29.2 C
Padang
Monday, October 26, 2020

Warga PTP Minta PSM Diganti, Pemko : PSM Itu Relawan Sosial, Yang Baru Harus Dibimtek Dulu

Payakumbuh — Dinilai tidak memiliki kinerja yang baik, ratusan warga Kelurahan Padang Tinggi Piliang (PTP), Kecamatan Payakumbuh Barat, desak lurah setempat mengganti lima pekerja sosial masyarakat/fasilitator yang ada di PTP.

Desakan meminta Lurah PTP, Wandri, ST, mengganti kelima PSM/fasilitator itu, tertuang dalam surat pernyataan keberatan warga yang ditandatangi sekitar 200 lebih masyarakat. Surat tersebut, diantar perwakilan warga dan diterima Lurah Wandri, Senin, (31/8).

Ada tiga alasan yang diajukan warga, kenapa mereka mendesak lurah untuk mengusulkan penggantian PSM/fasilitator dimaksud.

Warga menilai, tidak terpeliharanya kerjasama antara PSM/fasilitator dengan masyarakat, anggota PSM/fasilitator banyak rangkap jabatan. Kemudian, kelimanya dinilai sudah cukup lama menjabat PSM/fasilitator dan sudah saatnya dilakukan penggantian.

Lurah Wandri ketika dihubungi awak media ini, di kantor kelurahan, Senin (31/8), membenarkan, jika masyarakat menyampaikan surat pernyataan keberatan dengan kinerja PSM tersebut.

“Benar, kita sudah menerima utusan warga, menyampaikan surat keberatan dimaksud, untuk mengganti kelima PSM,” kata Wandri.

Ketua LPM Kelurahan PTP, Yernita juga mengakui, jika ada desakan penggantian PSM dari masyarakat. Menurut Yernita, jika sudah banyak warga yang menuntut penggantian, ia sendiri tentu tak bisa mempertahankan. “Saya ikut yang banyak saja dan minta lurah bisa mempertimbangkannya,” ucap Yernita.

Kelima PSM/fasilitator Kelurahan PTP yang dituntut warga untuk diganti itu adalah, Enaliza, Ratmi Dewi, Eka Kurnia Putri, Altos dan Desiwati.

Camat Payakumbuh Barat L. Kefrinasdi saat dihubungi media perihal hal ini menyampaikan dirinya telah memerintahkan lurah untuk menindaklanjuti aspirasi warga itu dengan menggelar rapat bersama RT, RW, LPM, dan Tokoh masyarakat sesegera mungkin.

“Bagaimanapun juga, persoalan PSM ini harus diselesaikan dengan cara musyawarah mufakat. Ditinjau dulu tuntutan warga ini, karena PSM ini mereka tidak digaji, kerjanya sukarela, malah saat pandemi covid-19 kemarin saja insentif yang mereka terima tidak besar, malah rasanya tak sebanding dengan apa yang sudah mereka kerjakan bagi masyarakat,” kata Camat.

Sementara itu, Plt Kadis Sosial Yunida Fatwa didampingi Kabid Pemberdayaan Sosial Ance Alfiando menjelaskan regulasi tentang PSM diatur dalam Permensos Nomor 10 Tahun 2019. PSM merupakan warga yang atas dasar rasa kesadaran dan tanggung jawab serta didorong oleh rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial secara sukarela mengabdi untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

“PSM ini statusnya relawan sosial, mereka tidak digaji, malah untuk menjadi PSM harus ikut bimbingan teknis di bidang kesejahteraan sosial dulu. Menjadi PSM bukan ditunjuk-tunjuk saja, harus betul-berul orang yang dari hatinya ingin bekerja secara sukarela sebagai mitra pemerintah dan masyarakat,” kata Yunida Fatwa.

PSM di SK kan oleh wali kota dan diperbaharui setiap tahun. Para PSM yang diminta warga Padang Tinggi Piliang untuk diganti ini tidak akan bisa dilepaskan statusnya sebagai PSM. Namun, dalam sebuah kegiatan di kelurahan, PSM ini bisasaja tidak diikutsertakan oleh lurah.

“Mereka tidak diberhentikan, namun mereka tidak dibawa lagi dalam program di pemerintahan, ini boleh-boleh saja,” tambahnya.

Sementara itu, untuk memiliki PSM baru, harus ada nantinya kader-kader baru di kelurahan yang akan mengikuti program bimtek dari Pemerintah Kota Payakumbuh, sehingga mereka dapat menjalankan tugasnya sebagai relawan sosial.

“Menjadi PSM bukan hal yang mudah, PSM adalah orang yang mengabdikan diri secara sukarela. Pemko selalu melaksanakan bimbingan kepada mereka, insyaallah nanti akan ada bimtek yang dinas sosial gelar bagi calon PSM baru,” ungkapnya.

“Kita menghargai adanya demokrasi, tuntutan warga “mengganti” PSM sah-sah saja. Namun perlu diingat kembali tugas sebagai PSM adalah pekerjaan mulia yang tidak semua orang bisa lakukan. Selain siap untuk tidak digaji, PSM haruslah memiliki hati yang besar dan kesabaran tinggi,” pungkas Yunida.(relis)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Buayan Sayang Pak Kiai

Catatan kecil tentang KH Abdullah Syukri ZarkasyiOleh: A. Fuadi Saya seperti sekarang ini, antara lain karena pernah diayun-ayun di...

Tanyakan Kinerja DPRD, Aliansi Mahasiswa Tanah Datar Gelar Unjuk Rasa

Tanah Datar,- Aliansi Mahasiswa Tanah Datar kembali lakukan aksi masa ke DPRD setempat. Lain halnya dengan aksi unjuk rasa tolak omnibuslaw lalu,...

Sekolah Online Ditengah Pandemi, Masyarakat Sungai Salak Tanjung Emas Terhalang Jaringan

Tanah Datar,- Wabah virus covid 19 masih terasa efeknya hingga saat ini, bahkan kepelosok desa/ nagari sekalipun. Ditengah kasus...

Salah Ketik (Typo) Jadi Senjata Utama Tangkal Kritikan Publik

Oleh : Jerry Massie (Pengamat Politik Political and Public Policy Studies) Lagi-lagi publik dipertontonkan dengan ketidak profesionalnya lembaga negara...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Sejarah Baru, Kecamatan Latina Juara Umum MTQ Nasional Ke XXXIX Tingkat Kota Payakumbuh

Payakumbuh --- MTQ Nasional ke XXXIX Tingkat Kota Payakumbuh yang digelar di Kecamatan Payakumbuh Selatan selama 2 hari pada 24 dan 25...

Weekend, 9 WARGA PAYAKUMBUH POSITIF CORONA, Sembuh 5 Orang

Payakumbuh --- Libur akhir pekan atau weekend, Sabtu dan Minggu (24-25/10), kasus positif covid-19, di Kota Payakumbuh masih terjadi. Selama dua hari...

MTQ Di Tengah Pandemi, 5 Camat Di Payakumbuh Optimis Sukses Dan Saling Bersaing Sehat Raih Juara Umum

Payakumbuh --- Semangat 5 camat dalam mensukseskan MTQ Nasional ke XXXIX tingkat Kota Payakumbuh pada tahun 2020 sangat luar biasa. Setelah rapat...

Wako Riza Harapkan ASN Berikan Pelayanan Bersih. Tolak Pungli Dan Gratifikasi

Payakumbuh --- Wali Kota Riza Falepi berharap setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Payakumbuh dapat menjunjung tinggi nilai-nilai dalam pelayanan yang...
- Advertisement -