24 C
Padang
Selasa, November 30, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Warga Pesisir Selatan Lakukan Tradisi “Malamang”
W

Kategori -
- Advertisement -

Painan – Masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) melakukan prosesi “Malamang” (memasak kue dari beras ketan) untuk menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1436 Hijriyah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar di Painan Rabu, mengatakan prosesi budaya tersebut seperti biasa digelar satu hari sebelum 1 Ramadhan setiap tahunnya.

Seperti biasa Malamang dilakukan oleh masyarakat secara berkelompok dan perorangan di setiap nagari (desa adat) mulai selesai Shalat Subuh atau sekitar pukul 5.30 WIB hingga sore hari pada satu hari sebelum 1 Ramadhan.

Jika Malamang dilakukan secara berkelompok maka masyarakat memilih tempat di lokasi mushalla atau masjid yang ada di nagari. Sedangkan perorangan dilakukan di pekarangan rumah masing-masing, namun tujuannya adalah sama yakni menyambut kedatangan Bulan Suci Ramadhan.

Di Pesisir Selatan prosesi “Malamang” tidak hanya dilakukan masyarakat setempat untuk menyambut kedatangan Bulan Ramadhan, namun juga untuk peringatan hari-hari besar Islam seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Raya Idul Adha, Hari Raya Idul Fitri dan acara doa bersama untuk peringatan hari meninggal dunia anggota keluarganya.

Biasanya selesai kue lemang masak atau setelah melaksanakan prosesi Malamang, pada malam harinya masyarakat langsung menjamu para undangan dan warga lainnya dengan berbagai masakan termasuk kue lemang untuk melaksanakan doa bersama di rumah warga masing-masing.

Menurut sejarah Minangkabau, tradisi “malamang” berawal dari kebiasaan masyarakat Minangkabau pada masa Syekh Burhanuddin masih hidup.

Ketika itu Syekh Burhanuddin berjalan dari rumah ke rumah untuk mendatangi warga yang tengah memasak “Lemang”. Pada kesempatan itu, ia (Syeh Burhanuddin) menyampaikan ajaran-ajaran Islam yang baik kepada masyarakat.

Eli (60) seorang ibu rumahtangga mengatakan, “Malamang” sudah membudaya bagi masyarakat di kabupaten itu pada setiap akan datangnya Bulan Suci Ramadhan dan hari-hari besar Islam lainnya sejak zaman dahulunya.

“Malamang sudah merupakan keharusan setiap memasuki Bulan Ramadhan dan hari-hari besar Islam lainnya. Bagi kita yang tinggal di kampung, rasanya hina jika tidak melakukan ini (Malamang), ” katanya.

“Malamang” akan masuknya bulan Ramadhan dimaksudkan untuk melengkapi jamuan makan bagi para undangan dan Ulama atau pemuka agama yang datang pada acara doa bersama dalam menyambut puasa bulan Ramadhan.

(Ant/Oleh Junisman)
- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img