27 C
Padang
Kamis, Januari 20, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Wawako Pekanbaru: Bukittinggi Tumpuan Orang Belajar
W

Kategori -
- Advertisement -

Bukittinggi, beritasumbar.com — Selain udaranya yang sejuk dan pesona alam yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan berkunjung, Bukittinggi juga merupakan tumpuan bagi banyak orang dalam belajar dan menggali ilmu.

Demikian benang merah terangkum dalam kunjungan Wakil Wali Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Ayat Cahyadi ke Bukittinggi diterima Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi, Selasa (4/1/2022).

Ayat Cahyadi bertempat di ruang kerja Marfendi Kantor Balai Kota Bukit Gulai Bancah mengatakan, hubungan Bukittinggi dengan Pekanbaru walau pun secara luas, penduduknya luas Pekanbaru, namun secara sejarah Pekanbaru harus banyak belajar ke Bukitttinggi.

Menurut Ayat, sebelum zaman kemerdekaan RI, Bukittinggi menjadi tumpuan banyak orang, termasuk warga Riau, khusus Pekanbaru belajar ke Bukittinggi. Pasalnya, Bukittinggi merupakan kota kelahiran Proklamator Bung Hatta.

“Bukittinggi merupakan kota tumpuan dalam belajar. Ketika saya mahasiswa, ke Bukittinggi saya pernah ke Pasar Atas membeli Al Qur’an terjemahan,” katanya.

Kepada Marfendi yang didampingi Kepala Dinas Sosial dan Kepala Kesbangpol Kota Bukittinggi itu, Ayat Cahyadi mengutarakan niatnya ke Bukittinggi dalam rangka sebagai Ketua Tim Penelitian Pemerintah Daerah (TP2D), yang ditugaskan wali kota Pekanbaru.

“Saya ditugaskan wako untuk belajar ke kota Bukittinggi bagaimana memperjuangkan seorang tokoh di Pekanbaru agar bisa sebagai pahlawan nasional. Tokoh yang kami perjuangkan menjadi tokoh nasional adalah Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Mu’adzam Syah,” paparnya.

Dia mengatakan, memilih kota Bukittinggi tempat belajar, karena sejarah kota Bukittinggi yang luar biasa, apalagi merupakan kota kelahiran Bung Hatta.

“Selain itu, Bukittinggi juga mungkin ada referensi hubungan antara Riau dengan Sumbar, yang mana sejarah mencatat kalau Raja Kecik pendiri Kerajaan Siak, Sri Indrapura sempat dibesarkan di istana Pagaruyung, Batusangkar,” paparnya.

“Hal ini di awali saat Sultan Siak ke IV Sultan Alamuddin memindahkan pusat Kerajaan Siak Sri Indrapura ke Senapelan Pasar Bawah Pekanbaru. Kemudian Sultan ke IV membuat Pekan (Pasar, red) cuma tak ramai, dilanjutkan oleh putra beliau Sultan Siak ke V Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam, dan dipindahkan Pekan ke tempat baru,”

“Ini lah cikal bakal Pekanbaru, makanya Pekanbaru sesuai Perda kita, kota Pekanbaru diperingati setiap tanggal 23 Juni,” terangnya.

Ia menyampaikan, berdasarkan dari beberapa pengalaman di Sumatera Barat, salah satunya telah berhasil memperjuangkan Rohana Kudus sebagai pahlawan nasional pada 2019 dari Kabupaten Agam.

“Kami menargetkan tahun ini mengajukan tokoh dari Pekanbaru sebagai pahlawan nasional, mohon doanya. Pekanbaru saat ini memiliki beberapa pahlawan nasional diantaranya Tuangku Tambusai, kemudian Sultan Syarif Hasyim yang menjadi nama Bandara di Pekanbaru,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Bukittinggi Marfendi mengucapkan terimakasih atas kunjungan wakil wali kota Pekanbaru, yang telah memilih kota Bukittinggi sebagai tempat belajar bagaimana caranya menjadikan tokoh Pekanbaru sebagai pahlawan nasional.

“Cikal bakal sebuah hubungan yang baik antara Bukittinggi dengan Riau, mungkin diawali atau bisa kita melihat referensinya. Yang jelas kita rasakan orang Soleh di Sumatera Barat dipanggil orang Siak, orang Siak memang rujukannya di Siak, Pekanbaru,” ucapnya.

“Meskipun sekarang sudah jadi kata yakni “Sudah Siak Bana” (sudah Soleh Benar, red). Ini mungkin kita mencoba menggali ada hubungan apa antara Sumatera Barat dengan Siak, khususnya dengan Riau, apakah orang Siak yang datang ke Sumatera Barat atau kita yang datang ke Siak untuk belajar atau kita yang memberikan pelajaran ke Siak,” tutur Marfendi. (adil)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img