petani juga bisa mengggunakan pestisida Poxindo 50 WP.

5). Serangga Hama PBK
Serangga hama PBK tersebut membuat buah kopi menjadi berlubang yang kerugiannya bisa mencapai 50%. Cara pengendaliannya adalah dengan menggunakan perangkap serangga.

6). Kutu Dompolan atau Kutu Putih

Kutu Dompolan menyerang tanaman kopi pada bagian dompolan buah, daun, dan bunga tanaman kopi dengan menghisap cairan kuncup bunga. Waktu hama ini menyerang tanaman di 3 sampai 4 bulan awal musim kemarau yang ditandai dengan tunas bunga mati secara perlahan, buah-buah berguguran, dan daun muda berubah bentuk dari bentuk semula atau bentuk yang baik. Hama kutu putih bukan hanya membuat buah berguguran namun juga mengeluarkan sebuah zat yang berupa cairan bergula yang sangat disenangi oleh semut yang pastinya akan menimbulan cendawan hitam. Akibatnya adalah daun-daun menguning, calon bunga gagal, dan buah menjadi rontok. Cara pengendalian hama ini bisa menggunakan pengaturan dalam penataan naungan atau bisa langsung menggunakan insektisida propoksur seperti Poxindo 50 WP.

7). Nematoda Endoparasit
Jika serangga ini menyerang tanaman kopi, gejala yang muncul berupa kopi terlihat kerdil, daun menguning dan gugu, bunga prematur dan banyak yang kosong, serta bagian akar membusuk. Cara mengatasi serangga ini adalah dengan menggunakan varietas kopi yang tahan terhadap nematoda parasit dan dengan cara kultur teknis, membuat lubang tanam rotasi dan parit barier.

8). Penyakit Karat Daun Kopi

Penyakit karat daun kopi biasanya disebabkan oleh jamur, dimana pada bagian daun kopi terdapat bercak merah dan bintik-bintik. Gejala lainnya adalah daun yang menguning di bagian bawah permukaan daun, bercak kuning dan daun gugur, bagian cabang muda kopi kering, buah kopi berubah menjadi hitam, serta kopi terlihat lebih pucat. Petani bisa mengatasi penyakit karat daun kopi ini dengan menggunakan pestisida Fungisida merek Dithane dengan dosis pemakaian 2 gram untuk 2 liter air.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img